Masukan yang bagus,
tapi tetap saja kita harus mengakui bahwa proporsi yg diberikan
tetap tidak sama. Lihatlah iklan di media TV, porsi mana yg paling
besar ?
wassalaam,
Ronald
[EMAIL PROTECTED]
Sent by: To: [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] cc: [EMAIL PROTECTED]
ntaunet.org Subject: RE: [EMAIL PROTECTED]
Emas Fisika
07/26/2004 10:11 AM
Please respond to palanta
Wajah sedih jurnalisme Indonesia.
Apa jadinya seorang kolumnis Republika tidak pernah belajar ataupun membaca
media lain (baca: surat kabar lain). Memberi pernyataan yang benar-benar
salah besar. Saya hanya membaca sekilas setiap suratkabar yang datang. Namun
saya tahu persis bahwa banyak koran lain malah memuat foto kelima orang
tersebut. Ngga usah saya sebutkan satu persatu, nanti dikira iklan. Bentuk
arogansi yang cetek.
ET Hadi Saputra
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ronald P Putra
Sent: 26 Juli 2004 8:45
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Emas Fisika
Sabtu, 24 Juli 2004
Emas Fisika
Oleh: ADE ARMANDO
Pernah dengar nama Yudistira Virgus? Atau, Edbert Jarvis Sie? Atau,
Ardiansyah? Andika Putra? Atau, Ali Sucipto? Kalau Anda menganggap nama-nama
itu terasa asing di telinga, jangan berkecil hati. Maklumlah, mereka memang
tidak cukup diekspos media massa. Jangankan tampang, nama mereka saja tidak
hadir di halaman satu surat kabar, di halaman depan tabloid dan majalah,
apalagi di prime time siaran televisi dan radio
kita.........................................dst.
dst "
http://www.republika.co.id/ASP/kolom_detail.asp?id=167610&kat_id=19
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________