Akur Pak Oen, tapi tolong bilangin sama sopirnya, nyetirnya jangan ugal-ugalan. 
Kalo bisa nyetirnya yang rada elegan gitu. Heu..he...he..


  ----- Original Message ----- 
  From: oentoeng_q 
  To: obrolan-bandar@yahoogroups.com 
  Sent: Thursday, February 15, 2007 2:34 PM
  Subject: OFF LOAD BARANG.....Re: [obrolan-bandar] Re: Cuman beda 
STRATEGI........Timah (T


  Begitulah P. James...
  Yang jelas mulai hari ini saya ingin melihat perlombaan BALAPAN 
  antara PGAS, ANTM sama TINS.
  Dan jangan LUPA SOPIR-nya sekarang lagi di megang KEMUDI di ANTM!!!

  Ini cuman mau nunjukkin....who is the Market Movers?
  Apapun sahamnya yg penting SOPIRNYA....
  Ya nggak bozz???

  --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, "James Arifin" 
  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Berita tiap hari keluar untuk convince common people to buy TINS 
  sehingga
  > Bandar bisa offload barangnya, masalahnya bila demand tidak ada 
  maka
  > alternatifnya adalah create demand, dan salah satu cara create 
  demand adalah
  > dengan mengeluarkan berita .... so Sell on News
  > 
  > On 2/15/07, alfanendya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > >
  > > PT Koba Tin Rugikan Negara Lebih Rp 15 Triliun
  > > Dua Kolektor Susul Mathias
  > > Kamis, 15 Feb 2007 01:59
  > >
  > > PANGKALPINANG -- Setelah tiga jajaran direksi PT Koba Tin 
  dijadikan
  > > tersangka, kini dua kolektor yang biasa memasok pasir timah ke 
  Koba Tin
  > > bakal menyusul. Saat ini penyidik dari Bareskrim Mabes Polri 
  terus
  > > mengintensifkan pemeriksaan saksi-saksi.
  > > Dalam jumpa pers, Yusuf didampingi Kabareskrim Mabes Polri 
  Komjen Bambang
  > > Hendarso, Deputi Operasional (Deops) Irjen FX SUnarno dan Kadiv 
  Humas Irjen
  > > Pol Sisno Adiwinoto. Tampak pula Direktur V Tipiter Brigjen Pol 
  Drs Tukarno,
  > > Kapolda Kepulauan Babel Brigjen Pol Drs Imam Sudjarwo MSi, Wadir 
  V Tipiter
  > > Kombes Drs Hadyatmoko serta Direktur dari Departemen Energi 
  Sumber Daya
  > > Mineral dan Direktur Departemen Kehutanan.
  > >
  > > Dalam keterangan resmi kemarin, Yusuf menegaskan bahwa PT Koba 
  Tin diduga
  > > melakukan tindak pidana pertambangan dengan cara membuat 
  perjanjian imbal
  > > jasa dengan 42 kolektor. Perusahaan tersebut juga diduga telah 
  melakukan
  > > penambangan di luar kontrak karya. Dimana dalam modus 
  operandinya, PT Koba
  > > Tin menerima pasir timah dari kolektor yang diambil dari luar 
  kontrak karya
  > > yang dimiliki PT Koba Tin.
  > >
  > > Dalam praktiknya, lanjut Yusuf, PT Koba Tin membuat perjanjian 
  dengan
  > > pihak kedua dan kontraktor dengan mendapat imbal jasa untuk 
  melakukan
  > > penambangan di wilayah kontrak karya PT Koba Tin. Namun kata 
  Yusuf,
  > > perjanjian yang dibuatnya itu hanya formalitas.
  > >
  > > "Pihak kedua melakukan penambangan tanpa izin di luar kontrak 
  karya PT
  > > Koba Tin dan hasilnya diterima PT Koba Tin dengan memberikan 
  imbal jasa
  > > berupa uang. Disamping itu PT Koba Tin dengan sengaja tidak 
  melaksanakan isi
  > > perjanjian," ungkap Yusuf.
  > >
  > > Dalam kasus ini, menurut Yusuf, PT Koba Tin telah melanggar 
  pasal 31 (1)
  > > UU No 11 tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Pertambangan, dan 
  pasal 480 KUHP
  > > tentang penadahan. Bahkan dikemukakan Yusuf, penyidik Bareskrim 
  telah
  > > periksa 16 orang saksi dari PT Koba Tin, 19 orang kolektor, 
  sembilan orang
  > > dari tambang ilegal, satu orang dari PT Timah dan mendengar 
  keterangan ahli
  > > dari Departemen ESDM dan Departemen Kehutanan.
  > >
  > > Yusuf mengatakan, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan
  > > dikembangkan dugaan tindak pidana mengenai lingkungan hidup.
  > >
  > > Sementara Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Drs Bambang Hendarso
  > > mengungkapkan, bentuk barang yang sudah dioperasikan PT Koba Tin 
  dan saat
  > > ini sedang diamankan nilainya sekitar Rp 1,2 triliun.
  > >
  > > Dari perhitungan sementara oleh Irwasum, kerugian negara akibat
  > > penambangan ilegal PT Koba Tin mencapai Rp 12 triliun-Rp 15 
  triliun.
  > >
  > > "Kerugian negara dalam tiga tahun yang dijalankan ini diduga 
  dilakukan
  > > dengan modus, pada tahun I masih berjalan sesuai dengan normal. 
  Namun bila
  > > dua tahun saja, kerugian diperhitungkan hampir antara Rp 12 
  triliun - Rp 15
  > > triliun," ungkapnya.
  > >
  > > Jumlah kerugian tersebut menurut Bambang, baru dihitung dalam 
  asumsi dari
  > > perhitungan barang yang berhasil disita, kerja sama dengan 
  kolektor, yang
  > > berhasil dijual tanpa melalui prosedur yang benar sehingga 
  royalti tidak
  > > diselesaikan. Sedangkan harga timah sampai Rabu (14/2) sudah 
  mencapai
  > > 13.000 US dolar permetrik ton. Sebelumnya hanya 8.000 US dolar 
  permetrik
  > > ton.
  > >
  > > Bambang juga mengemukakan bahwa 42 kolektor PT Koba Tin tidak 
  sesuai
  > > dengan ketentuan perjanjian dalam kontrak karya.
  > > "Pasir timah yang masuk dari sekitar 42 kolektor yang ilegal 
  sebanyak
  > > 3.000 ton perbulan. Sedangkan pasir timah yang diambil dari 
  wilayah
  > > kontrak karya PT Koba Tin dalam satu bulan hanya sebanyak 200 
  ton," jelas
  > > Bambang.
  > >
  > > Wadir V Tipiter Kombes Drs Hadyatmoko menambahkan, hingga saat 
  ini ada
  > > satu dari empat tanur milik PT Koba Tin tetap beroperasi. Tanur 
  ini
  > > dibolehkan beroperasi karena bahan bakunya diperoleh dari 
  tambang legal.
  > > Sedangkan tanur lainnya yang bahan bakunya diduga dari luar 
  kontrak karya
  > > sudah tidak ada kegiatan sejak disegel beberapa waktu lalu.
  > >
  > > "Hanya satu tanur yang beroprasi, dan tiga tanur lainnya 
  berhenti dengan
  > > sendirinya karena bahan bakunya sudah tidak ada," katanya.
  > >
  > > Sedangkan Kapolda Babel Brigjen Pol Drs Imam Sudjarwo mengatakan 
  saat ini
  > > penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap mitra PT Koba Tin 
  termasuk
  > > para kolektor pasir timah.
  > > "Penyidik masih periksa sebanyak dua orang kolektor dari 48 
  saksi," jelas
  > > Imam yang belum mau menyampaikan nama kolektor yang akan 
  ditetapkan sebagai
  > > tersangka.
  > >
  > > Imam menambahkan, mereka yang melakukan usaha pertambangan timah 
  ada
  > > kewajiban untuk mereklamasi lahan yang menjadi Kuasa Penambangan 
  (KP)-nya.
  > >
  > > "Kalau nanti tidak bisa melaksanakan reklamasi, bisa dikenakan 
  masalah
  > > lingkungan hidup. Dan ini akan dikembangkan oleh penyidik," 
  tandas Imam.
  > >
  > > *Melibatkan Dephut*
  > >
  > > Dalam penyidikan kasus pertambangan di Babel, ada beberapa 
  tindak pidana
  > > yang dilanggar termasuk lingkungan hidup. Penyidik menemukan ada
  > > pertambangan dilakukan di area hutan produksi yang digunakan 
  untuk kegiatan
  > > pertambangan liar.
  > >
  > > Karena itu penyidik dari Bareskrim Mabes Polri mengikutsertakan 
  tim dari
  > > Departemen Kehutanan (Dephut) untuk membantu penyidikan kasus 
  pertambangan
  > > di daerah ini.
  > >
  > > "Kita akan lihat juga. Bahkan kita juga sudah ukur dengan GPS. 
  Kalau nanti
  > > penambangan di dalam hutan produksi maka akan kita sikapi. Namun 
  itu akan
  > > kita lihat dulu dari hasil pengukuran tim," kata Kasubdit 
  Penyidikan dan
  > > Perlindungan Hutan Departemen Kehutanan M Awria Ibrahim ditemui 
  Bangka Pos
  > > Group, Rabu (14/2) di Mapolda Babel.
  > >
  > > Awria menegaskan pelaku penambangan harus mereklamasi lahan yang
  > > ditambang. Kalau tidak direklamasi itu termasuk pelanggaran dan 
  akan
  > > diselidiki oleh tim penyidik.
  > >
  > > "Jadi yang punya izin untuk kasus pertimahan sudah direklamasi. 
  Dan kita
  > > sudah coba di beberapa tempat di Bangka dari tahun 70-an, namun 
  hasilnya
  > > tidak begitu memuaskan," ujarnya.
  > >
  > >
  > > --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com, "James Arifin" 
  <james.arifin@>
  > > wrote:
  > > >
  > > > baiknya jangan terlalu greedy yah ... wong resistennya sudah 
  jelas2
  > > > ditontonin ... kok maksa ... hehehh ... tunggu aja di 7900-8100
  > > (rekomendasi
  > > > Danareksa hari ini) atau sekalian tungguin di gap besarnya di 
  5900.
  > > >
  > > > On 2/15/07, agoes_htm agoes_htm@ wrote:
  > > > >
  > > > > Thanks atas semua analisanya.Saya hanya ingin menambahkan 
  saja.
  > > > >
  > > > > Saya jadi teringat sama PGAS tahun lalu.. dimana harganya 
  juga naik
  > > > > trus mulai dari awal tahun dimana PGAS juga salah satu BUMN.
  > > > > 65% saham Timah dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan 
  merupakan satu-
  > > > > satunya perusahaan yang memiliki izin untuk ekspor ke negara 
  Asia
  > > > > Tenggara.
  > > > >
  > > > > Berdasarkan data perusahaan konsultasi besi yang berbasis di 
  London,
  > > > > CRU, Timah dan Koba Tin merupakan perusahaan enam besar 
  dunia untuk
  > > > > sektor pertambangan timah pada 2005.
  > > > > "Jika Timah memenuhi target produksi tahun ini, maka BUMN 
  itu akan
  > > > > mengambil alih posisi Kunming yang merupakan produsen 
  terbesar dunia
  > > > > yang berbasis di China," ujarnya.
  > > > >
  > > > > Ditambah lagi PT Koba Tin berhenti operasi, otomatis Timah 
  menjadi
  > > > > pemain monopoli.. dengan hal ini kejadian TINS akan sama 
  dengan PGAS
  > > > > tahun lalu..
  > > > >
  > > > > Tembus ke level 11 ribuan bukan hal yang mustahil.
  > > > >
  > > > > Peace
  > > > >
  > > > > --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com<obrolan-bandar%
  40yahoogroups.com>,
  > > > > "laven_28" laven_28@
  > > > > wrote:
  > > > > >
  > > > > > COGS nya Tins kagak perlu pake hitung2an...harga beli 
  pasir timah
  > > > > > udah ditentukan paling mahal 60rb (SN72), itu tinggal 
  dilebur udah
  > > > > > jadi Balok siap export paling tambah costnya kagak lebih 
  dari 10%..
  > > > > >
  > > > > > sekedar info, P.t. Kobatin setiap bulannya dapet 3000 ton 
  pasir
  > > > > > timah dari colector2...dari KPnya dia cuman 200an ton 
  sebulan...
  > > > > > makanya dia kagak bisa operasi skrg.. (skrg dia cuma bisa 
  jalan 1
  > > > > > tanur aja dari 4 tanur yg ada)..
  > > > > >
  > > > > > Jadi yang 3000 ton perbulan itu bakal timah yang ambil 
  dengan harga
  > > > > > yang sudah FIX tersebut......
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > >
  > > > > > --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com<obrolan-bandar%
  40yahoogroups.com>,
  > > > > Frederick Schubert
  > > > > > <pemainbesar@> wrote:
  > > > > > >
  > > > > > > i do really enjoy reading discussions on TINS.... you 
  guys are
  > > > > > good analysts.....
  > > > > > > hehehehehe
  > > > > > >
  > > > > > > Karno Edy <karno.edy@> wrote:
  > > > > > > COGSnya $8ribu, kalo ditambah biaya2 lainnya :
  > > > > > penjualan, administrasi etc berapa .. akhirnya operating 
  profit
  > > > > > berapa ?
  > > > > > > Waktu ane masih kerja di prsh sekuritas TINS sempat 
  dikabarkan
  > > > > > mau bangkrut karena harga timah melempem, cost bisa lebih 
  tinggi
  > > > > > dari harga jual pada 3 s/d 5 ribu/ton. (waktu itu energi 
  masih
  > > > > > murah, ane hitung2 TINS BEP kalo harga timah 4000/ton).
  > > > > > > Sekarang harga timah maupun TINS naik banyak.
  > > > > > >
  > > > > > > Hitungannya gak masuk akal, means harga timah naik 50% 
  EPS naik
  > > > > > 175%?
  > > > > > > Kemungkinan : Setiap kenaikan harga timah sekian $, 
  profit TINS
  > > > > > akan naik sekian juta rupiah.
  > > > > > >
  > > > > > > Cheers,
  > > > > > > Karno
  > > > > > >
  > > > > > > ----- Original Message -----
  > > > > > > From: alfanendya
  > > > > > > To: obrolan-bandar@yahoogroups.com<obrolan-bandar%
  40yahoogroups.com>
  > > > > > > Sent: Thursday, February 15, 2007 8:06 AM
  > > > > > > Subject: OFF LOAD BARANG.....Re: [obrolan-bandar] Re: 
  Cuman
  > > > > beda
  > > > > > STRATEGI........Timah (T
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > > Kan ada yang namanya Break Even Point Om :-). Delivered 
  cost
  > > > > > per tonne (COGS) sekitar $8 ribu/ton. Menurut DBS, setiap 
  kenaikan
  > > > > > 5% harga timah akan menyebabkan EPS naik 17,5%. Sekarang 3 
  month
  > > > > > LME tin di 12.700.
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > > --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com
  > > <obrolan-bandar%40yahoogroups.com>,
  > > > > "Karno Edy" <karno.edy@>
  > > > > > wrote:
  > > > > > > >
  > > > > > > > Kalo bicara laporan tahun 2006, ane optimis EPSnya gak 
  akan
  > > > > > nyampe separo dari EPSnya ANTM
  > > > > > > >
  > > > > > > > Ane bilang gak efisien kenapa ? Ini soal perbandingan 
  kinerja
  > > > > > sama-sama sebelum tambang liar diterbitkan. Rata-rata 
  harga jual
  > > > > > naik tapi laba bersih turun banyak (bandingkan setengah 
  tahun 2006
  > > > > > dgn 2005)
  > > > > > > >
  > > > > > > > Sekarang setelah tambang liar ditertibkan ane percaya 
  ada
  > > > > > perbaikan kinerja.
  > > > > > > > Tapi soal harga di pasar, murni kerjaan market maker. 
  Timah
  > > > > awal
  > > > > > 2005 aja sudah 7500 s/d 8000an sampe sekarang baru naik 60%
  an.
  > > > > > Bandingkan nickel yg naik 200%an. Tapi TINS jumlah 
  sahamnya sedikit
  > > > > > lebih gampang digoreng. Setengah tahun sudah naik 300 %an.
  > > > > > > >
  > > > > > > > Good luck.
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > > ----- Original Message -----
  > > > > > > > From: Investor Bonex
  > > > > > > > To: obrolan-bandar@yahoogroups.com
  > > <obrolan-bandar%40yahoogroups.com>
  > > > > > > > Sent: Wednesday, February 14, 2007 5:17 PM
  > > > > > > > Subject: OFF LOAD BARANG.....Re: [obrolan-bandar] Re: 
  Cuman
  > > > > beda
  > > > > > STRATEGI........Timah (TINS IJ, BUY --- TP 11.000)
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > > Thanks All...
  > > > > > > >
  > > > > > > > Jika dulu harganya 55 rb dan sekarang sekitar segitu, 
  dari sisi
  > > > > > COGS Timah tetap dunk, artinya gain yg diterima PT Timah 
  adalah
  > > > > > murni dari kenaikan harga di market.
  > > > > > > >
  > > > > > > > Menurut ogut, saat ini sepertinya Bandar2 yg ngumpulin 
  di harga
  > > > > > 2000 dan 4000 lagi pingin pelesiran, so muatan harus di 
  turunkan
  > > > > > dulu biar agak ringan. Nunggu lapkeu 4Q, seberapa effisien 
  PT Timah
  > > > > > beroperasi, thus dari situ baru ketahuan going NORTH or 
  SOUTH...
  > > > > > > >
  > > > > > > > Jst my 2 cent
  > > > > > > >
  > > > > > > > alfanendya alfanendya@ wrote:
  > > > > > > > Menurut PT Timah, para penambang inkonvensional (TI) 
  masih bisa
  > > > > > untung
  > > > > > > > walau mereka jual tin ore ke PT Timah seharga 4 ribu 
  $/MT. Jadi
  > > > > > tin
  > > > > > > > ore memang akan mengarah ke situ harganya.
  > > > > > > >
  > > > > > > > --- In obrolan-bandar@yahoogroups.com
  > > <obrolan-bandar%40yahoogroups.com>,
  > > > > "HERDIYANTO WIJAYA"
  > > > > > > > herdiyanto_wijaya@ wrote:
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > Kalau di pasaran waktu itu berkisar Rp 55.000/kilo 
  (kadar
  > > > > 70% -
  > > > > > 74%)
  > > > > > > > >
  > > > > > > > >
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > Thx.
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > ________________________________
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > From: obrolan-bandar@yahoogroups.com
  > > <obrolan-bandar%40yahoogroups.com>
  > > > > > > > > [mailto:obrolan-bandar@yahoogroups.com
  > > <obrolan-bandar%40yahoogroups.com>]
  > > > > On Behalf Of Investor
  > > > > > Bonex
  > > > > > > > > Sent: Wednesday, February 14, 2007 2:31 PM
  > > > > > > > > To: obrolan-bandar@yahoogroups.com<obrolan-bandar%
  40yahoogroups.com>
  > >
  > > > > > > > > Subject: Re: [obrolan-bandar] Re: Cuman beda
  > > > > > STRATEGI........Timah (TINS
  > > > > > > > > IJ, BUY --- TP 11.000)
  > > > > > > > >
  > > > > > > > >
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > Sebelum terjadi penutupan smelter (kira2 pertengahan 
  2006),
  > > > > > kira2 Timah
  > > > > > > > > beli dari tengkulak pasir timah di harga brp per 
  kilonya ?
  > > > > > > > >
  > > > > > > > >
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > thanks
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > laven_28 laven_28@ wrote:
  > > > > > > > >
  > > > > > > > > Klo ngomong efisiensi,Harga pokok p.t. timah skrang 
  hampir
  > > > > > sama
  > > > > > > > > dengan harga beli pasir timah dari tambang rakyat....
  > > > > > > > > soalnya di Babel, sekarang p.t. Timah kebanyakan 
  cuman beli
  > > > > > > > > pasir
  > > > > > > > > timah, lebih murah ketimbang pake alat beratnya dia, 
  solar
  > > > > > > > > mahal.
  > > > > > > > > Tambang rakyat itu kebanyakan di areal KPnya dia...
  > > > > > > > > Harga belinya paling murah 39rb, paling mahal 59rb 
  (pasir
  > > > > > timah
  > > > > > > > > kering) perkilo..
  > > > > > > > > Sebelum-sebelumnya, dia mesti saingan ama si koba 
  dan si
  > > > > > > > > smelter..
  > > > > > > > > Skrg saingan udah gak ada...
  > > > > > > > > Skrg juga Colector2 yg sebelumnya pada jualan ke si 
  Koba,
  > > > > skrg
  > > > > > > > > semuanya mesti jual ke si timah....
  > > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > >
  > > > > > > > -------------------------------------------------------
  ---
  > > > > -
  > > > > > -------------
  > > > > > > > Bored stiff? Loosen up...
  > > > > > > > Download and play hundreds of games for free on Yahoo! 
  Games.
  > > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > >
  > > > > > > ---------------------------------
  > > > > > > Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and
  > > > > > > always stay connected to friends.
  > > > > > >
  > > > > >
  > > > >
  > > > >
  > > > >
  > > >
  > >
  > > 
  > >
  >



   

Kirim email ke