sekadar berbagi, bukan nasehat:

soal kerja yang lambat: mungkin sekali yuyun tidak memosisikan diri 
sebagai pekerja seni, padahal bekerja di industri seni (desain 
grafis, dsb). cermati, titik beratnya adalah "industri seni", dan 
"pekerja seni".

yuyun adalah seniman. bukan pekerja seni. kurasa, IMHO, ada beda yang 
jelas antara pekerja seni ama seniman. contohnya di dunia selain 
kartun, mungkin, adalah putu wijaya atau arswendo. putu mengaku 
dirinya pekerja seni, bisa membuat karya berdasar pesanan (kalo aku 
tak salah kutip). sedang arswendo, seperti juga putu, terbukti juga 
bisa berkarya berdasar kebutuhan pasar.

aku pribadi sering bekerja sama dengan artis (seniman) yang belum 
punya pemahaman tentang tuntutan industri: soal kompromi karya, 
waktu, dsb. dan aku selalu memaklumi kalo mereka begitu, tapi pelan-
pelan (takut nyinggung perasaan--seniman tuh sensitif buanget, euy!) 
kukasih tahu mereka, kita bekerja dalam dunia industri... berarti 
seniman harus mengesampingkan idealismenyakah? menurutku tidak, sebab 
ada kompromi.

soal ga boleh ada yang lihat saat ngartun, tapi bisa dilihatin orang 
saat ngelukis: hmm, kayaknya yuyun lebih piawai ngelukis daripada 
ngartun--setidaknya untuk saat ini. jadi pas ngelukis, pede sekali, 
sedetik pun tak grogi. nanti, kalo yuyun sudah pede ngartun, dijamin 
cuek dilihatin orang.

soal garing ide: kalo yang yuyun maksud adalah sulit nemuin 
inspirasi, yeah, aku juga sering begitu, jadi ga bisa kasih saran 
efektif. paling-paling, kusaranin baca buku "meniru kreativitas 
tuhan" terbitan mizan. di situ diurai cara-cara praktis agar seniman 
tak pernah vakum, alias produktif. metode yang dipakai adalah "menulis".

kalo yang dimaksud soal garing ide adalah karya kita kurang bernas, 
saranku ada tiga: pertama, banyak baca; kedua, jangan bosan membaca; 
ketiga, terus membaca:) baca buku, baca situasi, baca tanda-tanda... 
yuyun, pernahkah kamu mendengar teman curhat? pernahkah kamu menyimak 
curhatan temanmu? ada bedanya antara mendengar (hearing) dan menyimak 
(listening). membaca, adalah pekerjaan menyimak.

salam,
dz.
*bukanpenasehat*
=====

On May 28, 2006, at 6:46 PM, tutu yeye wrote:
> makasih mas dodo kadendend...(ups!)..
> aku mau konfirmasi...
> 1. Aku ini perempuan, jadi bukan cari istri...
> 2. aku juga gak kayak 'kuas rusak'. mau tau gak kenapa aku pake 
> nama kuasrusak? sewaktu buat emailku...kebetulan kuas melukisku 
> lagi rusak semua.
> jadi rada stress...ya..jadi keinget terus...
>
> mas...aku mau minta nasehat nih..
> aku masih kuliah angkatan 2002, ngambil jurnalistik...tapi sekarang 
> aku juga lagi magang kerja(magang) di salah satu harian di 
> medan...sebagai illustrator dan layouter. kata atasanku..kerjaku 
> masih agak lambat..
> gimana ya..supaya menggambar lebih cepat.
> truss..aku juga rada pemalu maksudnya aku kalo gambar kartun harus 
> sendiri, gak boleh ada yg lihat (aneh kan?).lainhalnya kalo melukis 
> (pake cat minyak), bisa diliatin orang.
> lagian..kemampuan gambar kartunku masih kurang.
> aku memang ingin jadi kartunis...tapi kalo aku masih lemot dan 
> garing ide...gimana jadinya?
> ***del.


SPONSORED LINKS
Comic strip Cartoonist


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke