BUY  BUMI  yuuk...dan BUY juga BNBR, BTEL, UNSP, ENRG dan ELTY..
BUY warrantnya juga boleh spt BNBR-W, ELTY-W, UNSP-W

Pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (15/5)
diprediksikan kembali naik setelah mengalami koreksi teknikal. Apalagi
pekan depan akan digelar analyst meeting yang bisa memberikan sentimen positif 
bagi BUMI.
Muhammad Karim, analis pasar modal dari Ciptadana Asset Management
memprediksikan secara umum pergerakan saham BUMI akhir pekan ini akan
naik. Namun kenaikannya sangat tergantung kepada kondisi pasar secara
umum baik lokal maupun regional. 
“Memang dilihat dari tabel pergerakan saham BUMI, tampaknya akan
konsolidasi. Tapi meskipun turun ke level Rp 1.850 setelah itu
kemungkinan akan naik kembali ke atas Rp 2.000. BUMI, saya kira berada
pada kisaran Rp 1.850 untuk level support dan resistant di level
psikologis Rp 2.000,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, semalam.
Pada penutupan perdagangan kemarin saham BUMI melemah 250 poin
(11,36%) ke level Rp 1.950. Harga saham tertinggi BUMI mencapai Rp
2.150 dan terendah Rp 1.940 dengan volume transaksi 744,4 juta lembar
saham. Sedangkan nilai transaksi mencapai Rp 1,5 triliun dan frekuensi
16,681.
Lebih lanjut Karim mengatakan, bursa saham Indonesia masih akan
ditentukan oleh bursa global terutama indeks Dow Jones termasuk saham
BUMI sebagai penggeraknya dan Grup Bakrie menjadi motor utamanya. 
“Over all BUMI masih oke karena minggu depan ada analis
meeting. Pasti akan menjadi penggerak BUMI,” ujarnya seraya mengaku
telah mendapat undangan dari manajemen BUMI untuk menghadiri pertemuan
itu.
Pada acara itu, BUMI akan memaparkan kinerja kuartal pertama dan out look 
perseroan di 2009. Hal ini menurut Karim akan menjadi momentum positif bagi 
BUMI. “Untuk itu saya merekomendasikan buy untuk BUMI,” paparnya.
Terkait penurunan BUMI kemarin yang anjlok 250 poin ke level di
bawah Rp 2 ribu hal itu dinilainya wajar. Pasalnya, kenaikan BUMI
sebelumnya sudah di luar perkiraan. “Saya kira itu hanya technical correction 
saja. Mainly, hanya koreksi technical,” ucapnya.
Seperti diketahui, lanjut Karim, indeks Dow Jones kemarin turun
signifikan hingga 3,5%. Begitu juga dengan Nasdaq merosot 3%. Semua itu
akibat ritel sales di Amerika yang turun jauh yakni 0,4% dibandingkan
dengan situasi pasar. 
“Akibatnya orang mulai ragu-ragu, recovery AS ini apakah
benar-benar akan terjadi,” tuturnya. Imbasnya, harga-harga komoditas
jadi turun seperti minyak, batubara, timah dan aneka tambang. 
Tapi, untuk BUMI secara umum dari sisi kinerja masih baik. Laporan
keuangan BUMI kuartal pertama 2009 masih bagus dengan pertumbuhan yang
lumayan. ”Sementara cost-nya turun, dan average selling price-nya naik,” 
imbuhnya.
Mengenai saham Bakrie, ia juga menilai masih akan mengalami
apresiasi. Bahkan isunya saham-saham grup itu akan terus meningkat
hingga akhir tahun.
Karim juga memaparkan, sentimen market juga akan dipengaruhi
keluarnya data pengangguran (jobless claim). “Beberapa minggu terakhir
trend jobless claim di AS sudah mulai turun. Ini akan
berpengaruh signifikan kepada pasar. Namun saat ini semua orang masih
melihat rilis data itu (anjloknya sales ritel AS),” imbuhnya. [E1]



      

Kirim email ke