317 ribu itu kan yang langsung buka rekening sendiri.
Apa gak diitung mereka yang naro dana pensiun/reksadana di saham?
satu fund manager kaya jamsostek masa dihitung cuma satu, padahal
ditangannya ada nasib jutaan pekerja. belum pengelola-pengelola DPLK
lainnya.

selama perlindungan terhadap investor retail masih sekelas kasus SP, ngapain
juga ngurus sendiri dana. serahkan saja pada para raksasa yang bisa
berhadapan sama BOZZ

Q: Cumi-cumi mempunyai delapan kaki atau delapan tangan?


2009/6/10 Yudizz <yudiz...@gmail.com>

>
>
>  Kita ini cuma sebagian kecil Pak.
>
>
>
> Coba sekali2 kalo main ke galery tanyain satu2 tuh orang2, tahu milis
> Obrolan Bandar nggak? Saya yakin nggak banyak. Boro2 join milis, kebanyakan
> make komputer aja bingung.
>
>
>
> Sayang sekali para investor di BEI kebanyakan masih ‘old fashion’.
>
>
>
> Regards,
>
> Yudizz
>
>
>
>
>
> Powered by BEI Berbullish™
>
> May The BULL Be With You
>  ------------------------------
>
> *From:* obrolan-bandar@yahoogroups.com [mailto:
> obrolan-ban...@yahoogroups.com] *On Behalf Of *kusumo k
> *Sent:* Wednesday, June 10, 2009 7:44 PM
> *To:* obrolan-bandar@yahoogroups.com
> *Subject:* Re: [ob] Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Cuma 317 Ribu
> Indro Bagus SU - detikFinanc
>
>
>
>
>
>
> di OB ada 8000 an, belum lagi yang nguping dari member OB...
> Jadi power lumayan dong :)
>
> 2009/6/10 <h...@bumianyar.net>
>
>
>
> Jadi bursa kita yg paling menyedihkan. Setahu sy jumlah 317rb investor itu
> hitung jumlah acc. Padahal 1 investor bisa punya 3 - 5 acc. Belum lagi yg
> acc gak aktif.
>
> Thz
> Hans
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>  ------------------------------
>
> *From*: "Kidod25"
> *Date*: Wed, 10 Jun 2009 10:37:44 -0000
>
>
> *To*: <obrolan-bandar@yahoogroups.com>
>
> *Subject*: [ob] Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Cuma 317 Ribu Indro
> Bagus SU - detikFinanc
>
> KASUS SP, ANTA BOGA DLL kaga beres jangan harap dah ...
>
> Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Cuma 317 Ribu
> Indro Bagus SU - detikFinance
>
> Jakarta - Setelah berdiri selama puluhan tahun, jumlah investor di Bursa
> Efek Indonesia (BEI) rupanya masih tergolong minim, hanya sekitar 317 ribu
> investor saja. Padahal ketahanan pasar modal terhadap guncangan juga
> didukung oleh jumlah investor yang memadai.
>
> "Jumlah investor di Indonesia baru sekitar 317 ribu saja," ujar Direktur PT
> Trimegah, Rosinu di Sari Kuring SCBD, Jakarta, Rabu (10/6/2009).
>
> Menurut Rosinu, hal itu menjadi salah satu penyebab mengapa pasar modal
> Indonesia cenderung lemah terhadap guncangan. Wajar saja jika gerak
> saham-saham di lantai bursa sangat bergantung pada pergerakan investasi
> asing.
>
> "Bisa kita lihat ketika asing pergi saat krisis, nilai transaksi menyentuh
> Rp 1 triliun saja sulitnya minta ampun. Ini karena jumlah investor kita
> sangat sedikit. Kalau investor lokal kita banyak dan kuat, tentu tidak akan
> semudah itu goyang," jelas Rosinu.
>
> Rosinu mengatakan, melihat kondisi seperti saat ini, tentu menambah jumlah
> investor dengan cara konvensional sulit dilakukan. "Kalau dengan cara
> konvensional kan harus buka cabang dulu, membayar gaji pegawai cabang dan
> sebagainya. Mahal sekali," ujarnya.
>
> Satu-satunya cara yang paling efisien dan efektif menurut Rosinu adalah
> mengembangkan fasilitas online trading. Fasilitas ini mengeliminir cara-cara
> konvensional.
>
> "Sekuritas cukup mengembangkan aspek IT dan infrastruktur untuk fasilitas
> online trading. Investor pun tidak perlu repot-repot menghubungi trader
> untuk bertransaksi. Investor bisa mengeksekusi sendiri transaksi yang
> dinginkannya," ujar Rosinu.
>
> Sementara dengan online trading, sekuritas cukup menyediakan layanannya,
> investor bisa bertransaksi di mana pun secara mandiri.
>
> "Dengan berkembangnya online trading, tentu jumlah investor akan meningkat
> cepat dan akan mendorong perusahaan-perusahaan masuk bursa lebih banyak. Ini
> akan meningkatkan penetrasi pasar modal Indonesia terhadap PDB," ujarnya.
>
> Sebagai catatan, penetrasi kapitalisasi pasar seluruh emiten di BEI
> terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tergolong rendah dibanding
> negara-negara lainnya di kawasan Asia. Penetrasinya baru sebesar 19,43% di
> tahun 2008.
>
> "Itu rendah sekali, dibawah Filipina. Padahal dari segi likuiditas kita
> lebih besar dari Filipina," ujar Rosinu.
>
> Posisi PDB Indonesia tahun 2008 sebesar US$ 511,765 miliar. Nilai
> kapitalisasi pasar seluruh emiten di BEI tahun 2008 sebesar US$ 99,453
> miliar atau sekitar 19,43% dari PDB.
>
> Bandingkan dengan Hong Kong yang memiliki PDB sebesar US$ 215,559 miliar.
> Nilai kapitalisasi pasar emiten di Hong Kong mencapai US$ 930,148 miliar,
> atau 431,51% dari PDB.
>
> PDB Singapura sebesar US$ 181,939 miliar. Kapitalisasi pasarnya mencapai
> US$ 170,292 miliar atau sekitar 93,6% dari PDB.
>
> Malaysia menempati posisi ketiga dalam hal penetrasi pasar modal ke PDB.
> Posisi PDB Malaysia sebesar US$ 222,219 miliar. Kapitalisasi pasarnya
> mencapai US$ 134,841 miliar atau sekitar 60,68% dari PDB.
>
> PDB Korea Selatan sebesar US$ 947,010 miliar. Kapitalisasi pasarnya sebesar
> US$ 457,127 miliar atau sebesar 48,27% dari PDB.
>
> Jepang menduduki peringkat kelima. PDB Jepang sebesar US$ 4,923 triliun.
> Kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1,885 triliun atau sekitar 38,28% dari
> PDB.
>
> PDB Thailand sebesar US$ 273,248 miliar, kapitalisasi pasarnya mencapai US$
> 99,611 miliar atau sekitar 36,45% dari PDB.
>
> PDB Filipina sebesar US$ 168,580 miliar, kapitalisasi pasarnya sebesar US$
> 35,364 miliar atau setara dengan 20,98% dari PDB. Indonesia menempati posisi
> terbawah dari perbandingan sejumlah negara tersebut.
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke