Gue jarang bikin cross-posting di milis2 komik, tp ini adalah pengecualiannya.

Cergam (komik Indonesia) dalam konteks Budaya Visual.

Menilik kepada budaya visual adakah kajian komik layak ditempatkan pada domain 
tersendiri? Apakah dengan adanya budaya membaca komik berarti di tanah air kita 
sudah ada budaya komik? Bagaimana pula dengan industri komik mengingat komik 
adalah produk yang dikonsumsi missal dan dianggap budaya popularnya anak dan 
remaja? Sudahkah waktunya rekaman perjalanan bangkit, jatuh dan lahirnya 
kembali cergam dimasukkan sebagai bagian dari sejarah seni dan kebudayaan 
Indonesia?

Kirim email ke