Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kali ini kalo boleh saya ingin cerita sedikit tentang pikiran saya beberapa hari yang lalu.

Beberapa hari yang lalu kami mengunjungi Jakarta Book Fair 2004. Kebetulan di dekatnya baru saja dilangsungkan kampanye salah satu pasangan capres-cawapres. Begitu banyak peserta kampanye yang berbondong-bondong pulang, sebagian juga masih berkumpul-kumpul, mungkin masih menunggu bis-bis carteran.

Satu hal lain yang terasa sebagai hasil sisa kampanye adalah sampah yang berserakan di mana-mana. Terpikir oleh saya, bukankah 'bersih' bisa dikatakan sebagai topik kampanye mungkin semua pasangan capres-cawapres, tetapi kenapa kampanye mereka justru meninggalkan kotoran?

Memang ada begitu banyak peserta kampanye yang mungkin jumlahnya mencapai ribuan, bahkan lebih. Jika ditanyakan masalah kebersihan tersebut mungkin akan dikatakan bahwa bagaimana mungkin sepasang capres-cawapres mengatur masalah kebersihan ribuan orang? Sungguh bukan pekerjaan yang mudah dan masa sih mereka ngurusin itu.

Akan tetapi, saya terpikir lagi kampanye mereka yang mengembar-gemborkan pemerintahan yang bersih. Bukankah mereka harus menghadapi bukan hanya ribuan, namun mungkin jutaan aparat pemerintahan yang harus dijaga 'kebersihannya', demikian juga 'kebersihan' ratusan juta rakyat negeri ini? Bukankah lebih wajar lagi jika mereka mengatakan bahwa bagaimana mungkin cepasang presiden-wapres mengatur masalah 'kebersihan' jutaan orang?

Bukankah sebagian besar dari ribuan peserta kampanye datang karena dukungan dan rasa 'cinta' mereka terhadap pasangan capres-cawapres? Bukankah seharusnya mereka lebih dapat mendengar nasihat dari pasangan yang mereka jagokan? Apalagi biasanya ada tim kampanye dengan kelompok satgasnya yang siap untuk dikomando. Jika para pasangan capres-cawapres tersebut tidak mampu mengatur pendukung mereka sendiri bagaimanakah mereka akan mengatur orang-orang yang mungkin banyak di antaranya pendukung lawan-lawan mereka jika telah terpilih menjadi presiden-wapres?

Semoga siapa pun yang menjadi pemimpin negeri ini menjadi pemimpin yang mampu membersihkan negeri ini dan rakyatnya. Semoga kita semua menjadi rakyat yang mampu membersihkan diri-diri kita.

Mohon maaf dan koreksi jika ada kesalahan. Segala kebaikan datang dari Allah sedangkan keburukan datang dari diri saya sendiri dan syaithan.

Allahu a'lam bish shawab.

Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H)


Rasulullah Shalallahu âalaihi wassalam bersabda, "Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan, seorang imam adalah pemimpin akan dipinta pertanggungjawabannya, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan akan dipinta pertanggungjawabannya, seorang wanita pemimpin dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab, dan seorang budak adalah pemimpin dalam hal harta tuannya dan ia bertanggungjawab. Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dipinta pertanggungjawabannya." (HR Bukhori dan Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Umar Radiyallahu âanhu).



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

Kirim email ke