Press Release
Klabkomik Aksara kali iini menghadirkan seorang komikus perempuan dalam acara
"Graphic diary dan Curhat Tita yakni Launching komik curhatnya Tita
Bersama komikusnya (Tita) dan Motul, sutradara iklan dan pembuat komik Kapten
bandung
Host: Olin Monteiro
TB Aksara, Jl. Kemang Raya 8B, Jakarta
Jumat, 28 Maret 2008, pk. 19.00 selesai
--------------------------------------------
Graphic Diary, pengantar
Kebiasaan mencatatkan kejadian sehari-hari, atau menuangkan
pemikiran-pemikiran pribadi, tentunya tidak asing lagi bagi siapa pun.
Bentuknya pun bermacam-macam, dari tulisan di buku harian, hingga obrolan
rahasia dengan teman terdekat, maupun berupa sketsa dan gambar pada
lembaran-lembaran kertas. Pencatatan atau penyampaian pemikiran pribadi ini
sering disebut juga sebagai pencurahan isi hati, atau dalam bahasa gaulnya
curhat. Demikianlah buku Curhat Tita ini berasal: berawal dari
coret-coret yang dimulai pada tahun 1995, yang menceritakan pengalaman harian
untuk dikirimkan pada keluarga ketika sedang tinggal jauh dari tanah air,
gambar-gambar Tita ini pun dikumpulkan dan diperbanyak menjadi komik pendek
yang dapat dinikmati oleh keluarga dan teman-teman di tanah air. Seiring dengan
berjalannya waktu, hingga kini telah terkumpul sebanyak lebih dari 100 lembar
kertas A4 + lebih dari 7 buku sketsa berukuran A5 yang memuat gambar-gambarnya,
yang lalu diseleksi
dan diterbitkan dalam Curhat Tita.
Cerita bergambar (cergam) yang terbit sebagai buku dengan tema graphic diary,
atau catatan harian berupa gambar, belum banyak dikenal di Indonesia. Curhat
Tita bahkan dapat dianggap sebagai graphic diary pertama yang diterbitkan di
Indonesia. Berbeda dengan di luar negeri, cergam dengan tema serupa dalam
berbagai gaya, format dan fokus cerita, dapat dengan mudah ditemukan di
toko-toko buku. Dari berbagai contoh yang telah ada ini, terlihat bahwa cergam
jenis ini ternyata bukan sekedar menceritakan pengalaman atau ekspresi seorang
individu, namun juga dapat merepresentasikan latar belakang, kebiasaan dan
budaya di mana orang tersebut berada. Akan sangat menarik untuk dapat melihat
berbagai ekspresi serupa di Indonesia, yang tentunya tidak kalah bervariasi
dibandingkan dengan karya-karya dari luar Indonesia. Oleh sebab itu, terbitnya
Curhat Tita diharapkan dapat memicu perkembangan cergam dengan tema serupa di
Indonesia, sehingga meramaikan ragam cergam karya insan
kreatif Indonesia.
------------------------------------------------------
Profil Tita
Tita lahir dan dibesarkan di Jakarta. Ia pindah ke Bandung pada tahun 1991
untuk kuliah di desain produk ITB. Pada awal 1998, ia pergi ke Belanda untuk
melanjutkan studi. Setelah mendapatkan gelar doktor dari Universitas Teknologi
Delft, di awal 2007, ia kembali ke Indonesia.
Selama tinggal di Belanda, kegemarannya pada komik membuatnya terlibat dalam
berbagai acara, antara lain pameran dan workshop Madjoe! di Stripdagen
Haarlem (2002) dan Royal Ethnology Museum (Leiden, 2002), pameran Homesick di
galeri De Schone Kunsten (Haarlem, 2004), dan partisipasi di 24 Hour Comics
Day di Lambiek (Amsterdam, 2006). Di Indonesia, karya-karyanya ikut dalam
pameran Fellow Indonesian Comic Artists di Erasmus Huis (Jakarta, 2005) dan
Karta Pustaka (Yogyakarta, 2005), pameran DI:Y di Taman Ismail Marzuki
(Jakarta, 2007), dan pameran tunggal Curhat Tita di SPACE59 (Bandung, 2007).
Karya-karyanya telah dipublikasikan dalam berbagai antologi: 40075km Comics
oleh lEmploye du Moi (Brussels, 2007), 24 Hour Comics Day Highlights 2006 oleh
About Comics (USA, 2007), 24 Hour Comics Day Amsterdam oleh Lambiek (Amsterdam,
2007) dan Jogja 5,9SR by Aruskata (Jakarta, 2007). Situs yang memuat
gambar-gambarnya dinominasikan dalam kategori Komik Cyber Terbaik untuk
Anugerah Kosasih pada tahun 2007.
Saat ini Tita tinggal di Bandung dengan suami dan kedua anaknya, dan bekerja
sebagai staf pengajar dan peneliti di Program Studi Desain Produk ITB.
Gambar-gambar hariannya dapat dilihat di situs pribadinya,
http://esduren.multiply.com.
-------------------------------------------------------------
Much more than just drawings and some captions, Tita's
work is a cultural perspective presented superbly entertaining
-- Andrea Hirata, author of Laskar Pelangi
(Tita's) work is wonderful! In an authentic way of drawing, she tells in a
couple of pages her daily things. Whether it is about her family, her study, or
a concert of English ska-band Madness in Amsterdam, Tita would make a short
spontaneously impression. And really fast! I always wondered why she didn't
have a publication in Holland, a shame!
-- Peter van Dongen, creator of Rampokan Java and Rampokan Celebes
Tita's charming and always engaging cartoons live in a region of the world of
the comic strip that has not yet been taken over by the neurotics."
- Eddie Campbell - artist of From Hell, The Fate of the Artist
"Tita Larasati has the rare ability to put her life on the page and
end up with a page that has a lot of life."
- Nat Gertler - publisher of About Comics and founder of 24 Hour Comics Day
Garis lugu mengungkap situasi dengan gembira dan nakal, itulah yang asyik
dalam buku harian Tita".
- Priyanto S.- Kartunis majalah Tempo
"Menarik! Salah satu catatan harian yang seharusnya dipublikasikan,
selain gambarnya bagus ceritanya pun ringan. Saya gak habis pikir
kalau Tita masih punya waktu untuk membuat komik ini di saat menjadi
ibu dua anak dan menjadi dosen"
- Motulz -, komikus dan sutradara
Diary yang mencatat romantika, tragedi maupun komedi dunia harian itu
sendiri, yang diungkapkan dengan cara komunikatif, estetis dan mungkin juga
etis. Komik kini dapat menjadi sarana estetisasiatau semiotisasi dunia
harian, dengan menjadikannya sebagai rangkaian tanda-tanda (signs), sehingga
menjadikan pengalaman keseharian menjadi sebuah bentuk signifikasi, yang
melaluinya kita dapat merefleksikan kehidupan dunia empiris sehari-hari secara
lebih bermakna. Selamat membaca! Selamat berkelana di dunia nyata!
- Yasraf Amir Piliang -
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com