http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/24/08531851/Saham.Pekan.Ini
Senin, 24 Agustus 2009 | 08:53 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Pada pekan ini perdagangan di Bursa Efek Indonesia, para investor diperkirakan menurunkan frekuensi transaksinya, sebagaimana yag terjadi di bulan Ramadhan sebelumnya. "Yang patut diperhatikan adalah bulan puasa dimana biasanya investor mengantisipasi terjadinya penurunan frekuensi dan nilai transaksi" sebut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono. Meski demikian, ia melihat masih pada awal pekan, indeks masih berpeluang mengat terbatas. "Beberapa saham perbankan tampaknya masih cukup menarik untuk jangka pendek. Selain itu beberapa saham second dan third liner juga akan menjadi pilihan untuk trading bagi investor," ujarnya. Adapun untuk Untuk kisaran support-resistance pekan ini berada di 2.244-2.380. Secara kumulatif, sepanjang pekan lalu IHSG melemah 2,2 persen dari pembukaan 2.386,86 hingga penutupan 2.333,90. Investor asing tercatat melakukan net sell Rp 670 miliar. Penurunan pekan lalu merupakan pertama kali setelah 5 pekan berturut-turut indeks mengalami kenaikan. Menurut Purwoko, langkah China melakukan pengetatan kredit perbankan menjadi sentimen negatif bagi pasar regional. "Keputusan tersebut terkait dengan rencana cooling down pasar yang dinilai sudah overheat," sebutnya. IHSG pada perdagangan Jumat pekan lalu berhasil ditutup menguat tipis 0,23% persen, setelah sepanjang sesi 1 dan 2 sempat berada dalam tekanan. Saham perbankan terlihat menjadi pendorong naiknya indeks, menyusul terjadinya kesepakatan untuk menurunkan suku bunga pinjaman. "Memang meski BI Rate sudah diturunkan 8kali berturut-turut, akan tetapi realisasi penurunan suku bunga pinjaman di bank relatif rendah. Dengan penurunan suku bunga diharapkan akan dapat meningkatkan aktifitas perbankan ditengah harapan akan pemulihan perekonomian.," ujar Purwoko. Sementara itu, indikator indeks di Wall Street AS pada perdagangan Jumat lalu menyentuh rekor tertinggi tahun ini seiring pernyataan Ketua Bank Sentral AS (The Fed) Ben Bernanke, bahwa kondisi ekonomi AS berada di ambang pemulihan. Indeks Dow Jones industrials average melonjak 155 poin serta ditutup pada 9.500 atau angka tertinggi pertama kalinya sejak 4 November tahun lalu. Seluruh indeks terkemuka ditutup dengan kenaikan lebih dari 1,5 persen. Pernyataan Bernanke juga mendongkrak harga minyak mentah. Harga kontrak berjangka light sweet untuk bulan Oktober meningkat 98 sen menjadi 73,89 dollar AS per barrel. Setelah Bernanke menyampaikan pernyataan soal prospek positif ekonomi AS di Jackson Hole, Wyoming, harga kontrak itu sempat menyentuh 75 dollar AS. EDJ

