*PENETAPAN PEMENANG PROGRAM PENJUALAN ASET KREDIT DAN SAHAM
GRUP DIPASENA DENGAN PENGAMANAN REVITALISASI *
*( PRESS RELEASE NO.PR-033/PPA/CS/0507 - 24 MEI 2007 )*
Menteri Keuangan RI, setelah menerima pelaporan seluruh proses dalam
transaksi Program Penjualan Aset Kredit dan Saham Grup Dipasena Dengan
Pengamanan Revitalisasi yang dilakukan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset
(Persero) ("PPA"), menetapkan Konsorsium Neptune sebagai pemenang dengan
total harga jual Rp 688.125.000.000,- melalui mekanisme lelang terbuka.
Pelaksanaan penjualan, yang dibantu oleh Ferrier Hodgson selaku Konsultan
Keuangan dan Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office selaku
Konsultan Hukum, dimulai melalui pengumuman di media massa dan *website* PPA
pada tanggal 23 Maret 2007. Dalam pelaksanaan program penjualan ini, PPA
didampingi oleh Tim Jaksa Pengacara Negara dari Kantor Jaksa Agung Muda
Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Selain
itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bertindak
sebagai *Independent
Observer*.
On 5/24/07, ody anjar wicaksono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
COMMENT : Sampai sekarang masih belum jelas siapa pemenangnya...
Kamis, 24-Mei-2007
¤ Berita & Publikasi <http://www.ptppa.com/news.asp?kode=5> » *Info
Utama*
*PPA Umumkan Pembeli Dipasena
*
JAKARTA (Media): PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan mengumumkan
pemenang tender penjualan PT Dipasena Citra Darmaja malam ini. PT Central
Proteinaprima (CP Prima) sebagai penawar tertinggi berpeluang memenangi
tender tersebut.
Terkait dengan rencana pengumuman pemenang tender tersebut, Sekretaris
Perusahaan PPA Renny O Rorong mengungkapkan pihaknya kemarin baru menerima
dokumen teknis dari dua penawar aset Dipasena, yaitu CP Prima dan Kemila
International Holding (Kemila).
Dalam dokumen tersebut tercantum profil dan kemampuan keuangan perusahaan
dan program revitalisasi yang akan dikerjakan oleh calon pemilik. "Hari ini
dokumen tersebut akan kami analisis," ujar Renny.
Mengenai harga penawaran dari calon pemilik, Renny belum bisa menyebutkan.
Namun, menurutnya, PPA berharap agar harga yang ditawarkan oleh CP Prima dan
Kemila lebih tinggi daripada harga dasar yang ditetapkan Menteri Keuangan.
Ketika ditanya berapa harga dasar yang ditetapkan Menteri Keuangan, Renny
juga enggan mengungkapkan.
Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh Media Indonesia, pemerintah
mematok harga minimal US$53,5 juta. Harga tersebut belum termasuk beban
revitalisasi sebesar Rp1,7 triliun. CP Prima sendiri dikabarkan memberikan
penawaran tertinggi dengan nilai penawaran mencapai Rp1,5 triliun, ditambah
beban revitalisasi berarti CP Prima akan mengeluarkan dana kurang lebih
Rp3,2 triliun.
Sementara itu, petambak plasma mengharapkan CP Prima mempertegas kembali
rencana kerja yang akan diterapkan seandainya perusahaan tersebut menjadi
pemilik baru Dipasena.
Menurut perwakilan petambak plasma Dipasena Nafian Faiz, para petambak
menaruh harapan terhadap CP Prima karena perusahaan ini dinilai sebagai
kandidat pemilik Dipasena yang terkuat. "Mereka punya pengalaman budi daya
udang dengan pola kerja sama inti plasma yang luasnya ribuan hektare. Ini
nilai lebih mereka," ujar Nafian.
Menanggapi hal itu, Direktur CP Prima Erwin Sutanto menegaskan, "CP Prima
juga berkomitmen akan terus melanjutkan kemitraan dengan petambak plasma
apabila nanti dipercaya mengambil alih kepemilikan Dipasena."
Menurutnya, dengan berbekal pengalaman dan teknologi yang dimiliki, CP
Prima berkomitmen untuk membantu mengembangkan potensi industri udang di
Indonesia melalui kontribusi ekspor yang tinggi, kualitas produk udang yang
diakui dan diakreditasi.
Sementara itu, terkait dengan pendanaan Kemila berasal dari Recapital,
Presdir PT Recapital Advisors Roesan P Roeslani mengatakan semua grup
Recapital dan terafiliasi lainnya tidak pernah terlibat lagi dalam persoalan
Dipasena sejak dinyatakan gagal bayar oleh PPA.
Bakrie Nirwana Resort
Selain akan mengumumkan pemenang tender penjualan Dipasena, PPA hari ini
juga mengumumkan akan memulai program penjualan aset kredit di Bali Nirwana
Resort (BNR).
Penjualan itu meliputi 70,5% saham di BNR dan utang ke pemerintah sebesar
US$30 juta. Bali Nirwana Resort merupakan resor wisata seluas 110 hektare
dan pernah menerima penghargaan sebagai resor golf terbaik di dunia selama
lima tahun berturut-turut.
Aset ini awalnya dimiliki oleh kelompok usaha Bakrie. Namun, aset ini
kemudian diambil alih pemerintah, terkait dengan bantuan likuiditas Bank
Indonesia yang diterima kelompok Bakrie. BNR kini dimiliki oleh PPA sebagai
wakil pemerintah dan dikelola oleh Meridien SA.
Komposisi kepemilikan PT PPA sebesar 70,5%, setelah sebelumnya BPPN
melakukan konversi convertible bond sebesar US$150 juta ke ekuitas
BNR.(Dre/E-1)
[ Media Indonesia - Rabu, 23 Mei 2007 ]
------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48224/*http://sims.yahoo.com/>