Coba si Om Sofyan ini dulu beli ASII, kan pasti udah balik modal. Wakakak.
:D

 

Regards,

Yudizz

 

 

  _____  

From: obrolan-bandar@yahoogroups.com [mailto:obrolan-ban...@yahoogroups.com]
On Behalf Of Martinus
Sent: Monday, May 11, 2009 5:31 PM
To: obrolan-bandar@yahoogroups.com
Subject: Re: [ob] Scenario apa ini: LQ45 -2,4% tapi Bakrie IJO

 






Kamis, 30/04/2009 14:57 WIB
Kekayaan Sofyan Djalil Tinggal Sepertiga Akibat Saham BUMI
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Jakarta - Kekayaan pejabat publik selalu menjadi sorotan, termasuk
kekayaan Menneg BUMN Sofyan Djalil yang sempat naik turun karena
memiliki sejumlah saham BUMI. Gara-gara harga saham BUMI melorot, kini
kekayaan Sofyan Djalil tinggal sepertiga.

Demikian curahan hati Sofyan Djalil yang menjadi wejangan bagi
direksi-direksi BUMN di acra kerjasama dengan KPK tentang pengelolaan
data wajib LHKPN di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (30/4/2009).

Sofyan mengaku, dirinya sempat kerepotan karena harga saham BUMI yang
dimilikinya pernah melonjak drastis. Ia kerepotan karena kenaikan harga
saham BUMI itu bertepatan dengan laporan kekayaannya ke KPK saat alih
jabatan dari Menkominfo menjadi Menneg BUMN.

"Waktu saya ganti jabatan, saya melaporkan kekayaan. Sebelumnya saya
beli saham BUMI dengan harga murah sekitar Rp 75. Eh, ketika saya
laporkan ke KPK harga saham BUMI sedang melonjak sehingga kekayaan saya
jadi dua kali lipat. Melaporkan ke KPK gampang, tapi menjelaskan ke
publiknya yang sulit. Masa menjadi Menkominfo kekayaan saya naik dua
kali lipat," katanya.

Kini, saat harga BUMI tidak seperkasa sebelumnya, Sofyan memang tidak
perlu bingung menjelaskan penurunan kekayaannya ke publik. Tapi apa
daya, risiko investasi itu telah menggerus kekayaannya hingga tinggal
sepertiga.

"Tapi kalau dilaporkan sekarang, kekayaan saya turun drastis karena
harga saham BUMI juga turun. Kekayaan saya tinggal sepertiga karena
harganya memang anjlok, tapi nggak masalah yang penting dilaporkan,"
ujarnya.

Dari kisahnya ini lalu ia berpesan pada pejabat-pejabat BUMN agar jangan
takut untuk melaporkan kekayaan apa adanya.

"Saya meminta kepada bapak-bapak untuk melaporkan kekayaan sebagaimana
seharusnya. Sebab BUMN harus melaporkannya menjelang pengangkatan atau
pindah jabatan," katanya.

(lih/qom)




Kirim email ke