Aritikel cukup bagus sebagai bahan renungan dari milis lain.
 
Dewis, 34
#Kampuang Nan Jauah Dimato Dakek Di Jari#
 
 
Bunyi yang Punya Arti

 Suatu hari, seorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi ribut
 mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang desa
 itu.

 Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu
 berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik, "Berhentilah sebentar.
 Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?"

 Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan
 kemudian berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta
suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?"

 "Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara
 nyanyiannya."
 
 Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu
 menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya
bergurau.
 Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa
 mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu
bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?"

 Kata orang desa itu, "Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini
 sekarang."

 Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping
 tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang Indian
 itu memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik
 yang bernyanyi keras sekali.

 Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa
 mendengar kan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali berjalan-jalan,
 orang kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu secara alami bisa mendengar
 lebih baik dari kami."

 Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya
sambil berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa
 mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya akan
 memperlihatkannya kepadamu!"

 Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar.

 Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian
orang desa itu memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya,
dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.

 Kata orang desa itu, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak lebih
 keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota
 mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah
satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bukan bahwa orang
 desa bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Tidak. Alasannya
adalah bahwa kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita
 perhatikan."

 Seringkali ketika kita dalam masalah, kita berteriak memohon pertolongan
 pada Tuhan, dan kita merasa Dia diam saja. Ketika membaca cerita ini kita
 jadi sadar, sebabnya bukan karena Tuhan tidak menjawab, tapi karena kita
 lebih fokus pada diri kita sendiri dan permasalahannya daripada fokus pada
 Tuhan dan pertolonganNya.

 Kita memasang telinga agar Tuhan menjawab sesuai dengan keinginan dan cara
 kita dan menolak suara Tuhan yang mengatakan bahwa Dia menyediakan jalan
 lain yang lebih baik!

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke