Bangkit Komik Indonesia http://www.kompas.com/photos/HIBURAN/komikus.jpg
Hari itu komikus di seluruh dunia mengerjakan 24 halaman komik dalam 24 jam, termasuk para komikus Indonesia. Enggak kurang dari 70 komikus yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya ikut ambil bagian. Sabtu, 7 Oktober 2006. Suasana sebuah rumah di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kelihatan tenang. Di pintu masuk salah satu bungalo terpampang karton putih bertuliskan 24 Hour Comics Day dan flyers kecil Jangan Berisik. Ternyata di dalam bungalo itu ada 13 komikus asal Jakarta yang sedang asyik menggambar. Mereka duduk berhadapan di meja panjang dengan peralatan menggambar berserakan di atasnya. Yap. 13 komikus ini berkumpul bukan tanpa sebab. Mereka ambil bagian dalam acara 24 Hour Comics Day yang diperingati di seluruh dunia, lebih tepatnya di 16 negara. Mereka sedang mengejar deadline menyelesaikan komik A4 setebal 24 halaman selama 24 jam. Mereka start dari hari Sabtu pukul 07.00 sampai hari Minggu pukul 07.00, pas 24 jam. Bukan pekerjaan mudah lho menyelesaikan satu komik dalam satu hari. Ini tantangan internasional yang harus dijawab komikus Indonesia, kata Suryo Nugroho alias Injun, ketua panitia 24 Hour Comics Day, Jakarta. GO INTERNASIONAL Tantangan ini datang dari Scott McCloud (Understanding Comics) dan Nat Gertler. Dua komikus asal Amerika itu penggagas acara ngomik seharian ini. Awalnya acara ini cuma digelar di Amerika. Namun, sejak tahun 2004 Scott mulai melebarkan sayapnya, dia menantang para komikus dunia. Buat ikutan enggak ada ketentuan atau tema khusus. Para peserta hanya diwajibkan menyelesaikan komik setebal 24 halamannya dalam waktu 24 jam. Biar terdengar enteng, tantangan ini ternyata cukup sulit. Untuk perbandingan, satu halaman komik full colours butuh paling enggak tiga hari. Makanya, menyelesaikan satu komik dalam 24 jam termasuk tantangan yang cukup sulit, ujar Injun. Toh, enggak menyulutkan minat para komikus dunia. Sambutan 24 Hours Comics Day ternyata cukup meriah. Tahun 2005 lalu sebanyak tujuh negara ikut ambil bagian. Semakin seru lantaran McCloud siap menampung karya para komikus yang sudah ikutan 24 Hours Comics Day. Tentu saja enggak semua karya bisa ditampung. Dalam kompilasi komik dunia tersebut, cuma 24 komik terbaik yang bisa ikutan. Semua diseleksi langsung oleh McCloud. Makanya, kalau sampai ada komik kita yang lolos seleksi, berarti saatnya komik Indonesia mendunia. Kalaupun enggak lolos, yah paling enggak kita sama- sama udah ikut meramaikan, sambung cowok berambut panjang ini. Tahun ini adalah kali pertama Indonesia ambil bagian. Enggak heran kalau para komikus lokal langsung tancap gas. Enggak tanggung-tanggung, acara 24 Hour Comics Day langsung digelar di tiga kota, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Total pesertanya enggak kurang dari 70 komikus. Di Bandung digelar di Galeri Sumarja, Kampus ITB. Pesertanya enggak kurang dari 24 orang. Di Surabaya lebih heboh, pesertanya mencapai 50 orang yang diselenggarakan di Kampus ITS. Sementara Jakarta yang paling minimalis. Tiga belas peserta dari berbagai komunitas komik memilih ngomik di bungalo mungil markas Akademi Samali di bilangan Mampang, Jakarta Selatan. Yang ikutan ada Beng Rahadian, Yosef Ivan, Zarki, Aris Kurniawan, Marico, Sigit Pradityo, Wahyu Sugianto, Widiono Susanto, Aris Kurniawan, dan beberapa teman lagi. Tema yang mereka angkat cukup seragam, mulai dari komik bertema puasa, kritik sosial, sampai komik bertema superhero. Untuk menyambungkan dengan panitia 24 Hours Comics Day pusat, semua karya mereka di-upload setiap dua jam sekali oleh Injun cs. Halaman-halaman yang sudah selesai digambar dan diwarnai sementara waktu diculik untuk di-scan, kemudian di-upload ke situs web. Panitia pusat atau McCloud yang akan memantau perkembangan di tiap negara setiap dua jam. Selain itu, para komikus lain di seluruh dunia juga bisa ikutan mengintip. Lagi-lagi jadi link buat komik kita go internasional, beber Injun. KOMPILASI KOMIK Penasaran dengan aksi komikusnya? Mereka rata-rata kelihatan serius menggarap setiap sudut keras berukuran A4. Maklum, mereka takut waktu 24 jam enggak cukup, tapi juga enggak lantas suasananya jadi kaku. Peserta enggak melulu harus menggambar di meja panjang itu. Yosef Ivan, salah satu peserta, contohnya. Cowok yang hari itu bersetelan serba hitam ini memilih menggambar di teras. Sementara yang lain sudah menyelesaikan empat halaman, Yosef malah masih asyik mengerjakan halaman pertamanya. Gue belum dapet soul-nya nih! Maklum, baru halaman pertama, komiknya jadi belum seru. Kalau sudah halaman tengah, kan udah ada berantemnya, baru seru tuh! ujar Yosef yang menggambar komik bertema superhero ini. Gue merasa ini untuk menguji kemampuan gue. Apalagi gue kalau bikin komik enggak pakai outline. Jadi, makin tertantang buat menuntaskan ceritanya dalam 24 halaman, sambung cowok yang menamai komiknya Black Books ini. Beng Rahardian, peserta lainnya, angkat bicara. Cowok berambut ikal ini membuat komik bertema Jakarta. Gue ikut event ini untuk menyatakan bahwa sudah saatnya kita berpartisipasi dalam gerakan komik global. Dan event ini sangat tepat dijadikan ajang unjuk diri Indonesia, kata salah seorang dedengkot indie komik Jakarta. Kalau, misalnya, karya kalian enggak terpilih gimana? Enggak apa-apa juga sih. Yang penting sudah bisa menunjukkan kalau dunia perkomikan Indonesia itu ada. Ini lho komik Indonesia, tambah Beng. Kalau enggak terpilih, kami ada rencana mau menerbitkannya sendiri. Lumayan kan ada banyak judul dan tema. Bikin semacam kompilasi komik lokal, timpal Injun enggak kalah bersemangat. Rencana tahun depan juga enggak kalah dahsyat. Injun dan rekan-rekan lainnya berniat membuat besar event ini. Tahun ini waktu persiapannya terlalu mepet. Jadi, gongnya enggak terlalu kedengeran. Doain saja tahun depan bisa lebih meriah, tutup Injun sambil menerawang. Ini komik Indonesia! ADRYANTO PRATONO Tim Muda Sumber: Kompas http://www.kompas.com/ver1/Muda/0610/13/224018.htm __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pakarti/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/pakarti/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

