Senin, 25/05/2009 21:09 WIB
Beringin Keramat Tumbang, 1 Mobil dan Warung Ringsek
Samsul Hadi - detikSurabaya


Kediri - Kejadian aneh terjadi di Simpang Empat Jimbun, Desa Pule, Kecamatan 
Kandat, Kabupaten Kediri. Tanpa ada angin dan hujan, sebuah pohon beringin yang 
diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun tiba-tiba tumbang, dan menimpa sebuah 
warung dan mobil.

Robohnya pohon beringin yang dikeramatkan warga tersebut terjadi, Senin 
(25/5/2009) sekitar pukul 19.00 WIB. 1 mobil yang tertimpa jenis Honda Accord 
bernopol AG 1930 AA berpenumpang 3 orang. Beruntung, pada saat kejadian 
ketiganya sempat lari sebelum mobil yang mereka tumpang tertimpa pohon. Selain 
mobil, 1 bangunan warung juga menjadi korban.

"Tadi kalau nggak salah kejadiannya sekitar jam 7. Nggak tahu apa sebabnya, 
pokoknya terdengar suara kretek-kretek, kami keluar dari mobil dan langsung 
brek pohonnya jatuh tepat di atas mobil saya," kata Bagus Adi Nugroho (37), 
pemilik mobil naas saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi kejadian.

Akibat dari kejadian tersebut, baik warung maupun mobil yang tertimpa hancur 
lebur. "Nggak tahu mas ini tadi mimpi apa. Perasaan ngga ada firasat akan sial, 
tapi kok nyatanya sial," imbuh Bagus.

Selain mengakibatkan 1 warung dan mobil hancur, tumbangnya pohon beringin 
keramat tersebut juga mengakibatkan kemacaten panjang. Jalur Kediri - Blitar 
macet total, hingga pengalihan jalur ke arah Blitar terpaksa dilakukan, degan 
melewati Kecamatan Wates.

Pantauan detiksurabaya.com di lokasi, hingga pukul 20.00 WIB, proses evakuasi 
pohon mash terus dilakukan. Puluhan petugas pemotong dengan menggunakan 2 
gerhaji mesin didatangkan oleh aparat kepolisian, guna mempermudah pekerjaan.

Secara terpisah, sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi kejadian justru 
mengkaitkan tumbangnya pohon beringin keramat tersebut dengan kejadian mistis 
yang mungkin akan terjadi. Hal ini tak lepas dengan penilaian jika lokasi 
tersebut dikenal angker, seiring dengan adanya Makam Ki Ageng Jimbun, salah 
seorang sesepuh desa yang diakui sebagai salah satu murid dari Pangeran 
Diponegoro.

"Yo seng jenenge pertondo iku kan iso teka endi ae asale. Sopo sing ngerti yen 
wet ambruk iki iso ugo pertondo arep enek opo-opo. (Yang namanya pertanda itu 
kan bisa darimana saja datangnya. Siapa yang tahu kalau pohon tumbang ini 
sebagai pertanda akan ada apa-apa)," celetuk Solikhin (54), salah satu warga 
yang tinggal di sekitar lokasi pohon tumbang.

(bdh/bdh)


      Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke