Assalammu'alaikum WW

Dear Palanta...

Baa kok kejadian iko bisa terulang baliak? Baa kepedulian urang awak jo
kejadian sarupo iko?

Iko ado berita di harian Republika kapatang

Wassalam

Kamis, 29 Juli 2004

Alquran 'Beryesus' Kembali Ditemukan di Sumbar

Laporan : rul


PADANG -- Pemerintah diminta memberi tanggapan serius. Kulit bagian dalam
Alquran berlapis kata-kata Yesus (Beryesus) kembali ditemukan di Sumatera
Barat (Sumbar). Jika sebelumnya ditemukan di SMPN I Pakan Kamis, Tilatang
Kamang, Kabupaten Agam, kali ini di SMK Teknologi Utama, Kampung Taji, Lubuk
Sikaping, Kabupaten Pasaman. Laporan yang didapat Republika menyebutkan,
Alquran itu ditemukan pukul 13.00 WIB 27 Juli lalu oleh siswa kelas II
sekolah tersebut bernama Asman (18).

Ia menemukan Alquran tersebut di rumahnya. Pada 27 Juli itu, guru sejarah
SMK Teknologi Utama, Rosnelly, SPd tampil di kelas. Ia sedang mengajarkan
perkembangan Islam di Indonesia. Muridnya di ruang kelas II itu mendengarkan
dengan tekun. Dalam materi pelajarannya guru ini menjelaskan bahwa perluasan
Islam di Nusantara mengalami pasang surut. Bahkan, katanya, Islam sering
menemukan hambatan serius. Menurut guru ini, ada pula pihak yang sengaja
mengadu domba Islam dan agama lain. Untuk kasus terakhir, guru sejarah ini,
tak mengambil contoh jauh-jauh. "Contohnya belum lama ini di salah satu SMP
di Tilatang Kamang ditemukan Alquran Beryesus," kata dia. Asman, sontak
terkejut.

"Di rumah saya ada Quran seperti itu, Bu," katanya. Pada hari itu juga Asman
diminta mengambil Alquran tersebut ke rumahnya. Dan nyatanya benar, di balik
kulit bagian dalam ditemukan kata-kata Yesus. Oleh sekolah kasus ini segera
dilaporkan ke pihak kepolisian. Waka Polres Kabupaten Pasaman Kom Pol Yudi
Wahyudiana, segera menyita Alquran tersebut. Pada hari yang sama pihak
kepolisian turun ke sekolah dan meminta keterangan beberapa saksi. Polisi
juga akan meminta keterangan pihak Departemen Agama. Alquran dengan ukuran
18x26,22 cm terbitan PT Madu Jaya Maqbul, Surabaya itu, izinnya dikeluarkan
tahun 1994. Namun Alquran tersebut baru dicetak tahun 2004, artinya setelah
izin dikantongi 10 tahun kemudian. Perusahaan ini mengantongi izin nomor
P.III.TL.02.1/190/777/94.

Penemuan Alquran Beryesus membuat kaget banyak kalangan di Sumbar, misalnya
Buya Mas'oed Abidin. Menurut salah seorang Ketua MUI Sumbar ini, kasus
Alquran Beryesus bukan masalah sepele. "Kalau pemerintah masih saja
menganggap enteng persoalan, maka kasusnya akan makin meluas. Saya berharap
pemerintah cepatlah memberikan tanggapan yang serius," kata dia. Buya yang
dihubungi kemarin kepada Republika menyatakan, jika persoalan kecil dianggap
enteng, jangan salahkan rakyat jika kemudian persoalannya membesar.
"Pemerintah harus memberikan penjelasan," kata dia. Kepada masyarakat luas,
Mas'oed meminta agar menahan diri dan menyerahkan pengusutan kepada pihak
kepolisian. "Sumbar merupakan satu daerah yang dijadikan sasaran
kristenisasi, benang merahnya bisa ditemukan, jadi harap dituntaskan kasus
ini," katanya.

Sebagaimana diberitakan harian ini, sebelum di Lubuksikaping, Alquran
Beryesus telah ditemukan di Tilatang Kamang, Agam. Di sana ditemukan 141
buah Alquran yang di kulit dalamnya tertera kata-kata Yesus, serta panduan
misa. Sebanyak 60 buah dari 141 itu, ada di SMP 1, sisanya, sebanyak 20 buah
di SMP 2, 10 SMP 3, 10 di SMP 4, dan 20 Quran di SMP 5 serta sisanya untuk
SMA I. Semua sekolah ini berada di Kecamatan Tilatang Kamang. Kata-kata
Yesus Kristus dengan huruf latin ini, dibuat pada sampul dalam Alquran.
Persisnya di tulang tempat helai demi helai Alquran dilem dan dijahitkan.
Kalau kulit Alquran tidak dicopot, maka tulisan Yesus Kristus dan sejumlah
bait lagu-lagu gereja yang ditulis di situ tidak akan pernah diketahui.



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke