Assalamu'alaikum.Wr.Wb.

Hmmm..saya tak menyangka anak da Ad sudah 4 orang.Saya
menduga dua,atau tiga.Malah pertama sekali menduga
anak da Ad satu,karena yang ada di foto yang bundo
kirimkan di RN ( dekat pantai itu ),cuman satu
aja.Setelah da Ad bilang di rumah masih ada
balita,saya menduga dua.Kenapa ngak di kirim semua
foto anak2nya da Ad ?

Jangankan di kantor orang ribet dengan anak kita
berapa orang ,tetangga saja juga sering heran melihat
anak banyak.( Oh yah..saya heran,da Ad kerjanya sering
melanglang buana kenegeri mana saja,seperti kerja para
menteri dan diplomat  aja da Ad ? ).

Bagi kita menghadapi ocehan dan omongan keheranan
mereka atas  jalan hidup kita di mata manusia
lain,bagi saya pribadi gampang aja menghadapinya da
Ad.Ingatkan sya'ir lagu di bawah ini ( Lagu ini pernah
dengan benar-benar saya  hayati menyanyikannya di
depan teman-teman mahasiswi  Indonesia yang ada di
kairo,saat ada  acara,sehingga kala itu ada yang
sampai mengeluarkan air mata,karena kata2itu,setelah
saya tanyakan kenapa ia menangis,ia jawab,lagu itu
persis seperti kisah nya. ).Lagunya begini da Ad :

Engkau bagai air yang jernih�di dalam bekas yang
berdebu..
Dhahirnya kotoran itu..terlihat..kesucian terlindung
jua�
Cinta bukan hanya di mata..cinta hadir di dalam jiwa..
Biarlah salah dimata..mereka..biar perbedaan
terlihat..antara kita..

 Kuharapkan kau kan terima�walau dipandang hina..
Namun hakikat cinta kita..kita yang rasa�
Suatu hari nantik,..pasti kan bercahaya..pintu akan
terbuka..
Kita langkah bersama..

Disitu kita lihat,..bersinarlah hakikat..debu jadi
permata..
hina jadi mulia�
Bukan khayalan yang aku berikan tapi keyakinan yang
nyata..
Karena cinta ..lautan berapi pasti akan kurenang jua�

Begitulah setiap langkah,sikap dan perbuatan yang kita
rasa baik,namun jelek di mata orang lain,saya selalu
mengingat lagu itu dengan kata-kata akhir yang saya
pegang : 
DISITU KITA LIHAT BERSINARLAH HAKIKAT 
DEBU JADI PERMATA,HINA JADI MULIA ".

Apapun yang kita lakukan,kita katakan,kita
hadapi,selalu saja ada omongan orang lain ( ingat
kisah Lukmanul hakim dengan anaknya ,keledai dan
dirinya,semua yang dilakukannya salah saja di mata
orang yang melihat ).

Tapi saya percaya dan yakin,suatu saat kalau
keberhasilan yang kita gapai dari suatu usaha keras
kita,orang akan diam dan mengakui kebenaran yang kita
sampaikan,ucapkan,dan lakukan itu.Tapi sepanjang
kegagalan yang kita alami orang akan berceloteh :
Itulah..begitulah,.kenapa dan kenapa..? ".Padahal kita
harus yakin semua yang ada di dunia ini sudah di
TAKDIRKAN oleh Allah SWT kejadiannya.Tapi jarang
sekali manusia mengingat Allah dalam kehidupan
itu.Jelek dan buruk nasib kita sudah di tentukan oleh
yang maha Kuasa.

Wassalam.Rahima Sikumbang Sarmadi



--- adeer <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum
> 
> selamat ya Rahima...., mudah2an anak dan ibunya
> diberi kesehatan selalu
> tanpa ada halangan yang berarti lagi..dan kelak sang
> anak bisa jadi permata
> hati orang tuanya...


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke