El kode sekuritasnya apa ya? ML? Sent from my BearBerry® powered by ISAT & TLKM
-----Original Message----- From: Rei <[email protected]> Date: Wed, 12 Aug 2009 06:48:45 To: <[email protected]> Subject: Re: [ob] Kapitalisasi BEI .*..intipin die ngeshort apaan.., ntar waktu die cover ikutan.., hehe..* Berarti *NYOPET* lagi dong pak? huehehehe 2009/8/11 JT™ <[email protected]> > > > Udaaahhh.., jangan pade ketagian nyopet, ini jamannya inpes.., minimal > SWING lah.., atau trend trading, gak usah nongkrong mulu di galeri..., > mending jalan2 ke mall.., hehe. > > Si EL bsk mau ngeshort tuh.., intipin die ngeshort apaan.., ntar waktu die > cover ikutan.., hehe.. > > Powered by TLKM BullBerry® > > “The only fundamental factor that really counts in the stock market is The > Law of Supply and Demand” > > ------------------------------ > *From*: "VF ™" [email protected] > *Date*: Tue, 11 Aug 2009 16:26:38 +0000 > *To*: Obrolan bandar<[email protected]> > *Subject*: Re: [ob] Kapitalisasi BEI > > Nah loh... Benerkan jawabannya.. Heheee.. > Prof kemane aje.. Seharian bingung neh kaga ada yg komando.. > > - VF - > > ------------------------------ > *From*: "JT™" [email protected] > *Date*: Tue, 11 Aug 2009 16:09:20 +0000 > > *To*: <[email protected]> > *Subject*: Re: [ob] Kapitalisasi BEI > > > > Tulisan2 Pak Jhony sangat menarik, tapi bikin investing dan trading SOUNDS > very complicated dan menyeramkan.., ane mah yang gampang-gampang aja dah.., > hidup udh susah jgn dibikin tambah susah.., trading and investing should be > fun and cuan... hehehe..., maap kalo salah ya. > > Powered by TLKM BullBerry® > > “The only fundamental factor that really counts in the stock market is The > Law of Supply and Demand” > > ------------------------------ > *From*: "VF ™" [email protected] > *Date*: Tue, 11 Aug 2009 15:30:52 +0000 > *To*: Obrolan bandar<[email protected]> > *Subject*: Re: [ob] Kapitalisasi BEI > > Enaknya prof JT neh yg ikut jawab... > Gw jamin jawabannya " yg penting volume".. Hahaaa... > Becanda bos.. Kabur ah... Wuussshhhh... > > - VF - > > ------------------------------ > *From*: nyari duit > *Date*: Tue, 11 Aug 2009 07:19:37 -0700 > *To*: <[email protected]> > *Subject*: Re: [ob] Kapitalisasi BEI > > > > Setuju Pak Hans.. > Saya termasuk golongan yang tidak jual beli tiap hari, apalagi > menit-menitan.. > > Bagaimana pun juga bursa saham menjadi barometer perekonomian suatu negara, > karena ada ekspektasi pelaku pasar disitu. > Dan biasanya pasar mendahului keadaan sesungguhnya, karena pelaku pasar > melihat kedepan (prediksi). Terlihat dengan tahun 1998 indeks turun, karena > diprediksikan krisis di 2009. Sekarang indeks naik, tentunya pelaku > pasar(dengan data-data yang ada) berharap Semester 2 2009 atau Semester 1 > 2010 sudah mu > > Untuk masalah emiten yang berlaku tidak benar, setiap laporan keuangan > tahunan perusahaan publik kan harus mendapatkan predikat wajar dari Akuntan > Publik.. > > Dan yang namanya laporan keuangan kan masing-masing perusahaan mempunyai > kebijakan-kebijakan tersendiri (Terdapat dalam kebijakan akuntasi), dan > tentunya harus sesuai dengan PSAK yang terkait. > > Sebagai contoh untuk perusahaan perdagangan, jika kebijakan akuntansinya > menggunakan FIFO dan LIFO saja akan menghasilkan laba usaha dan laba bersih > yang berbeda.. > > Jika ada perusahaan yang curang, menyajikan laporan keuangan yang tidak > benar, tentunya harus ditindak tegas, dan kalo perlu direktur keuangannya > dipidanakan. > > Saya sangat optimis dengan Pasar Modal, dan kekayaan saya lebih dari 50 % > saya investasikan aktif di Pasar Modal. > Dan saya sangat alergi dengan istilah "pemain", "main saham", dan konotasi > lainnya yang mengarahkan seakan-akan investasi saham itu judi.. > > > Salam, > > ND > > > > 2009/8/11 Hans Kwee <[email protected]> > >> >> >> Hem >> >> sy baru baca dan ikut berpendapat. >> pasar modal suka tidak suka menjadi parameter sebuah perekonomian nasional >> >> ketika pelaku pasar ber pendapat /berharap ekonomi membaik mereka membeli >> saham, sehingga harga naik. >> sisi lain pasar modal dan ihsg juga menjadi parameter beberapa dana besar >> yang ingin investasi di indonesia. >> ketika dia melihat index naik maka pasti ada expektasi pemulihan ekonomi >> >> disisi lain, kalau pemain ritel bergabung dan melakukan beli jual di pasar >> maka index kemungkinan besar gak akan kemana2 >> kita harus jujur index digerakan oleh modal besar baik fund, bd, >> perusahana publik, dll. >> ada ritel yang jual beli di pasar, tetapi berapa besar efeknya. apakah >> semua orang ritel jual beli setiap hari... >> >> ini pandagan sy peribadi >> >> terima kasih >> Hans >> >> >> >> 2009/8/11 Jhony Irawan <[email protected]> >> >>> >>> >>> Dear Millister, >>> >>> >>> Sekedar mau sharing aja. Saya selalu tergelitik setiap kali media >>> memberitakan mengenai Kapitalisasi pasar BEI atau total nilai transaksi per >>> tiap hari uang jumlah nya saya sendiri pusing membayankan banyak nya angka >>> nol di belakang komanya itu, seperti Rp 7 T, Rp 8 T dan rekor awal agustus >>> kemarin yg mencapai Rp 10 T, sebuah nilai yang luar biasa kalau cuma di >>> bayangkan saja. >>> >>> Namun adakah di antara kita yang berfikir apakah uang sebesar itu >>> benar-benar rela money atau hanya angka saja seperti halnya subsidi BBM yg >>> di berikan pemerintah kepada rakyat ? >>> >>> Please correct me if I am wrong, menurut saya angka itu adalah komulatif >>> dari seluruh transaksi yang terjadi per hari. >>> >>> Saya akan sedikit memberi illustrasi : >>> >>> - Kalau saya mempunyai uang Rp 300 juta yang saya bawa untuk ber >>> transaksi saham untuk hari ini, maka kejadiannya bisa saja seperti ini. >>> >>> - Uang Rp 300 juta saya itu begitu market buka, saya akan belikan seluruh >>> nya kepada saham pilihan saya yg tentunya setelah mendengar rumor, dengan >>> target begitu harga naik satu atau dua point saya akan jual. >>> >>> 10 menit setelah market buka perkiraan saya benar, lalu saya melikwidasi >>> saham saya tadi itu dengan harga jual total Rp 315 juta. >>> >>> Perhitungan komulatif transaksi untuk saya sendiri dalam hanya 10 menit >>> market buka adalah Rp 300 juta untuk beli di tambah Rp 315 juta untuk jual = >>> Rp 615 juta. >>> >>> Kemudian uang tersebut dalam satu hari bisa saya keluar masuk sekitar 5 >>> kali (ini perkiraan rata2 transakasi investor perorangan dalam satu gari >>> menurut saya) >>> >>> Lalu berapa nilai komulatif transaksi saya dalam satu hari ini ? kalau di >>> rata-ratakan saja setiap kali transaksi saya menggunakan uang Rp 300 juta >>> tersebut ? sehingga dihitung Rp 600 juta setiap kali masuk dan keluar. >>> >>> Nilainya adalah 5 dikali Rp 600 juta = Rp 3 Milyar hanya untuk uang yg >>> saya bawa sebesar Rp 300 jt tersebut. >>> >>> Nah saya tidak akan memakai referensi jumlah member Millist ini yang bisa >>> mencapai angka 10 ribuan orang, tapi saya akan memakai angka jumlah >>> securities house di Indonesia yang menjadi anggota BEI, yaitu 121 buah >>> Sekurities house. >>> >>> Saya ambil angka 60% nya aktif berarti sekitar 73 securities yang aktif >>> dan saya rata-ratakan setiap sekuritas mempunyai sekitar 50 orang nasabah >>> yang bermain sesuai pola saya dan mempunyai uang kurang lebih sama dengan >>> saya yaitu Rp 300 juta. Dan nilai transaksi perorangan nya untuk hari itu >>> adalah juga sama dengan saya yaitu Rp 3 M >>> >>> Maka hitunganya menjadi 50 X 73 X 3 M = Rp 10,95 Trilyun. >>> >>> Sementara kalau kita hitung real money yang masuk dan beredar pada hari >>> itu adalah >>> >>> 50 X 73 X 300 juta = Rp 1,95 Trilyun atau hanya 10 Persen dari yang >>> dikatakan kapitalisasi transaksi BEI. >>> >>> Anda percaya sekarang bahwa hanya dengan 3,650 orang investor yg >>> menyiapkan uang masing2 sebesar Rp 300 juta bisa membuat Nilai Kapitalisasi >>> sebesar itu ? untuk catatan kita saja, member dari salah satu millist ini >>> saja mencapai 8.000 orang. >>> >>> Bagaimana jika ada emiten seperti group nya bakrie yg ikutan ? bagaimana >>> jika asing atau aseng ikutan ? >>> >>> Akan tetapi harap di ingat lagi bahwa jumlah itu hanya catatan saja, >>> karena kalau pada penutupan market saya kembali melikwidasi portofolio saya >>> hari ini, maka yang tinggal adalah catatan di sekuritas tentang jumlah >>> transaksi saya yg akan di net off kan saja spread atau selisih nya nanti >>> pada hari penyerahan atau kliring ? >>> >>> Jangan anda banding kan dengan pasar real yang terjadi di Glodok, >>> Berbagai ITC serta Tanah Abang. Itu sama dengan membandingkan jeruk busuk >>> dengan apple karena di pasar konvensional ada barang yang bergerak, ada >>> distribusi yang memberi makan banyak orang, sementara di Bursa kita hanya >>> duduk di depan monitor, lalu mencetak uang dengan hanya menjual kertas saham >>> yg sekarang pun sudah tidak berbentuk kertas lagi. >>> >>> Sebenarnya dari hitungan sederhana itu kita juga dengan gampang bisa >>> mengira-ngira berapa pendapatan perusahaan sekuritas, tapi untuk hal itu di >>> postingan yg lain mungkin akan kita coba bahas. >>> >>> Hal ini juga yang memikin saya tertawa sedih ketika pada tanggal 20 >>> Oktober 2008 yang lalu pemerintah kita CQ Mentri keuangan menyebutkan telah >>> menyiapkan dana talangan sebesar Rp 4 Trilyun untuk intervensi pasar dan >>> menjaga kestabilan Pasar Modal. >>> >>> Para pelaku dan pemain pasti tersenyum gembira menyambut sinterklas yg >>> baik hati ini untuk mendapatkan sedikit keuntungan dari rencana buy back >>> pemerintah ini. >>> >>> Katanya kita menuju dan berkiblat ke Kapitalis yang meng agung-agungkan >>> pasar bebas dan tidak ada intervensi pemerintah, namun kemudian kita juga >>> meniru Amerika, mbah nya kapitalis untuk melakukan proteksi terhadap >>> industri dalam negri nya, namun ternyata kiblat kita itu pun melanggar >>> prinsip kapitalis sewaktu mereka tidak memberi ijin bagi perusahaan otomotif >>> Jepang yang mau membeli perusahaan otomotif dalam negri mereka yg lagi >>> sekarat, sedangkan kita selain meniru, juga mencoba untuk tetap meyakini >>> sistem kapitalis dengan me listingkan indistri-industri strategis contohnya >>> beberapa BUMN seperti Krakatau Stell. >>> >>> Waduh ini udah melebar kemana-mana, mohon maaf ya, tapi >>> >>> Apakah sekarang anda masih percaya bahwa INDEKS atau NILAI TRANSAKSI BEI >>> bisa di jadikan sebagai INDIKATOR EKONOMI Nasional kita ? >>> >>> >>> >>> Regards, >>> Irawan Jhony >>> >>> >> > > > -- > add FB dengan email: [email protected] > > >

