Anis Matta:"PKS Terbiasa Dengan Tradisi Ilmiah dan Mekanisme Organisasi"
Tanggal Wednesday, June 30 @ 17:53:11
Topik Politik & Peristiwa
Dari acara siaran pers tentang rekomendasi PK Sejahtera dalam Pemilihan
Capres-Cawapres, yang juga ditunggu wartawan adalah pernyataan sekjen PKS Anis
Matta soal keputusan ini. Anis Matta mengawali keterangannya dengan menyebut
tradisi PKS yang sangat kental adalah tradisi ilmiah dan mekanisme organisasi.
Menurut Anis, dalam mekanisme organisasi, memang ada banyak pendapat termasuk
pilihan pada Wiranto. Anis bahkan mengakui kalau dirinya adalah salah satu
pendukung Wiranto. Namun, Alhamdulillah, masalah seperti ini di PKS terkait
dengan ijtihad politik dan menurut Anis, kami semua adalah orang-orang yang
dewasa yang juga merupakan komunitas yang terbiasa dengan tradisi ilmiah dan
semuanya terkomunikasikan dalam seluruh prosedur mekanisme organisasi. Dalam
perkembangan musyawarah, pilihan bukan hanya pada Amien Rais dan Wiranto, namun
juga Hamzah Haz. Namun semuanya tidak mengganggu hubungan antar personal
ataupun hubungan organisasi.
Terkait dengan fitnah-fitnah yang ditujukan pada pada PK Sejatera, Anis mengaku
tidak terganggu sama sekali. Termasuk fitnah terhadap pribadinya yang terkait
dengan uang, kedekatannya dengan Wiranto atau pun hubungannya Golkar.
Dijelaskan pula oleh Anis, "Kita semua disini relatif santai di dalam, karena
kami ingin menjaga satu proses musyawarah yang obyektif dan konstruktif dalam
melihat persoalan bangsa. Sebab bagaimana pun PKS terlibat dalam proses ini.
Dan wiranto merupakan salah satu fakta politik yang patut diperhitungkan
sebagaimana halnya calon-calon yang lain."
Sementara itu khusus pada wartawan, Anis menjelaskan alasannya mendukung
Wiranto. Menurutnya, hal itu disebabkan pada masalah kebutuhan Indonesia ke
depan dan jenis kepemimpinan yang diperlukan negeri ini. Karenanya Anis melihat
potensi Wiranto yang lebih besar dari kandidat lainnya, termasuk Amien. Anis
pun mengakui alasan lain memberikan dukungan pada Wiranto adalah peluang mantan
Panglima TNI tersebut yang cukup besar untuk mengalahkan Megawati yang oleh PKS
telah disepakati harus segera dihentikan pemerintahannya.
Atas dukungan DPP PKS terhadap pasangan Amien-Siswono ini, Anis mengaku
menghormati keputusan itu. "Alhamdulillah semua masalah bisa 'clear'. Sebagai
pribadi dan sebagai pimpinan di PKS, saya tentu tahu bahwa begitu satu
keputusan keluar, semua orang tunduk pada keputusan itu. Jadi, setelah
keputusan keluar tidak ada lagi pendapat pribadi. Sebelum keputusan diambil
pendapat pribadi mendapat ruang yang sangat besar dalam musyawarah."
(timedi@)
Artikel ini diambilkan dari situs www.pks-jakarta.or.id
http://www.pks-jakarta.or.id/
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________