DEWAN KESENIAN JAKARTA GELAR BIENNALE JAKARTA 2006
JAKARTA (7/3) : Menjawab keraguan berbagai pihak, Dewan Kesenian
Jakarta (DKJ) memastikan akan menggelar pameran besar Biennale
Jakarta (BJ) 2006, tanggal 23 Mei 25 Juni 2006. Bertempat di 5
gedung pameran sekaligus, yakni TIM (Galeri Cipta II dan III),
Galeri Nasional, Museum Seni Rupa dan Keramik, serta Galeri Cemara 6
dan Galeri Lontar. Dengan tema Beyond : The Limits and Its
Challenges.
BJ 2006 melibatkan 230-an perupa, pilihan 5 orang kurator.
Dengan pembagian tugas, Asikin Hasan - Rizky A Zaelani
bertanggungjawab memilih 40-an peserta untuk sub tema Beyond
Identity, dan Edy Sutriyono - Suwarno Wisetrotomo bertanggungjawab
memilih 180-an peserta untuk sub tema Beyond Histories (Tonggak).
Adapun Rifki Effendi bertanggungjawab memilih 7 peserta ekspatriat
sebagai pendukung.
Menurut Ketua DKJ Ratna Sarumpaet, BJ 2006 merupakan salah
satu di antara tiga program DKJ Periode 2003-2006 yang mesti
dilaksanakan, meskipun masa bakti sudah habis bulan ini. " Kami akan
berkoordinasi dengan pengurus DKJ yang baru, supaya program ini
dapat berjalan sesuai rencana," tandas Ratna dalam jumpa pers di
Jakarta, Selasa (7 Maret 2006).
Komite Seni Rupa DKJ Chandra Johan menambahkan, sebenarnya
DKJ Periode 2003-2006 telah berupaya menggelar biennale ini pada
bulan Desember 2005. namun dengan adanya berbagai kendala, acara
tersebut terpaksa mundur.
BJ 2006 merupakan acara besar seni rupa. Bukan cuma seni
lukis , tetapi menyangkut seluruh aspek perkembangan dalam dunia
seni rupa di Tanah Air. Oleh karena itu biennale harus dapat
menampilkan karya-karya seni rupa yang telah mengisi tonggak-tonggak
penting dalam sejarah seni rupa modern Indonesia. "Pekerjaan
seperti ini tidaklah mudah. Dan bentuk pengkurasiannya tentu harus
pula ditangani serius secara kategoris. Yang lebih penting lagi,
anggaran yang dibutuhkan untuk event besar yang akan melibatkan
beberapa institusi, tidaklah sedikit," tandas Chandra sebagai Ketua
I dalam Panitia Pelaksana BJ 2006.
Terkait dengan biaya biennale, Inda C. Noerhadi, selaku
Ketua II Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa acara ini dibiayai oleh
bantuan Dinas Kebudayaan Propinsi DKI, hasil fund raising yang
melibatkan Edwin Gallery dan sejumlah perupa, serta bantuan sponsor
yang hingga kini masih dalam proses.
Dalam konteks tradisi biennale yang digelar Dewan Kesenian
Jakarta sejak 1974, BJ 2006 dapat dilihat dari dua sudut pandang.
Pertama, merupakan kesinambungan dari Biennale I XI, yang
melibatkan perupa dari Jakarta maupun berbagai daerah lainnya
seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Malang, Bali, Medan,
Makassar, Manado, dan lain-lain. Kedua, merupakan awal untuk
membangun tradisi biennale yang dikaitkan dengan perayaan Ulang
Tahun kota Jakarta. Oleh karena itu waktu penyelenggaraannya,
mendekati tengah tahun, dan bukan akhir tahun seperti biasanya.
Meskipun namanya Biennale Jakarta, bukan berarti pesertanya terbatas
perupa Jakarta saja.
Tonggak dan Identitas
Untuk sub tema Beyond Histories atau Tonggak akan digelar di Galeri
Nasional dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Menampilkan 300 lukisan
dan patung karya 180-an perupa, mulai tahun 1930-an hingga 2000-an,
dari era Persagi, era kolonialisme Jepang, Mooi Indie, era sanggar,
era akademi, Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) hingga era kontemporer.
Di antaranya karya S.Soedjojono, Affandi, Basuki Abdullah, Hardi,
dan Jim Supangkat.
Menurut kurator Eddy Soetriyono dan Suwarno Wisetrotomo,
Beyond Histories atau Tonggak ini dihasratkan sebagai upaya untuk
melihat kembali sejarah di luar perspektif mainstream. Maksudnya
adalah bukan sejarah seni rupa Indonesia yang linier, yang `hanya'
(sebatas) menampilkan kronologi waktu, peristiwa, nama/tokoh, dan
karya-karya dalam konteks geografis mau pun geopolitis, tetapi akan
melihat pula geo-sosial dan geo-historisnya.
Sejarah dalam konteks beyond histories, akan dilihat
sebagai capaian-capaian artistik, estetik, akibat dari adanya
eksplorasi gagasan. Ketika gagasan muncul dan saat karya itu digubah
(kemudian dipresentasikan), eksistensinya dapat dianggap sebagai
beyond; dalam arti keluar dari kelaziman (bahasa ekspresi, metafora,
maupun teknik presentasinya), atau lebih lanjut memiliki eksistensi
sebagai trendsetter.
Dengan kata lain, pameran ini menampilkan tonggak-tonggak
pencapaian gagasan, artistik, dan estetika seorang seniman
dalam "kecenderungan tertentu pada suatu waktu tertentu"
dan "turunan-turunannya".
Adapun Beyond Identity, yang selanjutnya disebut beyond
saja, diikuti 40-an seniman dari Jakarta, Bandung, Yogya, dan Bali,
dengan karya-karyanya berupa drawing, printing, painting,
photography, video works, object, sculpture, dan installation yang
akan digelar di TIM.
Menurut Asikin Hasan dan Rizki A Zaelani, para seniman
yang rata-rata berusia muda, akan menunjukan bagaimana persoalan
(representasi) `dunia luar', `dunia konkrit', atau soal `kehidupan
tanpa jarak' di era global dewasa ini. Pameran kali ini tak lain
adalah soal reportase `kembali dari dunia nyata' (return from the
real). Bagaimana seni rupa beroperasi kali ini? Bagaimana (kembali)
merebut `aura' seni?
Dengan demikian, kini kesenian tengah bicara
soal: `melampaui identitas' (Beyond: Identity). Di situ, termasuk,
tak hanya soal identitas tentang `sang seniman', atau `ekspresi
seninya' (dengan demikian, sudah umum, disebut seni
bersifat `universal'); tapi justru soal `identitas seni itu
sendiri', yaitu: situasi diantara `seni' dan `non-seni'; soal
diantara `ekspresi' dan `non-ekspresi' seni.
Dalam penyelenggaraan BJ 2006 ini, DKJ bekerjasama dengan
Dinas Kebudayaan Propinsi DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki,
Direktorat Kesenian Depbudpar, Galeri Nasional, Museum Seni Rupa dan
Keramik, Galeri Lontar dan Galeri Cemara 6. Selama acara berlangsung
sebulan penuh akan diisi dengan berbagai acara, antara lain seminar,
diskusi, pemutaran film documenter perupa Indonesia, temu seniman
dan workshop. Untuk mengikuti perkembangan sebelum, sedang maupun
sesudah biennal, komunitas seni dapat mengikutinya lewat website
www.biennalejakarta.com, maupun newsletter BJ 2006 yang terbit 4
kali selama rentang waktu Februari Juni.
*****
Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi website panitia:
www.biennalejakarta.com
Partisipasi Sponsorship mohon menghubungi Dewan Kesenian Jakarta
(021) 3162780,
u.p. sdri.Alin SP Apriliani 0818819944 / 0813 819 11144
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pakarti/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/