Nyaris Dipecat gara-gara Mengkritik lewat Kartun
SRAGEN- Maestro kartunis Indonesia GM Sudarta punya standar sendiri dalam
menimbang bobot kritik lewat kartun. Jika yang dikritik lewat karyanya
ternyata marah, itu berarti misinya tidak berhasil. Sebab, kartun harus
lucu, tidak sarkastis (kasar), dan mempunyai pesan tertentu untuk perbaikan.
''Kalau yang dikritik marah, berarti saya merasa tidak berhasil,'' tutur GM
Sudarta, saat menyampaikan ''Hidup Cara Jawa'' di Pendapi Sukowati Jl Dr
Wahidin No 9 Sragen, Sabtu (24/12) petang.
Saat tampil di Sragen, GM Sudarta kelahiran Klaten 55 tahun silam itu
mengusung klenengan Laras Madya atas undangan sesepuh Komunitas Pendapi
Sukowati Agus Fatchur Rahman SH.
GM Sudarta mengakui, setiap kali membuat kartun berisi kritik, dirinya
selalu tidak pernah terus-terang, tetapi harus melingkar-lingkar dan baru
bisa dipahami. ''Kartunis barat pun mengakui, kalau kartunis di Indonesia
tidak pernah terus-terang dalam menuangkan kritik lewat kartun,'' tutur
kartunis harian Kompas tersebut.
Dengan cara tidak langsung itu pun, masih banyak pihak yang marah karena
merasa dikritik.
Padahal, dia berharap penerima kritik (pengambil kebijakan) yang melihat
kartunnya di harian nasional terkemuka itu bisa tersenyum, kemudian
melakukan suatu perbaikan atau perubahan.
Agar Dipecat
Namun tidak semua yang dikritik tersenyum, ada juga yang malah marah. Salah
satu kartun yang membuat heboh, ketika dia menorehkan kartun seorang dokter
berkaca mata hitam mirip Zorro, berkata kepada pasiennya, pilih harta atau
nyawa dengan menunjukkan peralatan suntiknya.
Kala itu, segala jenis obat-obatan naik tajam, sehingga biaya berobat ke
dokter cukup tinggi. Tetapi dampak karya kartun itu sungguh luar biasa.
Sebab, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat berkirim surat ke kantor meminta
dia dipecat.
Kemudian, GM Sudarta menguraikan kisah kritikannya lewat kartun untuk para
petinggi. Dia mengatakan, mantan Presiden BJ Habibie tidak marah terhadap
kritiknya, tetapi juga tidak peduli. Mantan Presiden Megawati merasa sering
dipojokkan lewat kritik pers. Pernah pula karena kartun itu, dia didatangi
seseorang berambut cepak yang menemui di kantornya sambil menepuk-nepuk
sesuatu di pinggang untuk mengitimidasi. ''Yang ditepuk-tepuk itu mungkin
sejenis senjata,'' katanya sambil tersenyum.
Pengalaman yang lain, ketika mengkritik Badan Pengelola dan Penyangga
Cengkih (BPPC) yang dikelola Tommy Soeharto. Dalam kartunnya, GM
menggambarkan orang setelah mengisap rokok kemudian muntah-muntah sampai
nyaris mati, tetapi tetap menyebut kalau cengkih tetap nikmat dan harum
baunya. Setelah kritik itu muncul, kemudian ada perubahan BPPC.
Ada pula seorang pejabat minta kopi kartun untuk dipakai membuat cendera
mata dari piring keramik yang dibagikan kepada kolega pejabat itu. Tidak
dipungkiri, karya kartun GM Sudarta bisa membuat orang marah, dongkol,
mengernyitkan kerut kening, tersenyum bahkan tertawa terbahak.(nin-36s)
_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search!
http://search.msn.com/
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "pakarti" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

