Cape! MAPPI aja di beli

--- On Sat, 6/20/09, Halim Perdana <ir_r...@yahoo.com> wrote:

From: Halim Perdana <ir_r...@yahoo.com>
Subject: Re: [ob] MAPPI: Akuisisi Dewa-Pendopo Untungkan BUMI
To: obrolan-bandar@yahoogroups.com
Date: Saturday, June 20, 2009, 11:04 AM











    
            
            


      
      Buka gap up, pada masuk, habis itu terus diturunin lagi ke harga closing 
kemarin.





From: Data Saham <datasahamku@ yahoo.com>
To: junior_trader@ yahoogroups. com
Sent: Friday, June 19, 2009 4:49:52 PM
Subject: [ob] MAPPI: Akuisisi Dewa-Pendopo Untungkan BUMI







Besok Senin bakal ada Panic Buying BUMI :))


VIVAnews - Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) menilai akuisisi PT 
Pendopo Energi Batubara dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berpotensi menguntungkan 
PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Hal itu karena term pembayaran pada akuisisi tersebut jika dibukukan pada harga 
saat ini (present value) cukup rendah. Selain itu, pembayaran tahap akhir juga 
mensyaratkan target produksi. 

"Jika Pendopo atau Dewa tidak mencapai target, Bumi bisa menurunkan nilai 
akuisisinya, " kata Ketua Tim Penilai MAPPI untuk transaksi akuisisi oleh Bumi 
Resources, Saiful M Ruky, saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, 
Jakarta, Jumat 19 Juni 2009.  

Saiful menambahkan, transaksi Bumi Resources sudah dinyatakan tidak terafiliasi 
dengan ketiga perusahaan yang diakuisisinya. Pernyataan tidak terafiliasi itu 
berasal dari pendapat hukum (legal opinion)
 penilai independen Bumi Resources, Yanuar Bey.
 
Dia melanjutkan, penilaian MAPPI terhadap ketiga perusahaan yang diakuisisi 
Bumi Resources sudah rampung. Akuisisi PT Fajar Bumi Sakti dinilai lebih mahal 
sekitar Rp 370 miliar. Sementara itu, nilai akuisisi Pendopo Energi Batubara 
dan Darma Henwa dianggap sesuai harga pasar. 

Bumi Resources secara tidak langsung telah mengakuisisi 44 persen saham Darma 
Henwa. Perseroan juga mengambilalih 77 persen saham Fajar Bumi Sakti dan 
Pendopo Energi Batubara sebesar 85 persen. 

Akuisisi Dewa membutuhkan dana Rp 2,41 triliun, Fajar Bumi Rp 2,47 triliun, dan 
Pendopo Rp 1,3 triliun.




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke