Kiniko di pinggir kota Washington, DC sadang berlangsung tradisi basuluak
ko, nan diselenggarakan oleh aliran Naqsabandiyah-Kodirun. Waktu acara
pembukaan ambo diundang hadir. Mursyidnyo didatangkan dari Kelantan,
kebetulan keturunan dari Lintau. Bahaso Minangnyo masih rancak.
Bagi ambo sendiri sebagai urang Piaman  tentu tak aneh soal basuluak ko.
Sabab Piamankan asal usua aliran Tarikat di Sumbar.
Walaupun ambo sendiri indak mempraktekkan, namun banyak dusanak ambo melakukannyo.
 
wass/ajoduta/57

RaNK MaRoLa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apakah benar, banyak urang tabaliak kaji dek karano basuluak?????
Terutamo bagi nan alun sanggup, alias nan mudo2.

mohon tanggapannya dari mamak2
----------------------------------------------------------------------------
----
Tradisi basuluak

Liputan6.com, Tanah Datar: Ruangan dalam masjid itu terbagi beberapa bilik
berukuran satu kali 1,5 meter. Masing-masing diisi orang yang duduk bersila
dengan mulut yang tak pernah berhenti berzikir. Penuh konsentrasi. Yang
lelaki menutup kepalanya dengan selendang, para wanita bermukena. Kebiasaan
ini ada selama Ramadan di Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar,
Sumatra Barat. Masyarakat setempat biasa menyebutnya basuluak.

Sebenarnya tradisi semacam basuluak di Tanah Datar juga ada di beberapa
daerah lainnya, terutama yang menganut tarekat Naqsyabandiah. Namun, jika
tarekat yang dilakukan biasanya berlangsung sepanjang hari di dalam masjid,
basuluak berlangsung di dalam kamar-kamar darurat yang dibuat dalam masjid
atau musala.

Peserta basuluak biasa menghabiskan hari-harinya dengan berzikir seraya
berdoa kepada Allah SWT. Biasanya digelar seusai salat subuh hingga pukul
14.00 WIB. Kemudian dilanjutkan seusai salat asar. Waktu istirahat buat
mereka cuma dua jam, yaitu sejak jam 14.00 WIB hingga masuk salat asar.

Basuluak dipimpin seorang imam yang disebut mursyid atau khalifah. Dia
berwenang memutuskan seseorang bisa mengikuti basuluak atau tidak. Jadi, tak
sembarang orang bisa mengikuti ritual ini. Selama basuluak, para peserta
cuma berzikir, berzikir, dan berzikir; sekaligus berdoa. Ini sudah menjadi
salah satu syarat peserta suluak. Makanan dan minuman untuk buka puasa dan
sahur disediakan oleh keluarga masing-masing peserta atau warga sekitar
masjid yang menerima pesanan. Peserta basuluak tak hanya berasal dari
Sumbar, tapi juga dari Jambi, Pekanbaru, dan Tembilahan.(SID/Aldian)



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke