--- In [EMAIL PROTECTED], "Andy Wijaya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Dari Milis Sebelah .......

Dia-Yang-Terlampau-Maha-Untuk-Diekspresikan
  dalam teks, jejalin bunyi dan tayangan panoramik,
  adakah terbaca jua pada panel-panel beku komik?
  
  
  MELINTASI berbagai dekade pembacaan, komik di Indonesia nyaris
selalu diartikan sebagai ketidakseriusan, bacaan pelengkap, hanya
untuk konsumsi anak-anak, tak menyemai benih-benih spiritualitas dan
relijiusitas, banal, pengisi waktu luang.
  
  Mungkinkah komik, layaknya medium tekstual lain, mampu menemani
pembaca dalam perjalanan menapaki jejak-jejak profetik bahkan
keilahian? Adakah komik yang mampu menggemburkan ladang-ladang rohani
pembacanya? Khususnya lagi komik Indonesia? Bagaimana psychology of
image menerangkan relasi seperti ini?
  
  Mari berbagi komentar dan pengalaman pembacaan bingkai-bingkai komik
pada:
  
  - Hari/Tanggal     : Selasa, 9 Mei 2006
  - Waktu             : 19.00 - selesai.
  - Tempat            : Cafe Omah Sendok,
                             Jl. Taman Empu Sendok 45
                             Blok S, Jakarta Selatan
  - Pembicara       : 1. Hikmat Darmawan, Pengamat komik-penulis
                            2. Bagus Takwin, Dosen Psikologi UI, penulis
  - Moderator        : Akmal Nasery Basral, jurnalis
  
  
  Diskusi akan disemarakkan dengan display tonggak-tonggak komik dunia
dan perkembangan komik Indonesia yang disusun oleh Beng "Si Lotif"
Rahardian dan kawan-kawan dari Akademi Samali.
  
  Bedah komik ini terselenggara berkat kerjasama SelasarOmah dan
Akademi Samali.
  
  GRATIS!
  
  Tabik,
  
  Selom

[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---






SPONSORED LINKS
Comic strip Cartoonist


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke