Makanya adik ramos musti dengerin sejarah yang disampaikan oleh para tetua disini. Kalo masih sekitar ahir jaman Suharto hingga sekarang masih belum ada bukunya, Jadi masih dengar cerita dari mulut ke mulut, karena semua masih fresh.
Kedamaian yang dibuat oleh kakek harto ternyata semu belaka, karena ujung2nya adalah disaster ekonomi utk semua bangsa. Carilah nara sumber dari yang masih hidup, tidak berpihak dan analitis A3K ________________________________________ From: [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ramos simatupang Sent: Tuesday, October 30, 2007 2:27 PM To: [email protected] Subject: Re: [obrolan-bandar] pak agus yang baik.. tahun 90 umur saya masih 7 tahun pak.. :) saya rindu beli permen rp 100 seraup hihihihihi sebagai anak kecil, saya memang tidak banyak tau tentang politik saat itu.. saya baru mengerti setelah saya beranjak dewasa bahwa yang indah di mata saya sewaktu saya kanak2 ternyata tersembunyi kebobrokan bangsa kita.. ternyata ekonomi saat itu yang terlihat baik cuma kamuflase dari kondisi yang sesungguhnya.. tapi pak agus, entah kenapa saya tetap rindu pada masa itu.. masa dimana indonesia damai.. gak berantem mulu, gak demo mulu.. barang2 murah.. saya tidak mendengar keluh kesah ibu saya mengapa sembako naik terus.. saya bisa beli permen sesuka saya sampai gigi bolong2 hihihihihi itu yang saya rindu pak agus.. sesederhana itu pak.. tidak lebih.. :) terima kasih sudah diingatkan pak agus god bless On 10/30/07, GhuztLenQ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: sekedar mengingatkan, ekonomi tahun 90 baik hanyalah permukaan pak. tapi sangat rapuh, karena ditunjang birokrasi korup dan binatang ekonomi. sekarang banyak orang membandingkan dengan tahun 90an (jamannya kakek itu) dengan sekarang. tapi nggak sadar, dan banyak yg pura2 pilon.., bahwa apbn kita "habis" hanya untuk "cuci piring" pestanya si kakek dan kroni2nya. apbn terkuras hanya utk bayar bunga obligasi rekap dan utang yg lain, yg BLBInya udah dibawa kabur ama kroni2nya serta konglomerat hitam keluar negri. dan balik lagi ke Indonesia sebagai FDI atau investasi asing. gimana mau membangun kalau duit habis bayar utang, subsidi bbm, gaji pegawai? mungkin anda perlu mencermati keadaan dengan lebih luas perspektifnya, dijamin anda tidak akan ingin bernostaligia di tahun 90an, seperti yg anda idamkan. thanks GL On 10/30/07, ramos simatupang <[EMAIL PROTECTED] > wrote: ya pak budiana.. tuhan memang adil.. kita kaya raya, tapi kita terlena.. sgp tidak punya apa2 (like gambler said before), tp mereka trus terjaga.. pak budiana..dari kacamata bpk siapa yang salah dan siapa yang bodoh? menurut saya, bangsa kitalah yang sudah lakukan banyak kesalahan dan kebodohan.. dan saya gak tau kapan ini bisa berubah.. saya sebagai anak muda (i'm still 23 years old hihihi) cuma bisa berusaha kerja sebaik2nya.. semoga itu dapat berarti walopun hanya sedikit sekali.. saya rindu jaman saya kecil pak.. sekitar tahun 90an.. ekonomi baik dan kita punya kebanggaan punya bangsa bernama indonesia.. monggo diarahkan pak budiana bila ada kata yang kurang tepat.. On 10/29/07, sbudianaY <[EMAIL PROTECTED] > wrote: Nah Itulah salah satu Keadilan Tuhan From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of gambler Sent: 29 Oktober 2007 14:08 To: [email protected] Subject: Re: [obrolan-bandar] Jauhi saham milik TEMASEK ? Maksudnya sumber daya alamnya besar tapi bangsanya kerdil kali. Buktinya sama Singapura yg sekecil batam saja selalu kalah. Singapura tidak punya sumber daya alam sama sekali kecuali letak geo-ekonomisnya tapi bisa jauh melampaui Indonesia sejak puluhan tahun yg lalu. Karena kita sebagai bangsa yg kerdil tidak mampu mengolah sumber daya alam yg sedemikian besarnya untuk kemajuan negara ini, jadi seperti ayam mati kelaparan di lumbung padi yang penuh beras. Terlalu banyak anak bangsa yg berpotensi luar biasa yg "TERUSIR" dari negeri ini hanya karena mereka tidak mau menjadi manusia2 kerdil seperti mayoritas manusia2 di negeri ini. ... ----- Original Message ----- From: ramos simatupang To: [email protected] Sent: Monday, October 29, 2007 11:59 AM Subject: Re: [obrolan-bandar] Jauhi saham milik TEMASEK ? setauku.. dipermasalahkan awalnya oleh KPPU.. temasek dianggap melakukan persaingan usaha yang tidak sehat yang bisa terlihat dengan jelas di sekot perbankaan.. danamon, bii, standard chartered, permata, nisp, buana, uob indo, ocbc indo, dbs indo.. semua bank tsb ada penyertaan temasek secara langsung maupun tidak langsung.. sayang yah.. andai asset nasional kita gak dijual ke asing.. :( mungkin asset2 itu bisa lebih berguna buat bangsa kita daripada cuma buat ngasi makan negara lain.. maap yah kalo komentarnya rada pedes.. cuma prihatin aja, kita sebagai bangsa yang besar dikuasai oleh negara lain tanpa kita bisa berbuat apapun.. hmmmhhhh kapan kita bisa benar2 merdeka?

