Masih dong pak . Kalo bisa cenggo mau tambah lagi nih
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "JsxTrader™" <jsxtra...@yahoo.com>

Date: Sun, 24 May 2009 04:08:05 
To: <obrolan-bandar@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ob] Mega Berani Target Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen


Wooiii..., kemana aja?? BUMI dah noceng tuh.... Masih pegang gak? Hehe..


Powered by TLKM BullBerry®

-----Original Message-----
From: Felicia Rumondor <felicia_rumon...@yahoo.com>

Date: Sat, 23 May 2009 19:35:57 
To: <obrolan-bandar@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ob] Mega Berani Target Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen


Pada perhatiin ngga sih beberapa kali mega ditanya apa eh jawabnya apa...jaka 
sembung bawa gitar..ngga nyambung jreng

--- On Sat, 5/23/09, Cak Osop <be_tra...@yahoo.com> wrote:

From: Cak Osop <be_tra...@yahoo.com>
Subject: Re: [ob] Mega Berani Target Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen
To: obrolan-bandar@yahoogroups.com
Date: Saturday, May 23, 2009, 11:50 AM











    
            
            


      
      Teman 2 mungkin kita juga tidak bisa menghakimi/memandan g rendah
Target pertumbuhan ekonomi 10% Bu Mega 
Btw  kita gak tau kan siapa dibelakang mega /calon wakilnya adalah anak begawan 
ekonomi kita Sumitro. asal tau saja beliau masih eksis dengan memiliki sumitro 
center yang saya tahu banyak melakukan analisa 2 dan research 2 yang banyak 
dijadikan
sumber data baik Pemerintah, swasta maupun mahasiswa2 jadi kesimpulan saya 
target Bu Mega tidak sembarangan dan MUngkin lebih tau dari kita 

Jabat Erat

Cak Osop 

--- On Sat, 5/23/09, Matt Nowo <inf...@gmail. com> wrote:

From: Matt Nowo <inf...@gmail. com>
Subject: Re: [ob] Mega Berani Target Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen
To:
 obrolan-bandar@ yahoogroups. com
Date: Saturday, May 23, 2009, 11:14 AM








    
      
      
     Makroekonomi 101:
Pertumbuhan ekonomi = pertumbuhan GDP (=Y) 
Y = C + I + (G - T) + (X - M)
Mana yg menjadi source of growth nya?
C (konsumsi swasta) kah?
I (investasi swasta) kah?
(G - T) = sektor pemerintah kah?
(X - M) sektor luar negeri kah?
Laahh semua sektor tsb sedang melemah. Mungkinkah?

Kalau asumsinya ICOR Indonesia = 3 maka diperlukan 3 x tambahan sumber 
pendanaan dari pertumbuhan GDP. Jumlah yg sangat gedheeee....
Sent from my BearBerry®
powered by ISAT  TLKMFrom:  Coderman 
Date: Sat, 23 May 2009 17:42:37 +0700
To: <obrolan-bandar@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [ob] Mega Berani Target Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen
                           pertumbuhan ekonomi tinggi itu yg spt apa ya?

 apa brarti :
- naek gaji tinggi
- bahan makanan
 pokok jadi murah
- transport jadi murah
- pendidikan murah 
- semua pada punya tabungan yg  banyak 
- cari uang jadi gampang spt di cina . smua orang tua muda pada punya saham

atau bgimana indikator alat ukur biar bisa keluar angka 8,9, 10 ,11,12 tsb ?



On 5/23/09, Putera Aja <putera...@yahoo. com> wrote:                            
                 

               Ya elah...
Yg jawab paling ngaco, paling berani umbar janji...

--- On Sat, 5/23/09, Yudizz <yudiz...@gmail. com> wrote:

From: Yudizz <yudiz...@gmail. com>
Subject: [ob] Mega Berani Target Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen
 To: obrolan-bandar@ yahoogroups. com
Date: Saturday, May 23, 2009, 8:45 AM

                               JAWA POS – Politika  http://www..jawapos. 
com/halaman/ index.php? act=showpage&kat=5      [ Sabtu, 23 Mei 2009 ]   Mega 
Berani Target Pertumbuhan Ekonomi 10 Persen  
 Lebih Optimistis Dibanding JK dan SBY 
 
JAKARTA  - Megawati Soekarnoputri tak mau kalah oleh Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) dan Jusuf Kalla. Capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(PDIP)-Gerindra itu mematok target pertumbuhan dua digit pada 2013 atau lebih 
tinggi daripada capres lain.

 ''Saya sudah tanya ke Mas Bowo (Prabowo Subianto). Dia bilang dua digit. Kami 
menyebutnya itu bukan target, kalau semua program bisa kami laksanakan... Dan, 
kami yakin dua digit bukan hal yang mustahil,'' ujar Mega -sapaan Megawati- 
setelah dialog bertema Pilihan Presiden Bersama Kalangan
 Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hotel 
Shangri-La, Jakarta, kemarin..

 Selama dialog, Mega tampak santai. Meski datang bersama cawapresnya, Prabowo, 
Mega tampil sendirian menjawab pertanyaan pengusaha. Mega juga memanfaatkan 
acara itu untuk menjelaskan konsep ekonomi kerakyatan. Konsep itu adalah 
keinginan mengangkat potensi rakyat kecil sehingga kehidupannya menjadi lebih 
baik. "Saya melihat kadang-kadang saya sebagai ibu rumah tangga suka kesel. 
Kenapa sekrup sekecil ini buatan Tiongkok, bukan Indonesia . Kita harusnya 
malu, kita punya anak-anak yang menang di olimpiade fisika," lanjutnya.

 Dia juga menyorot tindakan represif aparat pemda yang main paksa dalam 
menggusur PKL (pedagang kali lima ) di beberapa tempat, termasuk di Surabaya . 
Dia mengaku kurang sreg dengan tindakan seperti itu. "Kok nggak bisa seperti di 
Singapura, dibuatkan tempat
 yang rapi dan baik bagi PKL. Tohperputaran bisnis mereka cepat,'' kata Mega.

 Seusai acara, Prabowo menambahkan, apabila kelak terpilih, dirinya tidak akan 
membuat target 100 hari pertama pemerintahan. Sebab, pemerintah bekerja selama 
lima tahun. Target 100 hari itu sekadar pencitraan. 

 Soal target pertumbuhan ekonomi dua digit, Prabowo optimistis terwujud. 
''Minimal 10 persen, saya perkirakan itu tercapai setelah empat tahun (2013). 
Tim ekonomi sudah kita siapkan,'' tutur ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

 Di tempat sama, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa 
meragukan target pertumbuhan ekonomi dua digit yang diusung Mega-Prabowo. 
Menurut dia, target tersebut amat sulit tercapai dalam waktu dekat.. ''Yang 
penting adalah implementasinya ke depan bagaimana? Kalau efisiensi bisa 
dilakukan, subsidi bisa dikurangi, kemudian dialihkan ke hal produktif, hal itu
 bisa saja tercapai," katanya.

 Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sutrisno Iwantono menambahkan, 
tema ekonomi kerakyatan yang diusung capres-cawapres belum rinci. ''Bagi saya, 
ekonomi kerakyatan itu riilnya mengangkat kesejahteraan pengusaha UMKM dan 
petani. Karena itu, diperlukan program konkret untuk UKM dan kaum tani," 
ujarnya.

 Sementara itu, dari kediaman Mega dilaporkan, tim sukses terus berkoordinasi 
menyiapkan deklarasi pencapresan di Bantar Gebang pada 24 Mei mendatang. Salah 
satunya, menyiapkan isu penyusunan APBN tandingan yang lebih memihak kepada 
petani, nelayan, dan buruh. 

 ''Soal ekonomi kerakyatan adalah gabungan dari program PDIP dan Gerindra. Kami 
ini kan koalisi prinsip, bukan bagi-bagi kekuasaan. Karena itu, kami akan 
membuat APBN yang berpihak kepada petani, nelayan, buruh, dan rakyat kecil
 lain,'' kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat ditemui sebelum 
rapat kemarin. 

 Beberapa pejabat teras kedua partai itu turut hadir. Dari PDIP, antara lain, 
Sekjen Pramono Anung, Wakil Sekretaris I Tim Kampanye Nasional Hasto 
Kristianto, Ketua DPP Puan Maharani. Sedangkan dari Gerindra ada Ketua Dewan 
Pembina Prabowo Subianto, Halida Hatta, dan Moerdiono. Ketua Umum Partai Buruh 
Sosial Demokrat Mochtar Pakpahan juga ikut hadir.

 Komitmen APBN yang pro wong cilik juga disuarakan Hasto Kristianto. Dia 
menegaskan, ekonomi kerakyatan tidak sekadar jargon. Tapi, program-program yang 
dibuat harus mampu mewujudkan perubahan bagi rakyat banyak. ''APBN kami akan 
sangat berbeda dengan yang dibuat SBY-JK selama ini. Kami lebih pro rakyat,'' 
katanya.. 

 Hasto menambahkan, tagline yang diusung pada deklarasi di Bantar Gebang, 
Bekasi,
 Minggu (24/5) itu adalah Mega-Prabowo Pro Rakyat. Substansi deklarasi dan 
kampanye itu, kata dia, adalah kebangkitan ekonomi kerakyatan. ''Akan ada 8 
ribu hingga 10 ribu orang yang hadir,'' katanya.

 Rapat kemarin langsung dipimpin oleh Megawati dan Prabowo. Rapat tersebut 
fokus pada strategi pencitraan dan pemenangan duet itu, termasuk pembentukan 
struktur di bawah. 

 Puan Maharani mengatakan, tim terbagi dalam tim lapangan dan tim pendalaman 
pemikiran. ''Kami akan langsung terjun ke lapangan soal ekonomi kerakyatan. Tim 
merupakan gabungan PDIP dan Gerindra,'' katanya. 

 Namun, rapat kemarin belum membicarakan kabinet dan bagi-bagi jatah kursi. 
"Yang terpenting adalah bagaimana merangkul rakyat."(wir/iw/aga/ agm)     
                                        
                                                                                
                                 
                                           
 

      


         
        
        


      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke