Nice view om. Thanks

2009/5/21 Hendra Santosa <sa...@budgetmate.net>:
> Maaf Pak Lukman, bahasa saya amburadul heuhue :)
>
> Begini Pak, saya cuma menyimpulkan aja loh dari komentar ahli2 ekonomi. 
> Mereka mungkin tahu kenapa cuma takut berbicara, jadi saya masih nubie ga apa 
> deh coba mengira-ira. Kalau salah mohon dikoreksi kesimpulan nubie.
>
> Komentar trader dimana2 jelek sekali sekarang, ada yang berpikir cuma karena 
> mereka pegang cash ketinggalan cycle tapi faktanya sebenarnya fundamental 
> ekonomi juga aneh. Unemployment tinggi, hutang dimana2, dkk. Ekonomi 
> seharusnya masih sakit. Tapi kok tahu tahu dengan magic hand, semua lenyap 
> seketika. Tidak ada yang tahu kenapa bisa begitu, aneh sekali. Ada issue 
> hasil stress bank kemarin itu direkayasa. Mereka bilang fundamental ekonomi 
> masih jelek kok rally tinggi sekali. Kalau dilihat secara big picture, rally 
> sejak Maret itu tidak ada volumenya, coba dibandingkan rentang waktu puluhan 
> tahun. Trus kok bisa ya rally tanpa volume? Mungkin saja kalau penjualnya 
> (bank2 yang sakit) sudah kongkalikong ...
>
> Properti di US sana masih hancur2an, padahal itu satu2nya saving terbesar 
> negara. Kalau sekarang didiskon 50% dimana2, berarti memang hutangnya parah 
> sekali. Kok sekarang bisa rally apalagi mau ke nilai tertinggi dalam 2 bulan?
>
> Nah adanya uang TARP (hasil cetak uang baru) itu menurut beberapa referensi 
> dipakai bukan buat menggelontorkan dana ke masyarakat tapi dipakai buat hapus 
> buku kanan kiri bank2 di sana. Buktinya " ... lending by the largest banks 
> has DECREASED 23% ...". Jadi efek cetak uang ini tidak menimbulkan inflasi. 
> Teori ekonomi sudah berkecendurang bilang cetak uang -> inflasi -> komoditas 
> tinggi. Lah kok komoditas bisa naik padahal perusahaan motong produksi, 
> eksport ke negara maju menurun, kok malah komoditas naik? Atau China dipaksa 
> untuk menaikan tingkat konsumsi dalam negaranya. Ini mungkin dimanfaatkan 
> untuk mencari uang ...
>
> Salah satu yang bisa bayar uang hutang nya US adalah private sector. Kalau 
> semua private sector tidak mau bayar hutang, akibatnya negara yang menanggung 
> bailoutnya. Saya pernah liat grafiknya, bertolak belakang sekali, tapi 
> linknya hilang. Investasi private sector jatuh hancur2an, sementara investasi 
> negara naik tinggi. Mungkin cara untuk mendapatkan uang dari private sector 
> adalah melalui pasar modal, bond, dkk. Caranya permainan pasar modal harus 
> terus berjalan tidak boleh berhenti, hukum2 TA harus dipenuhi at any cost. 
> Karena kalau tidak, orang tidak percaya lagi pada pasar modal, semua bubar. 
> Untuk itu ada issue mengenai PPT, dkk.
>
> Kalau pasar modal bisa dibuat menarik, naik terus, kan makin lama banyak 
> investornya Pak? Kenapa permainannya cantik sekali? Index VIX saat ini turun 
> bagus sekali ... istilahnya makin gatel aja ga ikutan main, jual apa aja deh.
>
> Nah dulu modal asing banyak terperangkap di negara berkembang, ga sempat 
> lari, habis jatuhnya cepet sekali. Supaya mereka bisa keluar, mereka harus 
> bikin menarik, naik2 terus sampai suatu saat BC mencapai nilai tersangkutnya 
> mereka dulu, setelah itu keluar pelan2. (mungkin maksudnya Om Jack begitu). 
> Kalau mereka jualan jangka waktunya bisa lama sekali, habis uangnya yang 
> dibutuhkan juga banyak ...
>
> Hal ini kalau ga salah maksudnya Pak Hmin belajar dari sejarah Indonesia th 
> 1997-1999 disana kelihatan dibawa naik dulu terus digerogotin pelan2 sampai 
> akhirnya bisa real bull lagi, bukan bull2-an.
>
> Jadi komoditas harus ditarik terus ... caranya dengan cetak uang terus, uang 
> baru bukan buat kasih loan ke perusahaan tapi buat bikin permainan ini terus 
> menarik. Oil mungkin bisa dimainkan, katanya itu cuma permainan kontrak saja 
> ...
>
> Hasil uang ini yang dipakai buat bayar hutang US ...
>
> Sekarang kembali ke IDR. IDR menguat karena memang asing masuk buat 
> menggoreng ... setelah IDR cukup kuat, mereka keluar pelan2. (postingan 
> kura-kura BUMI).
>
> Kenapa BI tidak cetak uang saja. Mungkin kalau menjatuhkan mata uang sama aja 
> dengan menjual asset negara, jadi serba susah. Tapi ya sama aja, asing mulai 
> membodohin masyarakat melalui permainan pasar modal.
>
> Yang penting hati2 saja, jangan taruh investasi seumur hidup 100% di saham 
> kecuali siap menaggung resikonya ...
> mungkin menjadi trader akan lebih beruntung daripada investor beberapa th ke 
> depan ...
>
> Elaine sedang bawa kumbang2 baru bukan hanya dari dalam negri tapi juga dari 
> negara2 lain masuk kesini, untuk dikerjain hihihi ...
> Caranya ya itu menunjukkan berbagai data ekonomi yang bagus2. Apa iya kalau 
> US sakit, negara lain berkembang sendiri. Buktinya 2008 kemarin.
>
> Tapi ini bisa juga salah loh pak. Cuma sekedar hipotesa.
>
>
>
> --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, lkm jkt <lkm...@...> wrote:
>>
>> Pak Hendra.
>>
>> Bisakah bapak jelaskan dengan bahasa yg sederhana (maaf pendidikan pas
>> pasan)
>>
>> Lukman

Kirim email ke