tambahan dan ini sebenarnya penting:
Penerbitan buku KARTUN (baik antologi sendiri atau bersama).
Kartunis2 kita jarang diekspos oleh media yg mempekerjakannya. Dari Kompas 
saja, baru karya2 kartun dari Dwi Koen dan Tomat yg dibukukan setelah sekian 
lama.
Akan lebih baik kalau lebih banyak lagi penerbitan spt karya2 Benny Mice.

Begitu banyak jenis kartun beredar di suratkabar misalnya, di Medan, dgn koran 
Analisa dan pak Tuntung, sammpai saat ini sekian lamanya tak pernah ada buku 
kumpulan kartun2 pak Tuntung. Selain sbg apresiasi, para pebisnis media kita 
tidak berupaya menggali peluang baru utk dunia kartun (buku kartun bisa menjadi 
suvenir khas tiap2 daerah, karena isinya ttg komentar sosial masing2 daerah).
Kartun nasibnya memang sebatas sbg pelengkap. Urusan puji memuji, apresiasi, 
sih, selalu ada, tetapi nasib kehidupan kartunis siapa peduli? =(

--- In [email protected], "Danang Pramono" <danang-pram...@...> wrote:
>
> Lhaaaaa emang gimana lagi cara kartunis hidup?
> 
> 1.    bekerja di media
> 2.    buka biro jasa kartun
> 3.    ikutan lomba2 nasional/internasional
> 4.    bikin kursus gambar kartun
> 5.    jadi ilustrator buku freelance/fulltime
> 6.    pameran kartun, sukur2 ada yang mau beli karya kita
> 7.    buka studio komik
> 8.    bikin web, blog untuk pajang karya n promosi, siapa tau ada yang
> butuh jasa kita.
> 9.    dan usaha lain termasuk jadi team dekor acara 17-an.bikin kaos.dll
> 
>  
> 
> Saya rasa semua keahlian memiliki resiko yang sama, tinggal gimana
> menjalaninya.ada yang menjadikan kartun sebagai hobby, ada pula yang
> menjadikan kartun sebagai profesi.yang penting tetap berkarya sampai tetes
> tinta terakhir!!!!
> 
>  
> 
> Hidup kartun dan kartunis Indonesia!!!!
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> taufan galaxy
> Sent: Friday, July 24, 2009 8:31 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [pakarti] Kartun Tanpa Batas
> 
>  
> 
>   
> 
> 
> entah gimana bkomen.... 
> sandang gelar kartunis.... apapun pasang-surut.... tetap bkarya.
> 
> --- On Thu, 7/23/09, mairi nandarson <m_nandar...@...> wrote:
> 
> 
> From: mairi nandarson <m_nandar...@...>
> Subject: Re: [pakarti] Kartun Tanpa Batas
> To: [email protected]
> Date: Thursday, July 23, 2009, 9:37 AM
> 
>   
> 
> 
> sepertinya kartunis ditakdirkan untuk melamar kerja di media, agar kegiatan
> kartunnya ttp jalan, atau mengadu peruntungan dari lomba ke lomba  
> 
> mairi nandarson
> http://nandarson. wordpress. com/
> 
> --- On Thu, 7/23/09, Untung Subagyo <untungpurwokartun@ yahoo.com> wrote:
> 
> 
> From: Untung Subagyo <untungpurwokartun@ yahoo.com>
> Subject: [pakarti] Kartun Tanpa Batas
> To: paka...@yahoogroups .com
> Date: Thursday, July 23, 2009, 9:37 PM
> 
>   
> 
>  
> 
> Kartun Tanpa Batas
> 
>  
> 
>      Siapa bilang kartun itu ada batasnya,siapa bilang batas batas kartun
> itu ada yang ada hanya batas yang dibuat dalam kartun itu sendiri atau
> bahkan kartunpun dibuat tanpa pembatas. 
> 
>      Mata ini sudah tau betul bahwa imanjinasi seorang kartunis dengan
> keunikan, kenakalan, keusilan bahkan mengejutkan melalui spontanitas
> keluguan yang tertuang dalam penyuguhan sebuah kartun. Perasaan hati ini
> mengiyakan apa yang disampaikan oleh mata tapi ego kadang muncul dan
> berkata, "Tidak seperti itu seharusnya !".
> 
>      Bagaimana seorang kartunis bisa menciptakan sebuah karya kartun tanpa
> batas.Hal ini merupakan renungan yang tidak berbatas, tidak terbatas dalam
> penyampaian ide,gagasan atau bahkan hanya sekedar merupakan tradisi seorang
> kartunis menciptakan kelucuan.
> 
>      Pandanglah sekeliling kita, apa yang bisa ditangkap oleh mata kita,
> apakah itu merupakan batas kartun  dan bagaimana semua  yang ada diluar
> jangkauan mata memandang apakah  merupakan kartun tanpa batas....
> 
>      Dan coba apa yang bakalan terjadi apabila di Indonesia medianya sudah
> tidak lagi menerima kartun dari kartunis lepas terutama media cetaknya ?
> Apakah ini merupakan batas kartun.Misalnya ini mungkin akan terjadi di
> Indonesia dimana media cetak sudah tidak lagi m
> 
> enerima kiriman kartun dari kartunis lepas.
> 
> Terus bagaimana dengan Pakarti ( Persatuan Kartunis Indonesia ) menyikapi
> hal ini.
> 
>      Kita menunggu ide dan cita cita kartunis untuk menembus batas dan
> menciptakan  masa depan kartun Indonesia. 
> 
> Kita telah memiliki Museum Kartun Indonesia di Bali akankan suatu saat
> mengadakan lomba kartun Internasional yang periodik.Kita tunggu saja tentang
> hal ini,karena ini juga merupakan sejarah perkartunan di Indonesia untuk
> menembus kartun tanpa batas >>>
> 
>  
> 
>     Goresan tanpa garis terang :
> 
>        Untung PurwOkartun
> 
> http://blog. daum.net/ <http://blog.daum.net/untung>  untung
>


Kirim email ke