Assalamualaikum Wr. Wb., Kadunsanak Yth. di palantako, dibawah ko ado tulisan kawan, buliah dikomentari, kalau salah pandapeknyo ambo akan minta pertanggung jawaban ybs., he he, juo melalui e-mail ko ambo juo minta rahasio: - negara jepang, dll (maju) tentang sumangek karajo nyo. - rahasio sukses dagang nabi awak SAW, bia indak ado lai TKI/W di lua nagari, dan cukuik tinggal di Ind. sajo.
---------------- > Training untuk meningkatkan motivasi kerja merupakan pembelajaran tentang > orang (skill with people) yang sering digolongkan ke dalam "soft skill". > Semua orang tentu tahu bahwa konsep/theori paling dasar yang harus > diberikan adalah Jenjang Kebutuhan Manusia dari Abraham Maslow yang > kemudian disempurnakan oleh muridnya, Frederick Herzberg yang membagi > jenjang-jenjang tersebut menjadi faktor hygienis dan faktor motivasi. > Penguasaan theori ini memang perlu tetapi yang lebih penting adalah > penghayatan serta penerapannya dalam keseharian. > > Kemudian motivasi terbagi menjadi dua yakni ekstrinsik (dari luar) dan > intrinsik (dari dalam). Motivasi ekstrinsik perlu diketahui oleh para > pimpinan/atasan untuk dapat menumbuhkan motivasi pada diri bawahannya. > Untuk ini, selain Maslow dan Herzberg, atasan perlu mengahayati konsep Paul > Hersey yang memberi petunjuk bagaimana menumbuhkan motivasi sesuai dengan > tingkat perkembangan seseorang, dan mengetahui arah motivasi (apakah > mengejar atau menghindar) sehingga dapat diterapkan cara yang cocok untuk > type yang berbeda. Karena faktor motivasi yang riil (Herzberg) adalah > ego/esteem dan realisasi diri, maka pimpinan perlu mengembangkan > iklim/budaya kerja yang dalam bahasa sederhananya (walaupun sesungguhnya > tidak sederhana) adalah "kebiasaan menjebak karyawan ketika membuat > prestasi". Selain itu, atasan perlu mengahayati berbagai dimensi kemantapan > peran (Udai Pareek) yang terdiri dari Integritas Diri, Proaktifitas, > Kreatifitas, Konfrontasi, Sentralisasi-desentralisasi, Kekuasaan/pengaruh, > Pertumbuhan Pribadi, Hubungan Antar Peran, Hubungan Saling Bantu dan > Superordinasi. > > Pada tingkat individu ada beberapa prinsip untuk mengembangkan Motivasi > Intrinsik yakni, 1. Citra Diri dan Sikap Mental Positif, termasuk > persepsi/cara pandang positif terhadap peristiwa luar. 2. > Pemikiran/Keyakinan tentang harapan yang dapat di percepat dengan simulasi > "The Power oh the Dream". 3. Komunikasi Tatap Muka yang Efektif/Assertif, 4 > Keyakinan tulus meraih sukse bersama orang lain, dan 5. Penguasaan Teknik > Bawah Sadar. > > Anda mungkin bertanya mengapa ada orang-orang yang selalu bermotivasi/punya > gairah, selalu ceria, "tahan banting" dan berbagai sifat/perilaku positif > yang diidamkan oleh dan menjadi "rebutan" para atasan, sementara ada > orang-orang yang rapuh, pesimistik, "nyebelin" dll. Just FYI, sekarang ada > cara "mencetak" orang-orang bermotivasi dengan "menata ulang" memori > pikirannya menggunakan kombinasi dari Transactional Analysis - Neuro > Linguistic Programming (NLP) - dan Silva method of Mind Control. Konsep > kombinasi ini memberi jawaban atas statement William James yang mengatakan > sedang terjadi semacam revolusi pada generasi masa sekarang, "bahwa manusia > dapat mengubah aspek ekstrinsik kehidupannya dengan mengubah sikap > intrinsik alam pikirannya". > > Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi. > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

