Mu'alaikum salam wr. wb.

Menjawab pertanyaan, apakah US menyimpan cadangan minyaknya? saya ingin
kemukakan apa yang sebenarnya terjadi sebatas apa yang saya ketahui. US
sudah sejak dulu mengexploit cadangan minyak mereka, seperti yang terjadi di
Texas, California dan banyak tempat lainnya. Jadi yang terisa adalah
cadangan ditempat yang relatif lebih sulit, seperti cadangan minyak di
Alaska yang disampaikan oleh pak Asmardi.

Kesulitan ini akan mengakibatkan naiknya ongkos produksi (explorasi dan
exploitasi). Sebagai contoh, untuk memproduksi sebuah lapangan minyak Mobil
di lepas pantai Hibernia - Canada, menurut laporan tahun 1990 mencapai harga
$18 - 20 per barrel. Jadi lapangan tersebut tidak kompetitip dan terpaksa
diundur operasinya pada tahun tersebut karena harga minyak berkisar antara
$18 - $24. Lapangan Arun (produknya gas dan kondensat) pada waktu itu secara
ekivalen memproduksi dengan biaya sekitar $4 per barrel, dan biaya produksi
dilapangan minyak lainnya berkisar antara $8-10.

Memproduksi minyak ditampat-tempat jauh, lepas pantai dan dingin banyak
faktor yang akan meningkatkan biaya produksi. Contohnya di Canada banyak
lapangan minyak perlu tambahan jaket uap untuk mencirkan minyak yang
mengental pada musim dingin. Jadi apabila US masih menyimpan cadangan
minyaknya, selain faktor politis lainnya, masih disebabkan karena faktor
ekonomis perusahaan.

Dengan harga minyak yang tinggi - $44 sekarang ini, maka cadangan minyak
ditempat sulit sudah mulai bisa mulai bisa diproduksi kembali. Dan malah
sudah cukup pantas untuk perusahaan dinegara maju lainnya untuk  terus
mengembangkan usaha mencari energy alternatif yang lebih murah dan ramah
lingkungan, seperti energy panas bumi, energy angin dan energy matahari,
atau minyak dari minyak tumbuhan.

Wassalam,

Ridwan


----- Original Message -----
From: "Asmardi Arbi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 06, 2004 7:28 AM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] konspirasi manggadaikan nagari ( UU Migas ) -3


> Assalamualaikum wr.wb.
>
> Bana kecek sanak SyB, sabalun dijawek mak Ridwan tantang cadangan minyak
AS
> nan alun diexplore. Lokasinyo di Alaska , info ambo dapek dalam sebuah
> seminar tentang Perang Teluk (Gulf War) nan populer diberi nama dek urang
> Iran jo "Oil War" nan diciptakan AS dan sekutunyo di Teluk Parsi pada
> sekitar awal tahun 1991 dalam rangka menguasai minyak dari daerah Teluk
> Parsi yang marupokan penghasil 60 % produk minyak dunia.
>
> Ambo pernah manulis paper nan berjudul "Prospek Timur Tengah paska Perang
> Teluk" dimano ambo uraikan bagaimano AS dan sekutu Eropanyo sejak
> ditemukannya teknologi explorasi minyak menguasai wilayah Timteng.
> Melalui studi sosio-cultural bangsa Arab mereka memanfaatkannya untuk
> kemudian mengontrol wilayah yang kayo minyak itu tanpa disadari oleh
bangsa
> Arab itu sendiri. Salah satu bentuk budaya yang paling dominan dikalangan
> bangsa Arab/Timur Tengah termasuk Iran iyolah kebanggaan dan kesetiaan
pada
> klan/suku yang melebihi kesetiaan pada ajaran agama Islam  atau bangsanya.

cut



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke