Kun,
katanya era internet, tapi ternyata Kompas saja tak menjawab beberapa kartun 
yang aku kirim untuk untuk halaman Piala Dunia. Beberapa koran juga gaptek, 
nggak ada kabar kalau kita kirim kartun. Halo-halo kek, untuk bilang 
terima-kasih kartun anda sudah diterima. Nggak usah harus dimuat, tapi ada 
etikanya. Cuma Koran Tempo pertamakali aku kirim melalui e-mail, mereka 
langsung muat dan memberi kabar. Selanjutnya meneng bae.
Jadi aku kira banyak kartunis yang tak punya kesempatan di penerbitan 
koran-koran atau majalah, ya itu memang harus dipikirkan.
Seperti gagasanmu untuk membuat website, itu bisa menjadi pilihan baik untuk 
bisa mejeng kartun.
Sialnya sebagian koran kita enggan memuat kartun. Mungkin mereka berat untuk 
membayar honornya. Karena penerbitan mereka juga empot-empotan cari uang, 
iklan kurang pula.
Tapi, coba bayangin korannya si Tom dalam sebulan Piala Dunia bisa memuat 
100 buah karya kartun. Seandainya 1 kartun dibayar 100 ribu rupiah. Si Tom 
bakal mengeluarin 10 juta rupiah dalam sebelun hanya untuk kartun. Atau 
mungkin lebih. hahaha... Cuma kan korannya si Tom itu, nggak peduli dengan 
ocehan di milis ini. Kartun yang dimuat hampir semuanya elek.  Yang terakhir 
aja, coba lihat gambar pesawat terbang yang pintu terbuka, lantas trofi yang 
berbalut emas itu "tercecer" jatuh. Trofi Piala Dunia dianggap pisang 
goreng, seperti redaktur juga. hehehe...
Oke, aku setuju sama kau Kun! Internet ini memang sangat membantu, terutama 
Google. Seorang kartunis seharusnya lebih banyak 100 kali lipat untuk rajin 
melihat kartun-kartun yang terbaik dari karya kartunis lain, daripada 
pembaca atau penikmat koran lainnya. Sehingga mereka (kartunis) nggak 
ketinggalan ide. Kartunis kan bukan penerima dana kompensasi BMM. Selama ini 
kelihatannya kayak gitu sih...

salam,
dk

>From: "Kuncoro Adi Broto" <[EMAIL PROTECTED]>

>untuk Mas DK  ,
>
>posting aku terakhir bukan untuk menunjukkaan aku kartunis editorial media
>nasional besar, tetapi macam kartun yang aku bikin memang lebih kearah
>kartun editorial ,lebih banyak aku simpan di hardisk komputer aku,
>sekedar mimpi aku dulu ketika website indocartoon mau dibuat, tentu saja 
>aku
>ingin agar setiap kartunis Indonesia memiliki satu halaman khusus untuknya
>yang dapat menampilkan karya2 mereka sebagai phortofolio tetapi ternyata 
>hal
>itu tidak sempat terjadi dengan matinya website indocartoon,entah bagaimana
>khabarnya Pakarti apa juga mati ? tentu saja kita tak berharap demikian,
>bahkan milis ini sebenarnya juga untuk menjembatani jurang komunikasi 
>antara
>kartunis di daerah dengan di pusat bila jalur komunikasi dirasa mahal , ide
>sederhananya seperti itu, meskipun banyak kawan kartunis di daerah yang
>cukup militan akhirnya membuat situs blog pribadi yang saya pikir juga hal
>yang bagus untuk menjadikan komunitas kartunis kita semakin go
>international, toh blog bisa membantu kita untuk bisa memamerkan karya kita
>secara online ...banyak sebenarnya mas yang saya cita-citakan cuma kadang
>terbentur dana dan finansial akhirnya kadang ide itu kandas di tengah 
>jalan,
>
>
>tapi sekarang aku sedikit lebih lega karena milis ini semakin hidup dan
>banyak kawan kartunis dari berbagai daerah dan pulau di Indonesia mau
>bergabung, kalau menunggu dari pengurus Pakarti yang sibuk mungkin justru
>hal itu tak terwadahi ( aku rasa milis ini sifatnya temporer saja) sebagai
>inisiatif aku sebagai anggota pakarti yang pengen bantu untuk menjembatani
>jurang komunikasi antar kartunis indonesia,
>
>Harapan saya milis ini bisa untuk tempat saling berkirim informasi lomba
>kartun/komik/animasi bagi sesama anggota jadi para kartunis di daerah juga
>tidak terlalu lama harus didepan internet untuk sekedar mencari informasi
>lomba karena harus search dulu dari Om Google yang baik hati banyak 
>membantu
>para netter di dunia termasuk juga aku ini mas,
>
>Memang kejengkelan para member karena masih banyaknya email mlm yang masih
>bisa nylonong itu juga kadang juga membuat aku gak enak juga dengan rekan
>kartunis lain yang jadi member karena kadang saya tak bisa mengecek setiap
>hari postingan di milis, kalau mau saklek memang milis ini dibikin tertutup
>sehingga postingan hanya bisa diapprove lewat persetujuan dari moderator
>yang ditunjuk  dan konsekuensinya moderator harus online setiap hari 
>minimal
>seminggu sekali untuk mengecek adanya postingan terbaru,
>Pertannyaan saya apa ada moderator yang sanggup meluangkan waktu untuk itu?
>kalau ada maka aku bisa menset milis ini menjadi tertutup sehingga lebih
>bisa menangkal spammer itu dengan kerja keras dari para moderator yang
>memiliki waktu luang untuk kita bersama ...
>
>Bagaimana menurut Mas DK ?
>
>sikunst
>seorang kartunis yang masih harus banyak belajar

_________________________________________________________________
Don't just search. Find. Check out the new MSN Search! 
http://search.msn.click-url.com/go/onm00200636ave/direct/01/



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pakarti/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke