iya do. sayang para kartunis ga pernah protes ketika lahannya banyak digusur.
  Kompas misalnya, hanya menyediakan kapling untuk kartunis tetap. Kasihan kan 
yang free lanch. Ini kemunduran karena di tahun 90-an Kompas justru ada lahan 
bagi kartunis mikro.
  Juga media lainnya seperti Koran Tempo sangat pelit buat kartunis.
  Coba bayangkan kalau setiap media cetak menyediakan lahan bagi kartunis. Ada 
berapa penerbitan di negeri ini??!!
  Memang pemilu nanti perlu ada caleg dari kartunis yang masuk 
legislatif....biar ada yang memperjuangkan nasib kartunis. Mungkin ini bisa 
nyata do...kalo pakarti jadi partai saja...ha...ha...ha...! Kamu caleg nomor 
satu do..!

dodo karundeng <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          sip, oet.
aku rasa gambarku terlalu kecil, terutama kartun ke-3 yang aku buat dengan 
teknik cetak etsa, garisnya terlalu halus tipis, jadi kurang bagus gitu.
kalau pake tinta hitam yang garis agak tebal mungkin baru kelihatan.
juga sayang halaman kartun kartunnya masih terlalu sedikit ya. hahaha.. aku 
sih mimpi bisa disediakan satu halaman, kan itu juga formatnya tabloid, oke 
deh seperempatnya boleh dipake iklan, dan kartunmu juga bisa nongol juga di 
sana, amin.
tapi apalah artinya seorang kartunis. hehehe..., nasibnya sama seperti 
anak-anak kota yang kekurangan lahan untuk bermain. lapangan persija aja, 
lagi berubah untuk tempat cari uang yang lebih banyak.

dk

>From: oet toyo <[EMAIL PROTECTED]>

>do, kartun kamu ada di jurnal nasional ya? sip deh..
>

__________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/



         

 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

Kirim email ke