> --- -e-o-n/e-d-o- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > From: "-e-o-n/e-d-o-" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: Wed, 04 Apr 2007 08:57:40 -0000
> > Subject: [Everything About Movie] dari surat
> pembaca
> > tentang Jakarta Undercover
> > 
> > Ada hal menarik waktu gue baca surat pembaca
> sebuah
> > surat kabar Bandung
> > hari ini.
> > 
> > Take a look at the letter itself:
> > 
> >
>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/042007/04/99suratpembaca.htm
> > 
> > Kritik untuk Badan Sensor Film
> > 
> > PADA Sabtu 24 Maret 2007, adik saya yang baru
> duduk
> > di bangku kelas III
> > SMP mengajak saya untuk menonton film "Jakarta
> > Undercover" yang
> > dibintangi artis cantik Luna Maya di Bioskop 21 di
> > Bandung. Saya
> > mengiyakan saja ajakan adik saya itu, karena dia
> > terlihat begitu
> > penasaran dengan film "Jakarta Undercover" yang
> > diangkat dari novel
> > kontroversial berjudul sama dengan judul filmnya.
> > Saya pun sudah mencoba
> > melarang adik saya, karena film tersebut untuk
> > dewasa.
> > 
> > Namun, karena adik saya tidak bisa dilarang maka
> > saya mendampinginya
> > mengingat dalam iklannya di Pikiran Rakyat, film
> > "Jakarta Undercover"
> > tertulis untuk dewasa. Saya takut apabila saya
> tidak
> > mengiyakan. Akibat
> > dari rasa penasaran dan ingin tahu anak muda, maka
> > adik saya tersebut
> > akan mencuri-curi kesempatan menonton film
> "Jakarta
> > Undercover" dengan
> > teman-temannya tanpa memberitahukan kepada kedua
> > orang tua dan tanpa
> > bimbingan dari orang tua, mengingat film tersebut
> > diperuntukkan untuk
> > dewasa.
> > 
> > Setelah izin orang tua, kami berdua pun berangkat
> > untuk menonton pukul
> > 21.25 WIB. Saya membeli karcis untuk 2 orang. Saya
> > melihat pihak penjual
> > tiket Bioskop 21 tidak menanyakan apakah adik saya
> > tersebut yang berdiri
> > di sebelah saya pada saat membeli tiket sudah
> > berumur 17 tahun (dewasa),
> > dan setelah membeli tiket, kami pun masuk ke dalam
> > theater yang sudah
> > ditentukan. Film pun dimulai, seperti biasanya
> pada
> > saat film dimulai,
> > ada satu tayangan pada layar seperti surat
> keputusan
> > yang diterbitkan
> > oleh Badan Sensor Film Republik Indonesia lengkap
> > dengan nomor surat
> > keputusan dan tanda tangan pihak yang sudah
> > menyensor film serta tidak
> > lupa tulisan bahwa film "Jakarta Undercover" telah
> > lulus sensor.
> > 
> > Namun, setelah film dimulai, saya kecewa dengan
> > hasil apa yang telah
> > disensor Badan Sensor Film. Di dalam film "Jakarta
> > Undercover"
> > digambarkan seperti tanpa disensor, kehidupan
> malam
> > di diskotek (disco)
> > yang isinya lengkap dengan wanita-wanita, waria
> > dengan baju yang minim
> > tidak berbeda dengan pakaian yang digunakan oleh
> > model-model di majalah
> > "Playboy" yang berjoget syur di atas panggung
> > disaksikan oleh puluhan
> > pasang mata yang datang di dalam diskotek
> tersebut.
> > 
> > Dalam film tersebut juga diperlihatkan adegan
> > kekerasan kepada wanita,
> > anak-anak, waria, pembunuhan, perkataan yang
> kasar,
> > kebiasaan
> > minum-minuman keras. Bahkan, di dalam suatu adegan
> > ada juga yang
> > memperlihatkan (mohon maaf) adegan berhubungan
> > walaupun tidak terlihat
> > secara gamblang hanya bagian setengah badan, namun
> > sebagai orang dewasa,
> > saya mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh
> orang
> > tersebut dalam
> > film. Adik saya pun bertanya "kang ceweknya
> diapain?
> > kok sampe mati
> > gitu?" saya pun menjawab hanya dengan senyuman
> malu,
> > nggak tau atuh.
> > Selain adegan tersebut, terdapat juga adegan
> > pembunuhan dengan cara
> > disiksa terlebih dahulu, walaupun tidak berbeda
> > dengan tayangan
> > televisi, namun cukup gampang diingat oleh yang
> > menontonnya terutama
> > anak-anak.
> > 
> > Setelah 45 menit saya menonton, saya berniat
> > mengajak adik saya ke luar
> > dari theater tersebut. Namun, mengingat tiket yang
> > kami beli cukup
> > mahal, maka saya membatalkan niat saya itu.
> > Alhamdulillah adegan film
> > pun hanya sebatas kejar-kejaran penjahat dengan
> boga
> > lakon dan
> > kritik-kritik kepada aparat hukum di Indonesia.
> > 
> > 1. Saya ingin memberi kritik kepada Lembaga Sensor
> > Film untuk lebih
> > teliti dalam menyensor dan memberi izin film yang
> > akan ditayangkan.
> > Termasuk pemberian izin jam tayang pada film yang
> > akan ditayangkan.
> > Menurut saya film "Jakarta Undercover" cocoknya
> > ditayangkan pada
> > midnight show saja (tidak layak tayang pada pukul
> > 12.00 WIB sampai 22.00
> > WIB) karena berpotensi ditonton oleh anak di bawah
> > umur (belum dewasa)
> > sepulang sekolah.
> > 
> > 2. Kritik yang kedua, saya ingin sampaikan kepada
> > sutradara film
> > "Jakarta Undercover", mohon untuk membatasi adegan
> > dalam pembuatan film,
> > walaupun dalam novelnya diceritakan sangat vulgar,
> > namun dalam novel
> > apabila dibaca oleh anak-anak di bawah 17 tahun
> > tidak akan sampai
> > imajinasinya, sedangkan apabila sudah dituangkan
> > dalam film, anak-anak
> > yang berusia belia akan gampang mengerti dan
> > penasaran dengan apa yang
> > ditontonnya, mengingat jiwanya yang masih labil
> dan
> > ingin tahu. Film
> > yang Anda buat tidak ada bedanya dengan majalah
> > "Playboy" malah lebih
> > parah, karena media yang dipergunakan adalah media
> > elektronik (gambar
> > bergerak).
> > 
> > 3. Kepada Bioskop 21 saya memberi saran, agar pada
> > film midnight/genre
> > film dewasa membatasi konsumennya dengan cara
> > menanyakan umur, ataupun
> > kartu identitas baik pada saat beli tiket ataupun
> > masuk teater.
> > 
> > Saya harap semua pihak mohon lebih berhati-hati,
> > karena kegiatan
> > menyiarkan, mempertunjukkan yang telah diketahui
> > isinya, melanggar
> > kesusilaan akan dijerat pasal 282 KUHPidana
> tentang
> > kejahatan kesusilaan
> > dengan hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun
> > delapan bulan.
> > 
> > Hukum ada bukan untuk melarang atau mematikan
> > kreativitas dari para
> > sineas, namun hukum ada untuk membatasi dan
> menjaga
> > agar tidak terjadi
> > kekacauan di tempat hukum itu berada. Segala hal
> > pasti ada batasannya.
> > 
> > Kepada para orang tua dan para guru harap menjaga
> > dan memantau anak
> > asuhnya lebih ketat lagi agar anak-anak Anda dapat
> > berguna bagi nusa,
> > bangsa, dan agama. Tidak meniru apa yang ada di
> > dalam film "Jakarta
> > Undercover".
> > 
> > Saya ucapkan terima kasih kepada Redaksi Pikiran
> > Rakyat atas dimuatnya
> > surat ini.
> > 
> > Muchammad Reza Sumarsana
> > Mahasiswa FH Unpad
> > Jln. Haremis I No.9
> > Bandung
> > 
> > 
> > Basically seseorang mengkritik BSF dan pembuat
> film
> > karena penulis
> > beropini film Jakarta Undercover dirasa terlalu
> > vulgar. Gue membaca
> > tulisan tersebut dengan cengar-cengir sambil
> > bertanya-tanya, segimana
> > sih batasan kevulgaran sebuah film menurut penulis
> > surat tersebut?
> > Soalnya, walaupun gue belon nonton Jakarta
> > Undercover, emang film
> > Indonesia bakal sampe segimananya sih? Bukannya
> > film-film internasional
> > banyak yang lebih vulgar? Kok nggak dikritik,
> > apalagi dengan peredaran
> > DVD-DVD bajakan yang nota bene nggak lewat sensor
> > terlebih dahulu.
> > 
> > Dari surat yang sama gue juga sempet heran,
> penulis
> > mengetahui kalo film
> > Jakarta Undercover diangkat dari sebuah novel,
> tapi
> > kenapa novelnya
> > nggak dikritik? Bukannya (katanya) novelnya jauh
> > lebih vulgar daripada
> > filmnya?
> > 
> > Penulis ngakunya mahasiswa, gue yakin dia sadar
> kalo
> > yang namanya "Film
> > Dewasa" pasti memiliki tema-tema dewasa dan juga
> > akan menampilkan
> > sesuatu yang tidak cocok dikonsumsi anak-anak.
> Tapi
> > kok bisa ya, membawa
> > anak SMP untuk nonton? Anak SMP emang umurnya
> berapa
> > sih? Di bawah 15
> > kan?
> > 
> > Pertanyaan di atas juga jadi bahan pertanyaan
> untuk
> > pengelola bioskop.
> > Anak 15 taon kok boleh nonton film dewasa? Gimana
> > pertanggung-jawabannya?
> > 
> > Semenjak novelnya beredar, kan udah ketahuan kalo
> > tema yang diangkat
> > Jakarta Undercover ini adalah dunia malam. Emang
> > gimana ya bayangan
> > dunia malam menurut si penulis? I mean, what did
> he
> > expect?
> > 
> > Anyway, that's all I can write at the moment.
> > There's still some thought
> > hanging on my mind, but I need to go. Dari yang
> > lain, ada tanggapan?
> > 
> > Danu Candra - CineFriends
> > <../../../../../CineFriends/?yguid=117160770>
> > : Film Enthusiast Community
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> 
>  
>
____________________________________________________________________________________
> We won't tell. Get more on shows you hate to love 
> (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures
> list.
> http://tv.yahoo.com/collections/265 
> 



 
____________________________________________________________________________________
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. 
Try the Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html 

Kirim email ke