Sedikit menanggapi Mas... (sopo yo? bengawan serayu?)

Sebetulnya, yang berperan penting dalam penerbitan kompilasi komik strip/ 
kartun itu ya penerbitnya bukan koran hariannya. Bahkan Benny Mice itu kan 
muncul bukunya dulu (Lagak Jakarta), baru terbit mingguannya menggunakan nama 
Benny-Mice di Kompas.

Ada penerbit yang rajin mencari potensi2 ini, tapi ada juga kartunis/ 
komikusnya yang menawarkan sendiri ke penerbitan.


Terimakasih

Beng Rahadian


=======================

--- In [email protected], "bengawanserayu" <bengawanser...@...> wrote:
>
> Selamat pagi 
> 
> Salut buat koran kompas yang rutin membukukan kartun oom pasikom, panji 
> koming, benny dan mice atau koran sinar harapan yang membukukan karikaturnya 
> oom pramono.Ada kepedulian untuk mendokumentasikan karya-karya itu untuk 
> tetap bisa dinikmati besok-besok hari.
> Bagaimana dengan koran suara merdeka? saya tau persis koran jawa tengah ini 
> gudangnya kartunis dan komikus. ini yang masih bisa saya ingat : pak bei dan 
> kancil (alm. pak masdi), mahesa jenar (teguh santosa), anglingdharma (sukri 
> sjarief), sastro genter (?), komik strip cerita jawa 3 panel (alm. pak 
> masdi?),kethoprak mbambung dan punakawan (mas goen), cantrik (prie gs) dll. 
> Jadi siapa bilang kalau komik lokal kurang maju? Sayang sekali kalau tidak 
> dibukukan, habis komiknya dibaca trus buat bungkus cabe. Tidak perlu kertas 
> bagus HVS, kertas koran saja cukup, dan tidak perlu warna, biar harganya bisa 
> murah.
> tapi, itu tergantung dari korannya. mungkin ada pertimbangan untung rugi, 
> maklumlah pasar komik masih kurang menjanjikan. mungkin perlu ada "desakan" 
> dari teman teman yang punya kenalan dengan mereka, untuk mau menerbitkan. 
> kita tunggu.
> 
> si tukang moco komik
>


Kirim email ke