Selasa, 01/09/2009 19:16 WIB

 *BTEL Batal Caplok Mobile-8 Karena Kanal 'Nyempil'? *
http://www.detikinet.com/read/2009/09/01/191604/1194250/328/btel-batal-caplok-mobile-8-karena-kanal-nyempil

 *Achmad Rouzni Noor II* - detikinet


   *Jakarta* - Dua pasangan operator untuk penggunaan frekuensi 800 MHz,
Bakrie Telecom (Btel) dan Telkom, ketiban rezeki kanal *'nyempil'*. Dengan
kanal tambahan ini, Btel khususnya, bisa bernafas lega setelah kekurangan
kapasitas pelanggan. Itukah alasan Btel tidak jadi mengakuisisi Mobile-8
yang hampir kolaps?

Btel dan Mobile-8 Telecom sama-sama menempati spektrum 800 MHz. Keduanya,
sebelumnya, sama-sama dapat alokasi tujuh kanal. Namun, jatah kanal kedua
operator ini jadi berkurang setelah Telkom dan Indosat mengungsi ke spektrum
mereka akibat gusur-gusuran frekuensi di 1900 MHz untuk 3G.

Lewat Permenkominfo No 186/2006, keempat operator FWA (fixed wireless
access) itu saling berbagi frekuensi secara berpasangan. Telkom dengan Btel,
dan Indosat bareng Mobile-8 Telecom.

Dari total kanal yang ada, alokasi terbanyak ada di Mobile-8, yang
menggunakan empat kanal--dua untuk seluler Fren, satu untuk FWA Hepi, dan
satu untuk EVDO Mobi. Sementara pasangannya, Indosat cuma kebagian dua kanal
untuk FWA StarOne.

Sedangkan Telkom dan Btel masing-masing tiga kanal. Telkom untuk FWA Flexi,
Btel untuk FWA Esia dan Wifone, serta akses internet Wimode. Kanal ini jelas
tidak cukup bagi Btel, khususnya setelah mereka dapat lisensi FWA nasional.
Imbasnya, layanan internet Wimode operator ini terpaksa dikorbankan demi
penyelenggaraan akses penggilan suara Esia.

Tidak cukup pula bagi Telkom yang ingin menggenjot layanan data. Sebab, dua
kanal yang tersisa di 800 MHz, yakni di kanal 160 dan 548, masing-masing
sudah ditetapkan dijadikan guard band pembatas masing-masing operator
pasangan frekuensi itu. Padahal sebelumnya, kedua kanal itu akan dihadiahkan
kepada operator yang dapat penilaian kinerja terbaik.

Fakta bahwa pelanggan Btel akan stagnan--karena terbatasnya kapasitas kanal,
ini pula yang membuat rumor mereka tengah bersiap mengakuisisi Mobile-8
semakin kencang. Hal ini diakui oleh sejumlah mantan eksekutif Btel. Konon,
belum tercapai kesepakatan karena Btel harus menanggung semua hutang dan
karyawan Mobile-8, meski yang diincar cuma kanal frekuensi beserta
lisensinya saja.

Nah, dengan ditemukannya kanal tersembunyi 1019, itu artinya ada kanal yang
bisa membuat Btel kini bisa 'bernafas' lagi tanpa harus mengakuisisi
Mobile-8.

"Nanti, Btel dan Telkom bisa sharing kanal tambahan ini. Btel pakai di
Jabodetabek, Jabar dan Banten, sementara Telkom yang di luar ketiga area itu
dengan cakupan nasional," kata Mohammad Ridwan Effendi, anggota komite Badan
Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kepada *detikINET*, Selasa
(1/9/2009).

Ketika dikonfirmasi *detikINET* tentang semua ini, Direktur Korporat Bakrie
Telecom Rakhmat Junaidi malah mengaku belum tahu tentang adanya kanal yang
bisa jadi 'penyambung hidup' perusahaannya. "Sejauh ini kita belum menerima
surat pemberitahuannya," jawabnya tanpa mau menanggapi rencana akuisisi
Mobile-8.

Sementara Telkom yang sangat ini bisa menambah kapasitas untuk menggenjot
layanan data juga memberikan konfirmasi serupa. "Saya harus cek dulu, nanti
dikabari," tandas Eddy Kurnia, VP Marketing and Communication Telkom.

Meski demikian, kata Ridwan, Ditjen Postel dan BRTI sudah komitmen
mengalokasikan kanal 1019 untuk Btel dan Telkom tanpa tender. "Sebab kanal
itu hanya mereka saja yang bisa pakai. Tinggal ajukan permohonan pada
Menkominfo, baru kemudian diproses BRTI," jelasnya.
* ( rou / ash ) *


=======
BUY, BUY, BUY! KEEP BUYING AND NEVER SELL!

Kirim email ke