Perang media. Mana yang benar. SBY,AR,WW.Akhirnya hati nurani masing masing yang menentukan. Wassalam.MKH
Survei LSPEUI: Wiranto-Gus Solah Paling Populer JAKARTA (Suara Karya): Pasangan Wiranto - Salahuddin Wahid (Gus Solah) dinilai sebagai capres dan cawapres yang paling populer (dikenal dan disukai orang banyak) menurut pendapat pemilih di Jawa dan luar Jawa. Capres/cawapres dari Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa itu juga dianggap paling peduli dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap rakyat. Demikian hasil survei Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha Indonesia (LSPEUI) yang disampaikan Direktur LSPEUI Fachry Ali, di Jakarta, Selasa (29/6). Survei ini dilaksanakan sejak tanggal 8 hingga 24 Juni 2004, meliputi 1.600 responden dari 32 provinsi di Indonesia. Survei ini dilakukan mencakup komposisi penduduk, di perkotaan dan pedesaan. Menurut Fachry Ali, Wiranto dan Gus Solah dikenal sebagian besar responden (92,9 persen) ketimbang capres dan cawapres lain. "Yang mengherankan, pasangan capres dan cawapres Megawati dan Hasyim Muzadi justru kalah populer. Ini mengherankan kalau masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang kurang mengenal atau tidak tahu pasangan ini ketimbang Wiranto dan Salahuddin Wahid," tutur Fachry Ali. Demikian pula pasangan Amien Rais dan Siswono Yudohusodo, hasil survei menunjukkan keduanya kalah populer. Padahal, Siswono selama ini dikenal sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang seharusnya memiliki massa petani hingga ke desa-desa dan Amien Rais selama ini dikenal sebagai ketua MPR. Mengomentari hasil survei ini, Fachry Ali berpendapat bahwa tidak ada jaminan jabatan yang dimiliki seorang tokoh politik pasti bakal dikenal oleh seluruh masyarakat pemilih. Hasil survei juga menunjukkan, meski Hamzah Haz menjabat wakil presiden dan Agum Gumelar menjadi menteri di kabinet, tingkat popularitasnya kalah dibanding Wiranto dan Salahuddin Wahid Fachry mengemukakan, fenomena ini menunjukkan tingkat hubungan antara masyarakat (rakyat) dan pimpinannya. Dengan kata lain, kalau pimpinan masyarakat itu bisa menerjemahkan segala kepentingan masyarakat yang selama ini menjadi kebutuhan maka akan tercipta intensitas hubungan yang baik antara masyarakat dan pimpinannya. Menjawab pertanyaan mengenai penilaian responden terhadap pasangan capres dan cawapres yang memiliki tingkat kepribadian, integritas dan keberpihakan kepada rakyat sehingga layak dipilih pada 5 Juni 2004, mayoritas responden juga menjagokan pasangan Wiranto - Gus Solah. Dalam survei ini juga terungkap ternyata cukup banyak responden (32,7 persen) yang menilai pasangan Megawati-Hasyim Muzadi tidak mampu menyelesaikan krisis ekonomi. Kondisi ini setidaknya memberikan gambaran yang berbeda dengan penyampaian tayangan iklan di media massa bahwa pasangan Megawati dan Hasyim Muzadi bakal mampu memberikan perbaikan terhadap kondisi perekonomian negara. Responden juga memberikan penilaian bahwa pasangan capres dan cawapres dari PDIP ini memiliki sikap tidak peduli kepada rakyat (17,3 persen) dan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepeduliannya terhadap rakyat (16,2 persen). Untuk pasangan capres dan cawapres Amien-Siswono, hanya sedikit responden (4,3 persen) yang merasa yakin keduanya mampu menyelesaikan krisis. Meski begitu, keduanya juga dinilai cukup memiliki kepedulian terhadap rakyat dan figur pemimpin jujur dan bersih. Survei LSPEUI ini juga menunjukkan bahwa mayoritas responden (23,5 persen) menyatakan pasangan Hamzah-Agum tidak mampu menyelesaikan krisis. Sementara itu, kumpulan paranormal, seperti dikatakan sekretaris Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuhan Alternatif, Tukimin WS, di Jakarta, Selasa (19/5), memperkirakan pemilihan presiden akan berlangsung dalam dua putaran. Mereka memprediksi pasangan Wiranto-Gus Solah dan Megawati-Hasyim Muzadi yang akan masuk ke putaran kedua. (Vc-1/CW-4 ______________________________________ LSPEU: SBY dan Amien ke Putaran Kedua Selasa, 29 Juni 2004 | 20:24 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Hasil survei Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha (LSPEU) Indonesia yang dilakukan 8-24 Juni menyatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono dan Amien Rais akan maju ke putaran kedua pemilihan presiden mendatang. Hal tersebut disampaikan Fachry Ali, Direktur LSPEU, di Jakarta, Selasa (27/6). Dari 1.600 responden yang dihimpun, 467 (29,2 persen) orang memilih pasangan Yudhoyono-Kalla. Tempat kedua diisi Amien-Siswono dengan memperoleh 410 suara (25,6 persen), lalu diikuti Wiranto-Wahid 243 suara (15,2 persen), Megawati-Hasyim 152 suara (9,5 persen), dan Hamzah-Agum 30 suara (1,9 persen). Para responden adalah mereka yang telah berumur minimal 17 tahun atau mereka yang telah menikah, di mana dari 32 provinsi di Indonesia, masing-masing provinsi diwakili 50 orang responden. Menurut Fachry, kemenangan SBY dan Amien menunjukkan fenomena baru dalam perpolitikan Indonesia, yaitu adanya beyond political parties atau kondisi di mana partai politik sudah tidak jadi pertimbangan pemilih dalam memilih calon presiden yang ditandai dengan banyaknya pemilih lintas partai. Selain itu, kata Fachry, juga ditandai dengan fenomena anomali massa, yaitu kondisi di mana partai telah kehilangan kontrol terhadap massa pemilihnya. Hal itu disebabkan tidak bekerjanya mesin politik partai seperti pada pemilu legislatif silam. SBY, menurut Fachry, memiliki latar belakang budaya Jawa yang akan mendapat dukungan dari massa Jawa. Selain itu, latar belakang SBY sebagai jenderal intelektual juga mendongkrak popularitasnya. Sementara Amien, menurutnya, memang orang Jawa tetapi sudah tercabut akar kulturalnya. "Apa yang bisa dianggap dari Amien itu adalah kejujurannya dan intelektualitasnya. Sedangkan faktor etnik kurang pada Amien, dibanding SBY," kata Fachry kepada Tempo News Room seusai acara. ------------------ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________ ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

