Assalamualaikum Wr. Wb., Tragis memang berita urang awak yg listriknyo dimati iduikkan sahari, tapi PLN menuruik ambo juo alah bausaho sakuek tanago untuak mambarikan service yg terbaik.
Kalua dari topik saketek bahwa hargo energy ko memang maha, contohnyo kalau PLN/pemerintah baniek mangganti jo diesel akan labiah maha dari plta dan pltu, kalau ambo bandiangkan dg diesel yg kami punyo harago 1 unit adolah +/- 35Miliar/5MW, kalau sumbar kebutuhannyo 520mw artinyo 100unit x 35Miliar, iko pun harus ado subsidi dari pihak terkait, karano harago jua ka masyarakat adolah Rp. 600/kwh, sedangkan hpp dari diesel Rp. 800/kwh. Solusi menuruik ambo samantaro PLN lagi mamelok i, terlepas dari itu semua alangkah bagusnya juo pebisnis/perumahan punya diesel sendiri yg harganya mulai dari 2jt (yg kecil), dengan begitu kelangsungan bisnis/rumah tangga indak tagaduah, kalau butuah info kami akan bantu by japri, sorry iko bukan promosi. Sekian, iko hanyo sekedar info sajo, jaan masalah hargo / angko2 dsb. dipegang sebagai ketentuan. Wassalam, syahril. > -----Original Message----- > From: Rangkiang [SMTP:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, July 16, 2004 1:45 AM > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] > Subject: [Nagari] [kaba] Hujan Buatan Turun, Listrik Tetap Padam > > Copyright � 2004 Media Indonesia Online. All rights reserved. > Jum'at, 16 Juli 2004 00:00 WIB > > NUSANTARA > -------------------------------------------------------------------------------- > Hujan Buatan Turun, Listrik Tetap Padam > > sedikit ada kendala, karena kondisi danau agak ke bawah," ujarnya waktu itu. > > Selama 20 hari, hasil yang diperoleh, kenaikan debit air hanya 1,5 cm alias > tidak memuaskan. > > Sementara dana yang dihabiskan untuk sekali terbang tidak tanggung-tanggung, > sebesar Rp114 juta. Jika dikalikan dengan rata-rata dua kali setiap hari > terbang dengan lama 20 hari, berarti telah menjalani 40 kali terbang. Empat > puluh dikali Rp114 juta, maka PT PLN telah mengeluarkan dana Rp4,5 miliar. > > Menurut Kepala Sektor PLN Bukittinggi Mursalim, hujan buatan itu salah satu > solusi agar tidak terjadi pemadaman. Namun, hasilnya tidak memuaskan, > pemadaman secara bergilir tetap terjadi. > > Masalahnya bukan sekadar debit air di kedua danau itu berkurang. Celakanya, > PLTU Ombilin di Kota Sawahlunto yang berkapasitas 200 megawatt (MW) rusak. > > Melihat penyelesaian masalah kerusakan PLTU Ombilin berlarut-larut, Gubernur > Sumbar Zainal Bakar mengultimatum pimpinan PLN wilayah Sumbar. Zainal Bakar > meminta pimpinan PLN segera memperbaiki kerusakan PLTU Ombilin di Kota > Sawahlunto. "Saya tidak ingin hal ini terjadi lama, karena berdampak besar > terhadap aktivitas ekonomi rakyat. Untuk itu saya tekankan pimpinan PLN > memperbaiki kerusakan di PLTU Ombilin secepatnya," ujarnya. Bonar Harahap/N-1 > > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

