Menjawab pertanyaan Embah,

Menjadi investor adalah dengan asumsi membeli saham untuk jangka waktu yang
cukup panjang, jadi faktor yang menentukan untuk menjualnya adalah:

1. Kalau kita BUTUH  UANG, atau
2. Untuk emiten yang sudah MATURE adalah pada saat P/E berkisar dengan
100/(bunga deposito), atau
3. Untuk emiten yang masih mengalami pertumbuhan tinggi, jual pada saat P/BV
sudah tidak rasional    (tergantung masing2 individu).

Pada saat ini IHSG memang sudah sangat tinggi, namun masih banyak emiten
dengan fundamental baik yang masih memiliki ruang untuk tumbuh sampai
kriteria no.2 & 3 diatas. Apabila terjadi koreksi sesaat, kita tidak perlu
khawatir karena kita berasumsi untuk hold saham tersebut untuk JANGKA
PANJANG, dan apabila mungkin bisa dilakukan Average Down.

Memang untuk memprediksi performance dimasa datang adalah sangat sulit dan
sangat subyektif karena sangat dipengaruhi oleh kondisi Mikro & Makro
ekonomi, stabilitas politik, kurs mata uang, dll. Kondisi tersebut merupakan
faktor eksternal perusahaan yang tidak dapat dikontrol oleh manajemen.

Untuk faktor internal perusahaan, sangat dipengaruhi oleh manajemen, jadi
pilihlah perusahaan yang manajemennya memiliki Integritas dan Kredibelitas
yang baik.Selain itu pilihlah perusahaan dengan Debt to Equity ratio yang
kecil.


Salam,

Danny.







----- Original Message -----
From: "jsx_consultant" <[EMAIL PROTECTED]>


> Tulisan pak Danny sangat lengkap dan BERGUNA....
>
> Tapi saat ini IHSG sudah tinggi sekali dan mencari saham MURAH
> sudah susah....
>
> Saat ini kita dihadapkan dengan:
> 1. Saham mana yang masih bisa dibeli meskipun sudah tidak
>    murah lagi ? dengan harapan saham tsb masih bisa naik.
> 2. Jika kita beli, pada harga berapa kita jual.
>
> Kedua pertanyaan diatas secara FA hanya bisa dijawab kalo
> kita bisa menghitung VALUASI cara PER, PBV dan EV/EBITDA.
> yaitu harga TARGET atau harga VALUASI atau harga WAJAR (FAIR PRICE)
> yang kita HARAPKAN..
>
> Memilih saham yang akan kita beli LEBIH MUDAH daripada saat
> kita akan jual. Pada level berapa akan KITA JUAL ?. Kalo
> timingnya jelas pake TA tapi ULTIMATE PRICE TERTINGGI yang
> bisa dicapai harus pake cara Valuasi. Meskipun tidak
> gampang dan accuracy nya tidak bisa tepat.
>
> Disamping itu meramalkan valuasi kedepan dihadapkan kepada
> performance perusahaan KEDEPAN dan bukan hanya melihat
> lap. keuangan yang LALU.
>
> Dan memperkirakan performance perusahaan kedepan jelas
> sangat SUBYEKTIF, tiap analyst akan punya prediksi yg
> berbeda.
>
> Tapi bagaimanapun kita tetap harus melakukan VALUASI, karena
> jika tidak, kita akan MENJUAL DIDALAM KEGELAPAN... karena
> tidak tahu harga WAJAR nya...
>
>
> --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, "Danny Martinus" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Menjadi Trader (Spekulan) memang lebih menguntungkan pada saat Bull
> market yang berkepanjangan seperti yang terjadi sekarang ini. Apabila
> anda pernah berpengalaman menjadi Trader pada saat Bear maupun
> Sideways market yang berkepanjangan seperti yang terjadi pada tahun
> 1998-2001, anda akan merasakan pahitnya menjadi Trader (kecuali
> sejumlah kecil Trader yang tetap untung pada masa tersebut).
> >
> > Menjadi Investor akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang dan
> seorang investor akan membeli saham dengan melakukan analisa secara
> Fundamental. Seorang investor tidak terlalu terpengaruh dengan
> fluktuasi harga jangka pendek. Bayangkan apabila anda membeli saham
> sebuah perusahaan private (tidak go public) apakah anda akan mengecek
> harga saham anda setiap hari? Ataukah jika setiap hari ada pada orang
> yang datang kepada anda menawarkan untuk membeli saham anda dengan
> harga kadang-kadang lebih tinggi dan kadang-kadang lebih rendah dari
> harga perolehan anda, anda akan menjual saham anda?
> >
> > Analisa Fundamental menurut saya sudah cukup (tanpa memerlukan
> analisa Teknikal) untuk menentukan kapan suatu saham sudah patut
> dibeli atau dijual dengan memperhatikan P/E dan P/BV rasio. Untuk
> memilih saham yang memiliki Fundamental yang baik dimulai dari
> melihat ROE. ROE mencerminkan return atas modal yang ada di suatu
> perusahaan tanpa dipengaruhi oleh harga pasar sahamnya. Dengan ROE
> tinggi maka pertumbuhan modal pada suatu perusahaan akan tinggi pula.
> >
> > ROE jangan dilihat pada satu periode saja melainkan pilihlah emiten
> yang memiliki ROE yang tinggi (>30%) untuk beberapa periode secara
> berkesinambungan. Alasannya adalah ROE yang tinggi pada satu periode
> bisa saja disebabkan karena adanya capital gain dari penjualan aset
> perusahaan atau selisih kurs mata uang, bukan dari operating profit.
> Lakukan analisa dari Laporan Keuangan selama beberapa periode.
> >
> > Selain memiliki ROE yang tinggi juga perlu dilihat pertumbuhan
> Earnings perusahaan dari beberapa periode. Pilihlah emiten yang
> memiliki pertumbuhan Earnings (Laba) yang cenderung meningkat dari
> satu periode ke periode berikutnya.
> >
> > Hal terakhir dan yang terpenting adalah apakah manajemen pengelola
> perusahaan BISA DIPERCAYA menurut anda. Anda harus yakin bahwa saham
> yang anda beli adalah saham suatu perusahaan yang manajemenya
> memiliki INTEGRITAS & KREDIBILITAS yang baik. Cukup banyak laporan
> keuangan perusahaan terbuka yang telah dilakukan WINDOW DRESSING baik
> di Indonesia maupun di bursa lainnya.
> >
> > Kapan saat yang baik untuk membeli saham dengan Fundamental yang
> baik tersebut?
> > P/E dan P/BV rasio dipakai untuk menentukan kapan saat yang baik
> untuk membeli maupun menjual saham dengan Fundamental yang baik
> tersebut.
> >
> > P/E mencerminkan tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan
> pada suatu saham, seperti bunga pada deposito. Sebagai contoh apabila
> anda membeli saham dengan P/E=8 maka dalam setahun anda akan
> memperoleh pengembalian 100/8= 12.5% atau anda akan kembali dalam 8
> tahun (dengan asumsi pertumbuhan perusahaan konstan). Untuk mencari
> berapa P/E yang ideal harus dibandingkan dengan bunga deposito (tidak
> ada risiko) yang berlaku saat ini. Misalnya bunga deposito rata-rata
> adalah 7% per tahun. Maka P/E yang ideal adalah P/E yang nilainya
> masih jauh dibawah 100/7=14.28. Apabila P/E lebih besar dari 14.28
> anda lebih baik menaruh uang anda pada deposito saja.
> >
> > Analisa P/E diatas adalah analisa untuk perusahaan yang sudah pada
> tahap MATURE. Untuk perusahaan yang sedang GROWTH (mengalami
> pertumbuhan yang tinggi), P/E rasionya biasanya jauh lebih tinggi
> dari P/E untuk perusahaan yang sudah MATURE. Hal ini disebabkan oleh
> ekspektasi pertumbuhan earnings di masa datang. TETAPI ada satu hal
> yang perlu diperhatikan yaitu P/BV ratio. P/BV ratio mencerminkan
> berapa kali harga yang anda bayarkan untuk nilai riil dari suatu
> perusahaan. Walaupun P/E sudah sangat tinggi belilah pada saat P/BV
> nya masih rendah. Jika P/BV sudah sangat tinggi juga maka sudah tidak
> worth it.
> >
> > Membeli saham dengan P/BV yang rendah akan menyelamatkan anda pada
> saat terjadi Bear market. P/BV yang ideal menurut saya adalah yang
> masih berkisar dibawah 3, untuk memberikan ruang yang cukup untuk
> tumbuh, dan tetap aman dari ancaman Bear market.
> >
> > Sebagai contoh emiten TLKM memiliki ROE dan pertumbuhan earning
> yang sangat baik. Namun nilai P/E dan P/BV nya sudah sangat tinggi
> sehingga saham ini sudah menjadi MAHAL, menyisakan ruang untuk tumbuh
> yang sangat sempit, dan apabila terjadi Bear market, harganya akan
> jatuh banyak. Begitu juga dengan ISAT & BUMI.
> >
> > Apabila terjadi Bear market, anda dapat melakukan Average Down
> dengan patokan harga sudah turun sebesar 20-25% dari harga pembelian
> anda. Apabila anda membeli pada saat P/E dan P/B masih rendah,
> penurunan sebesar 20% akan sangat sulit terjadi.
> >
> > KESABARAN dan KETAHANAN MENTAL memainkan peranan yang penting.
> >
> > Good Luck.
> >
> > Salam,
> >
> > Danny.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ----------------------------------------------------------
>
>     IMQ - THE REAL TIME DATA AND BUSINESS NEWS SERVICE
>
> ----------------------------------------------------------
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/EpW3eD/3MnJAA/cosFAA/zMEolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 



----------------------------------------------------------

    IMQ - THE REAL TIME DATA AND BUSINESS NEWS SERVICE

----------------------------------------------------------


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke