http://hericz.net/2007/04/dukungan-untuk-praja-ipdn/

Dukungan Untuk Praja IPDN
Filed under: Ngedumel — hericz @ 2:58 am

Sudah jam 2 malam, aku sudah ngantuk banget, tapi aku ndak bisa tidur.
Televisi yang biasanya membantuku terlelap malam ini malah membuatku
semakin terjaga dan merasa sangat tersiksa. Setiap kali kupejamkan
mata, terbayang wajah-wajah gelisah kalian sahabat-sahabatku Praja
IPDN. Mahasiswa dan Mahasiswi dari sebuah kampus yang menjadi berita
utama 2 minggu terakhir.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Terbayang di mataku betapa kalian berangkat ke Sumedang dengan
semangat tinggi. Berapi-api keinginan kalian untuk membahagiakan
orangtua, membanggakan nama keluarga, menyekolahkan adikmu yang pinter
dan lucu ke sekolah terbaik. Lalu kalian sadar, bahwa ternyata
perjalanan mulia kalian berujung pada sebuah neraka sistemik berkedok
pendidikan negara.

Setiap kali aku menyentuh perutku, terasa sakitnya perutku dihantam
oleh kakak kelas yang sepupunya keponakan mantunya pejabat. Dan
sakitnya tidak seberapa dibanding remuknya hati kalian dianggap
sebagai kaum hina, 'bukan siapa-siapa'. Fakta bahwa kalian bukan anak
komandan koramil, dan bukan keluarga staf di gubernuran, membuat nyawa
kalian tidak lebih berharga dibanding bebek di kawasan berburu.

Saat mendengar suara musik di MTV, aku terbayang betapa kalian
mati-matian -dalam arti harfiah- berusaha masuk klub drum band kampus.
Hanya agar dianggap sedikit lebih berderajat dan pantas bersanding
dengan mereka yang berkuasa di kampus karena keturunan. Mungkin mereka
lupa, sekarang sudah tidak jaman kerajaan lagi. *sigh*

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Melihat para remaja cantik di TV membuatku membayangkan kalian,
sahabat-sahabatku mahasiswi IPDN yang dihina, dilecehkan, diambil
kehormatannya tanpa bisa sedikitpun mampu melawan sistem yang
sedemikian kuatnya. Jangankan melawan, membuka mulutpun kalian sudah
tidak punya sisa kekuatan lagi. Aku sungguh tidak bisa membayangkan
betapa menderitanya kalian, trauma yang PASTI tidak akan terhapus
seumur hidup kalian.

Aku bayangkan pula bagaimana kalian harus berbohong pada Ayah dan Ibu
yang sangat kalian cintai dan hormati, "Ah ibu.. adek kan baik-baik
saja nih, lihat! Ototku aja semakin besar kan? Di sana tuh aku hidup
enak kok", sambil menyembunyikan memar-memar di dada kalian atau nyeri
di rahim setelah aborsi. Pasti sakiiit sekali.

Aku tidak tahu, doktrin dan ancaman apa yang dimuntahkan para senior,
sehingga kalian bisa menganggap diri sendiri sudah tidak punya hak
hidup lagi. Menjalani hari demi hari dengan doa "Ya Allah, kuatkanlah
hambamu yang lemah ini..", hanya agar kalian masih bisa memanjatkan
doa yang sama di malam hari berikutnya.

Sekolah gratis yang ternyata membuat kalian harus membayar uang
seragam, membeli diktat kuliah (yang tidak pernah sempat kalian baca),
ataupun membayar 'setoran' ke senior. Bahkan uang saku yang dikirimkan
oleh Pemerintah Daerah kalian pun -yang biasanya kalian kirim kembali
sebagian ke rumah untuk beli beras- tidak bisa kalian terima dengan
utuh. Angka 60 juta pertahun memang angka yang menggiurkan banyak
orang.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
mungkin aku hanya semalam ini tidak bisa tertidur pulas dengan raut
muka penuh ketakutan. Besok pagi, atau paling lama minggu depan aku
mungkin sudah lupa.

Tapi kalian harus mengalaminya setiap malam, selama 1,2,3 tahun selama
di kampus? Oh, sepertinya tidak. Kalian pasti harus menahan ketakutan
seumur hidup kalian, membayangkan teman sebarak, teman main, teman
makan siang, teman berlari-lari saat mau ujian masuk IPDN, teman yang
mengompres luka memar di jidatmu hasil penggulingan, yang MATI, MATI,
MATI tanpa kau sempat memberikan bantuan saat dia dihajar bos-bos
besar, senior, anak para ningrat di kantor kabupaten.

Dan kalian semakin pedih lagi saat melihat makam sahabatmu -yang
dilaporkan hilang pada orang tuanya- itu dijadikan monumen agar
adik-adik kelas kalian -si anak petani, anak tukang becak, anak buruh
bangunan- yang didatangkan dari berbagai daerah menyadari bahwa mereka
baru saja masuk ke sebuah neraka untuk orang miskin, surga untuk orang
berkuasa, dan sumber kekayaan bagi dosen dan staf peminum darah.
Neraka dimana jagoan beladiri pun tidak akan sanggup melawan.

Sedangkan kisah-kisah praja putri yang MATI dalam keadaan hamil, babak
belur, terbuang di daerah terpencil menjadi sebuah dongeng turun
temurun yang mengerikan. Mengingat kalian bisa menjadi tokoh pengganti
dalam dongeng tersebut saat kalian membuka satu kalimat saja.

Lalu wajah-wajah 'pembunuh' yang masuk TV tanpa merasa malu, tanpa
sedikitpun raut muka penyesalan, membuat kalian semakin tenggelam
dalam ketakutan yang luar biasa.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Aku membayangkan betapa tanggung jawab kalian begitu besar. Menjaga
nama baik Daerah, menjaga nama baik kontingen kalian harus kuat
menjaga semua kepedihan itu sendiri. Betapa susahnya birokrasi jika
ingin komplain.

Aku tahu, kalau seorang anak pejabat terlibat kasus pembunuhan, maka
kasusnya tidak akan pernah sampai di pengadilan. Maka aku juga tahu
betapa takutnya kalian, kalau pelaku pembunuhan bukan hanya satu, atau
10, tapi 100 atau 1000 anak pejabat. Karena kalian juga tahu,
senior-senior miskin itu sepertinya hanya ikut-ikutan saja.

Aku sudah mulai sadar bahwa ternyata tendangan kungfu di dada hanyalah
seujung kuku dibanding siksa batin dan jiwa yang kalian alami selama
berada di sana.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Tidakkah kalian lihat betapa luasnya dunia ini. Tukang jamu
menggendong dagangannya keliling kampung, berangkat dengan wajah penuh
harapan, pulang dengan hati gembira. Setiap 100 meter di pinggir jalan
ada penjual voucher HP, es cendol, Mie Ayam, pisang kremes yang
terkantuk-kantuk menunggu pembeli. Mereka berangkat dengan penuh
harapan, dan pulang dengan bangga membawa rejeki halal sekedarnya
untuk diberikan ke anak istrinya. Mereka bahagia, dan mereka bukan
PNS.

Dunia tidak hanya menjadi pegawai negeri sipil. Sistem informasi belum
secanggih dalam film-film Bioskop TransTV tadi malam. Kalian masih
bisa keluar, menyelamatkan diri dari neraka sistemik itu dan
menghilang tanpa diketahui siapapun.

Aku yakin, ayah ibu kalian lebih suka melihat kalian jadi nelayan yang
HIDUP jujur di sebuah pulau terpencil daripada melihat makam PNS muda
yang dimakamkan dengan penuh pengormatan dari rekan-rekan kuliahnya
yang tidak bisa diajak ngobrol.

Tolong dipikirkan lagi, bedanya matinya seorang pejuang kemerdekaan,
matinya seorang yang berjihad, dan mati konyol karena dihajar idiot
berkuasa. Idiot yang hanya bisa masuk kampus megah itu karena pakde
dan buliknya, bukan karena otaknya.

Itupun jika kalian tidak ingin mimpi buruk ini berlangsung seumur
hidup kalian. Karena sekarang definisi PENGECUT, PEMBERANI,
BERMARTABAT, DISIPLIN, KOMITMEN dan PENGKHIANAT sudah mempunyai arti
yang berbeda di kampus jahannam itu. Ayo, jadilah PRAJA yang BERANI
dan BERMARTABAT -dalam arti sebenarnya-. Kalo kata MTV, speak your
mind, anggap saja ini sebuah acara Fear Factor berhadiah ketenangan
jiwa.

Maaf, aku mulai ngantuk membayangkan bahwa semua ini ujung-ujungnya
ternyata lagi-lagi masalah uang dan kekuasaan. Lagipula sudah hampir
jam 3, biasanya jam segini kalian sudah selesai dihajar dan
bersiap-siap tidur, mengumpulkan tenaga agar tetap hidup saat dihajar
besok malam.

—-
Terimakasih buat seorang ibu yang sore tadi sudah menceritakan semua
dengan berlinang air-mata.


-- 
Bi[G]

---------------------------------------
B: http://blog.adypermadi.com
W: http://www.blogger.web.id
Y: g3mb3lk3r3n
http://www.xatoo.com
---------------------------------------


--
[OOT]http://nusagames.blogspot.com/
it's a new way of life!..
SPAMMERS WELCOME!! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/nusagames/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/nusagames/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Reply via email to