intinya: masih banyak yg nyangkut di bumi.


--- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, rofik efendi <fiplan1...@...>
wrote:
>
> Sebelumnya saya ikut prihatin atas "musibah" yang menimpa ibu,
meskipun saya yakin tidak hanya ibu yang mengalami, banyak sekali dan
mkn lebih parah dari ibu. Tetapi saya tertarik untuk sharing dengan
ibu, karena saya jg pernah mengalami kejadian seperti ibu dan dengan
latar belakang yang sama "karyawan rendahan". Saya mengawali trading 2
tahun yang lalu bu, dengan modal Rp. 20 jt. Modal yang besar menurut
saya, karena harus "menggadaikan SK" saya sebagai modal awal. Saya
adalah seorang PNS yang tiap hari bertugas mengajar bu. Mengawali
trading saya, 2 minggu saya loss Rp. 7 Jt. Saya sempat shock dan tidak
berani cerita ke istri saya, karena pasti akan shock juga. Tapi saya
punya semangat. Saya yakin Tuhan tidak akan mengambil harta saya
secepat itu kalau saya mendapatkan nya dengan benar.
> Karena saya tinggal di desa, belajar yang paling memungkinkan ada
melalui media internet. Setidaknya ada 4 milis yang saya ikuti, dan
milis OB ini yang sering saya baca. Alhamdulillah bu, sampai saat ini
saya masih tetap eksis dengan hasil yang lumayan. Setidaknya saya
sudah berhasil membangun rumah yang mayoritas dari pasar modal ini.
Ibu bisa sharing dengan saya, karena saya setiap hari (pada saat gak
ada jam ngajar) saya membina temen2x di desa, trading bersama setiap
hari melaui room di ym. Semua pemula bu, dan mereka dari latar
belakang yang berbeda-beda. Ada pensiunan sopir gudang garam, ada
mantan tukang cangkul di sawah, ada guru dsb. Saya membina mereka
mulai dari gerakkan mouse komputer, sampai skr pegangannya laptop
semua. Anda jangan sampai berhenti trading bu, karena hanya dengan
partisipasi kita saja, bursa kita tidak "dijajah" oleh asing. Kita
harus bisa mewarnai, meskipun blm bisa dominan. 
> Demikian ibu, pengalaman saya dan maaf untuk semua senior OB, kalau
postingan saya ini mengganggu. Saya 2 tahun ikutan milis OB, baru
sekali ini saja posting panjang lebar, karena saya menyadari masih
pemula banget. Tapi terdorong rasa kasihan kepada ibu, saya tertarik
untuk menceritakan pengalaman saya. Sekali lagi maaf kalau ada yang
merasa terganggu. Sekali lagi, bukan saya ingin menunjukkan apa yang
telah saya dapat, tapi semata-mata ingin memberi semangat bagi temen2x
yang belum sukses. Partisipasi kita sangat penting bagi kelangsungan BEI.
> Lewat tulisan ini pula saya ucapkan terima kasih kepada temen2x yang
telah membantu belajar trading ke saya (fansCNKO, Bang Apit, Fery
Susanto, Frans Antony).  Makasih juga untuk milis OB ya.
>


Kirim email ke