ADB Tetap Akan Beri Pinjaman jika Pemerintah Memintanya 
---------------------------------
 
     Kamis, 25 Januari 2007 17:06:31
 StockWatch (Jakarta) - Bank Pembangunan Asia (ADB) tidak mempersoalkan apapun 
format yang akan dilakukan pemerintah untuk mendapatkan pinjaman luar negeri. 
ADB akan mengikuti format yang diinginkan pemerintah.

Principal Economist Indonesia Resident Mission ADB, Ramesh Subramaniam dan 
Principal Programs Coodinator Indonesia Resident Mission ADB, A Barend 
Frielink, mengatakan hal itu usai bertemu Menteri Koordinator Bidang 
Perekonomian, Boediono, Kamis (25/1). "Jadi tidak begitu penting formatnya 
bagaimana. Jadi apapun format yang diinginkan pemerintah, kita ok saja," kata 
Ramesh.

Pertemuan ADB dengan Menko Perekonomian itu terkait pernyataan Presiden bahwa 
Indonesia akan membubarkan forum negara-negara donor yang tergabung dalam 
Consultative Group on Indonesia.

Menurut Ramesh, dari sudut pandang CGI, ADB dan lembaga donor lainnya, banyak 
kesempatan untuk berbicara dengan pemerintah. Ada pertemuan tahunan tentang 
country strategy. "Jadi memang terserah pemerintah Indonesia, itu hak 
prerogatif mereka, bagaimana membahasnya dengan donor dan kreditur. Jadi 
terserah panduan dari pemerintah," ujar Ramesh.

Ia menjelaskan, ADB dan pemerintah di luar forum CGI itu kerap bertemu dan 
berkonsultasi tentang perekonomian Indonesia. Menanggapi pertanyaan apakah ADB 
akan mengurangi pinjaman luar negeri dimana biasanya dalam forum CGI, ADB 
mengucurkan dana sebesar US$ 1 miliar, Ramesh mengatakan ADB tetap akan 
meminjamkan Indonesia kalau pemerintah meminta. "Jumlah yang kita berikan akan 
tetap tergantung kebutuhan pemerintah dan kesiapan proyek-proyek," katanya.

Ramesh mencontohkan, tahun lalu ADB memberikan pinjaman baru senilai US$ 710 
juta untuk pembiayaan sejumlah proyek baik publik maupun swasta. Jadi 
tergantung pemerintah, ADB akan memberikan dalam bentuk kombinasi pinjaman dan 
hibah. "Pinjaman juga ada yang berbasis pasar dan ada yang pinjaman lunak," 
katanya.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shin Ebihara usai bertemu 
Menko Perekonomian hari ini, mengatakan pihaknya akan menyampaikan kemungkinan 
diubahnya forum CGI kepada pemerintah Jepang.
"Setelah mendapat tanggapan dari Tokyo, kita akan memberi keterangan dan nanti 
Tokyo yang akan menanggapi langsung," katanya. (Herman Susanto)
 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke