JAKARTA UNDERCOVER
Detikhot (Edisi 22 Maret 2007) Joko Anwar sebagai penulis skenario mampu membuat penonton tegang. Penonton bisa merasakan ketakutan dan deg degan yang dialami Viki. Koran Tempo (Edisi 23 Maret 2007) Skenario yang digarap Joko Anwar memiliki kekuatan utama dalam film ini. Ia mampu meramu cerita dengan dialog dan terminologi yang kuat. Republika (Edisi 24 Maret 2007) Yang menarik dari film ini adalah daya pikat Luna Maya. Seputar Indonesia (Edisi 24 Maret 2007) Seru ? Ya, tegang ? Pasti. Konflik demi konflik yang terus mengurai sepanjang durasi berjalan membuat penonton hampir tak sempat menarik napas panjang .. Fachri Albar membuat kita yakin bahwa ia adalah seorang transeksual. Begitu pula Luna Maya yang membuat penonton terus bertahan. Lukman Sardi, serta dua pemain pendatang baru Verdi Solaeman dan Adry Valery Wens sangat meyakinkan dan larut dalam konflik mereka. Suara Pembaruan (Edisi 25 Maret 2007) Jakarta Undercover tidak tanggung dalam menggenjot adrenalin penonton. Nyaris tiap adegannya memberikan kejutan yang siap membuat penonton terkaget kaget . Yang patut dipuji adalah penampilan dari Fachri Albar. , Gerak gerik, tutur kata dan bahasa tubuhnya benar benar tampak seperti waria betulan. Lukman Sardi juga tampil memukau seperti biasa. Aktingnya sebagai Haryo yang temperamental, grasa grusu, sok jagoan namun menggemari hubungan seksual dengan waria dibawakan dengan baik. Bintang Indonesia (Edisi Minggu IV Maret 2007) Ketegangan saat Viki dikejar kejar Haryo yang menjadi sajian utama film ini terasa intens. Sang sutradara punya banyak lokasi yang tidak membosankan. Kekerasan yang dilakukan Haryo pun tidak terasa berlebihan sebagaimana umumnya ditampilkan lewat sinetron. Karakter Haryo yang arogan dan gampang marah ditunjukkan Lukman Sardi dengan pas. ____________________________________________________________________________________ Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367

