--apologies for cross posting--
*Pameran Seni Rupa*
*A Rumor of Tatang S.*
*by: Mulyakarya*
*{*Terra Bajraghosa, *Erwan Hersi Susanto "Iwank",* Uji Handoko Eko Saputro
"Hahan", *Prihatmoko Catur "Moki",* Ermambang Bendung Wijaya, *Wisnu
Auri,*Gandhi Eka Rizki N, *Aditya Permana,* Ikhsan Syahirul Alim "ican", *Decky
"leos" Firmansyah,*Abrams "gobrams" B, *Hendra "blangkon" Priyadhani,* F.
Alwathoni. I. H "indun", *Sulung Widya Prasastya, *Daniel Cahya Krisna
"timbul", *Fransisco Panca Nugraha,* Fida Irawanto, *Anton Subiyanto, *Danang
Catur, *Yudha Sandy}*
*Pembukaan: Senin, 15 September 2008, Pukul 16.30 WIB*
Dibuka oleh: *Bapak Asnar Zaki *
*di Indonesian Visual Art Archive [IVAA Hobby] Studio *
Jl. Patehan Tengah no. 37 Yogyakarta
Pameran berlangsung: 15 September s.d 3 Oktober 2008
Telp: + 62 (0) 274 375247 | Fax: + 62 (0) 274 372095
Tatang S alias Tatang Suhenra adalah komikus yang dikenal dengan komik
Gareng-Petruknya dan menjadi hits di tahun 80an. Memang sebelumnya sudah
banyak juga yang membuat komik Gareng-Petruk. Misalnya HAB, Hidayat Sujana,
Rachman, Rowing, Rini A.S, dan tentu saja Indri S. Tapi Tatang S paling eksis,
karena ia melewati berbagai generasi, mulai dari era komik silat tahun 60-70an,
Punakawan (Gareng-Petruk) 80an, hingga era komik agama (surga-neraka) di tahun
90an. Tatang S memang sudah meninggal, tapi kami salut dengan semangatnya yang
gila !! Di saat komik dari luar negeri membanjir, ia tidak ambil pusing dan
tetap membuat komik sampai akhir hayatnya.
Sebagai media yang bergerak di bidang komik, *Mulyakarya *mengajak beberapa
kolega komik di Yogyakarta untuk berpameran "A Rumor of Tatang S" sebagai
bentuk rasa hormat kami terhadap Tatang S.
*Peta gossip *
Sebelumnya memang, saya harus mengenal Tatang S dulu. Penelitian ini mulai dari
hal kecil, mengumpulkan komik-komik Tatang S. Komik Tatang S cukup banyak, dan
masih mudah ditemukan. Meski hanya di tempat-tempat tertentu. Selain di
Yogyakata, saya harus ke Semarang, Bandung dan Jakarta untuk mencarinya. Dari
pencarian ini, informasi dan gossip berkembang. Semua saya catat. Dan untuk
pameran ini, saya pikir materinya cukup. Meskipun kebanyakan informasi
tentangnya hanya berupa gossip atau rumor, itu tetap menggairahkan.
Tentunya penelitian kecil ini akan saya lanjutkan kembali. Untuk pameran, kami
sudah melakukan beberapa kali pertemuan, dialog, dan
berbagi cerita tentang Tatang S. Saya sendiri, tertarik untuk membuat peta.
Yang pasti bukan peta formal seperti di atas. Tapi peta gossip selama mencari
tatang S.
*Ungkapan yang khas*
Komik yang membuat nama Tatang S eksis adalah Gareng-Petruk. Komik
Gareng-Petruk Tatang S memang berbeda. Seolah-olah mereka orang pinggiran
Jakarta, punya impian, harapan, sekaligus kesialan rakyat kecil yang tergilas
oleh pembangunan yang kejam. Gareng-Petruk sering diceritakan sebagai
pengangguran, kerja serabutan, banyak utang, hidup di lingkungan yang suka judi
KSOB, terkadang memancing ikan untuk mengisi waktu luang. Meski selalu tongpes,
mereka anak muda yang menantikan malam minggu, fashionable, perayu ulung, dan
cinta tanah air karena selalu ronda.
Kehidupan yang berat di situasi kontemporer itu menjadi ringan dengan humor
konyol yang mendinginkan suasana. Selalu muncul petuah bijak dari Tatang S,
yang diutarakan lewat tokoh-tokohnya. Petuah bijak inilah yang coba diangkat
oleh *Fransisco Panca*. Menurutnya, petuah Tatang S sangat positif untuk setiap
orang yang sedang meniti karier. Petuah itu tidak tekesan meggurui, karena
dikemas dalam cerita sehari-hari.
Cerita dari kisah sehari-hari menginspirasi *Erwan Hersi Susanto "Iwang"*.
Iwang pun melakukannya, seperti Tatang S melakukannya. Maka dalam pameran ini,
Iwang membuat komik.
Tatang S selalu tidak lupa mengirim salam untuk seseorang di komik-komiknya.
Hal ini ternyata cukup populer di era kejayaan komik kita (kirim-kirim salam).
Salam yang diselipkan di panel dan tidak nyambung dengan cerita, menjadi ide
*Prihatmoko Catur* "*moki*" untuk melakukan hal unik ini.
Selain salam-salam itu, Tatang S juga punya ungkapan yang selalu muncul di
komik Gareng-Petruknya, yaitu "salam manis tak akan habis salam saying tak akan
hilang buat semua pencinta karya saya". Ungkapan itu begitu terekam dalam benak
*Uji Handoko Eko Saputro "Hahan"* untuk diwujudkan di T-Shirt.
*Film dan superhero*
Tatang S sangat peka terhadap budaya populer saat itu, seperti film. *Terra
Bajraghosa* mengamati film-film Nasional dan Tatang S sebagai cameo. Sementara
*Danang Catur* mengamati musik 80an. Dan untuk pameran ini, ia membuat
soundtrack, seandainya komiknya Tatang S menjadi film. Karena saat ini, banyak
film terinspirasi dari komik. misalnya; Iron man dan Batman. Daya tarik
superhero menjadi ide Tatang S. Superhero adalah orang yang memiliki kemampuan
super dan berjiwa heroik. Hal ini cocok untuk Gareng dan Petruk yang lugu dan
polos. Dengan sentuhan Tatang S, superhero itu menjadi konyol. Misalnya, Petruk
menjadi Batman Tumaritis.
Batman Tumaritis ini mengingatkan *Decky "leos" Firmansyah* ketika kecil. Ia
berencana mencari komik Batman terbitan Misurind. Tapi agak susah karena ia
tinggal di desa. Akhirnya ia beli Batman Tumaritis.
Namun tidak hanya jadi Batman, Petruk dan Gareng bisa jadi apa saja.
Goshogun, street hawk, megaloman, ksatria baja hitam,dan lain-lain. Namun tentu
dilokalkan. Kasusnya pada street hawk. Versi aslinya bercerita tentang polisi
bernama Jessie Mach yang menjalani test rahasia proyek pemerintah bernama
street hawk. Norman Tuttle adalah rekannya yang mendisain sepeda motor di
proyek ini.
Jessie yang menjalankan motornya melintasi jalanan Los Angeles, sementara
Norman di komputer menberi komando. Berdua mereka memerangi kejahatan di Los
Angeles. Sementara versi Tatang S, Gareng yang mengendarai motor, sementara
Semar memberi komando dari komputer. Berdua mereka memerangi kejahatan di
Pamanukan, Subang. Selain memerangi kejahatan, street hawk juga mengantar pak
guru Petruk agar tidak terlambat ke sekolah. Gareng dan Petruk yang bisa jadi
apa saja menjadi ide *Ikhsan Syahirul Alim "ican"*.
Persepsi ini dibalik oleh *Anton Subiyanto*. Anton mendialogkan superhero yang
menceritakan pengalamannya tentang rasanya menjadi Petruk. Petruk memang tokoh
yang paling terkenal. Sampai-sampai, Tatang S membuat statement tentang kaos
Petruk yang bergaris-garis sebagai ciri khas Tatang S. (*si bujang*, gultom
agency, 1988). Kaos itu akan direspon oleh *Daniel Cahya Krisna "timbul"*.
Namun terlepas dari benar tidaknya klaim Tatang S, corak bergaris itu sudah
menjadi ciri khas Petruk sejak Indri S (tahun 60an).
*Figur koruptor*
Tidak hanya komik Gareng-Petruknya saja yang menjadi perhatian, tapi komik
surg-neraka pun menarik untuk dibicarakan. Tatang S, adalah salah satu dari
sekian banyak komikus surga-neraka. Komik ini marak di tahun 90an.
Digambarkan, surga berisi orang-orang yang damai. Sementara neraka dipenuhi
berbagai hukuman yang mengerikan. *Fida Irawanto* tertarik dengan hukuman yang
diberikan kepada para koruptor. Imajinasi Tatang S tentang penyiksaan dunia
akhirat kepada koruptor, tentu merupakan wujud keprihatinannya terhadap situasi
negeri ini. Fida akan memuat figur si koruptor. Seperti halnya Fida, *Ermambang
Bendung Wijaya* juga tertarik untuk membuat bentuk figure yang dikemas dalam
bentuk toys.
*Sekilas kehidupan Tatang S*
Di tahun 70an, Tatang S pernah menjadi komikus yang honornya paling tinggi di
Bandung. Namun karena ambisinya terlalu besar, ia sering berselisih dengan
rekan-rekannya. Puncaknya, berawal dari pindahnya Ganes TH (komikus yang
membuat Si Buta dari Gua Hantu) ke penerbit lain. Penerbit yang ditinggalkan
sakit hati. Ia kemudian merekrut Tatang S untuk membuat tandingan Si Buta.
Tatang S menerimanya, ia lalu membuat Si Gagu dari Goa Hantu. Perkomikan
nasional langsung heboh dengan terbitnya komik ini. Si Gagu dibredel, dan hanya
sempat terbit tiga edisi. Sejak itu karier Tatang S sebagai komikus silat
hancur karena menjadi korban permainan penerbit.
Kemudian Tatang S pindah ke Jakarta, dan kembali berkomik. Meskipun
sebenarnya banyak penerbit takut menerbitkan karyanya, karena rawan konflik.
Saat itu penggemar Ganes TH sangat banyak. Penerbit takut, para penggemar Ganes
TH, akan menyerang komik Tatang S.
Tahun 80an, masuknya komik asing membuat banyak penerbit memilih menerbitkan
komik terjemahan. Kondisi ini membuat komikus banting stir. Tatang S tetap
berkomik, meski dengan penerbit kecil di Pasar Senen bernama Gultom Agency.
Gultom pintar, dia bermain kelas menengah kebawah, tapi oplahnya 10.000
eksemplar. Tatang S mulai membuat komik Gareng-Petruk dan kembali eksis.
*F. Alwathoni. I. H "indun" *tertarik dengan diorama kehidupan Tatang S, bak
pasang surut air laut. Hal sama terjadi pada *Sulung Widya Prasastya* yang
tertarik menggambarkan robot pesawat dengan Tatang S sebagai pengendalinya.
*Abrams "gobrams" B* lain lagi, ia ingin membuat Tatang S menjadi muda.
Dan berbicara masalah umur… rumornya, di akhir usia, Tatang S meninggal karena
kencing manis. Tatang S selalu bekerja di malam hari dan terlalu banyak minum
coca-cola. *Gandhi Eka Rizki N* ingin membuat video semacam penyuluhan tentang
bahaya kencing manis bagi masyarakat. Sementara, *Aditya Permana* tertarik pada
coca-cola yang memicu penyakit kencing manisnya. Ketertarikan *Hendra
"blangkon" Priyadhani.* juaga pada coca-cola. Namun Blangkon mendapatkan
informasi bahwa Carmen Elektra juga kecanduan coca-cola. Andaikata ada event
gathering pecinta cola, tentu mereka akan bertemu.
Sementara itu rumor yang tak kalah heboh, ternyata Tatang S itu bukan nama
asli. Itu nama hoki. Saya mendapatkan gossip ini dari mantan murid komiknya.
Bahkan, menurut seorang penerbit di Pasar Senen, Tatang S pernah mengganti nama
cover menjadi Monik, Ronny, atau Rena. Tujuannya agar pembaca tidak bosan.
Namun ternyata, nama Tatang S yang paling laku. Tapi, sudahlah, apa itu
penting? Bagi *Wisnua Auri*, nama Tatang S adalah kesenangan tersendiri.
Berawal dari itulah, ia mencari pemilik nama Tatang yang lain. Lebih dari
sekedar romantisme atau nostalgia, tapi berbagi pengalaman dan misteri.
Tatang S meninggal tanggal 27 April 2003. Meski penuh misteri dan rumor, ia
telah mendedikasikan hidupnya untuk komik. Itu bisa terlihat dari karyanya.
Selain sangat produktif, ia juga peneliti lingkungan kontemporer yang peka. Ok,
selamat menikmati pameran hasil kerjasama mulyakarya dengan ivaa ini...
Editor
Yudha Sandy
--
PUBLIC RELATIONS
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Patehan Tengah 37
YOGYAKARTA 55133 - INDONESIA
ph. (+62)(274)(375247)
fax.(+62)(274)(372095)
url. http://ivaa-online.org - http://groups.yahoo.com/group/ivaa-online/
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/