Ha......ha........ha........ Iyo sabana pandai si Malin ko, mambuek catatan harian saromanko. Pasti mukasuiknyo, untuak maajak urang banyak agar labiah introspeksi diri. Kalau nagari awak dilando galodo, paralu kito mancaliak kadalam diri. Barangkali sabab musab galodo tu dek karano kasalahan kito. Kasalahan kito sorang-sorang yg lambek laun menjadi kasalah kolektif kito sa Minangkabau. Mungkin si Malin ko, alah "meramalkan", bahwasonyo, kalau kito indak waspada/lengah, mako "panyakik" akan banyak datang basarang di hati nurani kito. Makonyo kini, anggota Dewan kito, mangangkangi pitih rakyat, maraso indak badoso. Makonyo kini, gerakan Gebu Minang, indak ado kaba baritonyo. Makonyo Sumbar manjadi target kristenisasi. Makonyo kini, mutu pendidikan di Sumbar manjadi yg paliang bawah secara nasional. Makonyo kini, Sumbar terkenal dgn busung lapar..... Ondeh......, antah lah.............
Zulfikri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sebelum Malin Kundang meninggal dunia atau mati menjadi batu di Gunung Padang, dia telah menulis dan meninggalkan beberapa catatan mengenai fenomena yang telah terjadi di Ranah Minang kampung halamannya sendiri. Mungkinkah fenomena ini yang menyebabkan Malin Kundang durhaka kepada ibu kandungnya ? Berikut isi catatan Kumal si Malin Kundang bagian V (kelima) sbb : V. Catatan si Malin Kundang mengenai "Masyarakat Ilmiah" Datu-datuk yang selalu mengadakan rapat atau sidang di Balai Adat mempunyai tata cara tersendiri. Setiap kata harus dijelaskan arti dan maksudnya supaya tidak terjadi kesalah pengertian. Dan bagi yang memberikan jawaban, mengulang kembali penjelasan itu dan setelah disepakati bahwa arti dan maksudnya sama, baru persoalan dilanjutkan. Jika sekiranya yang dibicarakan tentang perkawinan, terlebih dahulu disamakan pendapat tentang "kawin" itu, apa yang dilakukan bila kawin, kawin cara siapa dan seterusnya. Setelah itu baru persoalan dilanjutkan "siapa yang akan kawin", bagaimana kawinnya, dimana dan kapan ? dan seterusnya. Kadang-kadang rapat itu hanya membicarakan tentang sebuah durian yang jatuh ke halaman orang lain, terpaksa mereka rapat sampai lima atau enam hari. Repot !, tapi kata Datukku itu adalah sikap ilmiah. Semua harus punya rujukan yang jelas. Kalau mengutip pendapat orang lain harus di konfirmasikan sampai benar-benar diakui sebagai pendapat, bukan pendapat kita. Aku mengangguk membenarkan. Sewaktu dia tersinggung karena aku kawin lagi sedangkan isterinya sebagai Datuk baru tiga, dia memakiku; "Anjiang kamu Malin !". Aku tenang saja, tapi ketenangan ku membuat kemarahannya melimpah ruah; "Hei Malin ! Hanya Datuk yang boleh bersiteri banyak ! Kau telah menghina semua Datuk yang ada di negeri ini !" "Anjing !, Anjiang kau !", suaranya semakin serak dan akhirnya menangis. Setelah reda kemarahannya lalu ku katakan, bahwa kita harus bersikap ilmiah. Kita ini masyarakat ilmiah. Segala sesuatunya harus jelas. Jika mamak Datuk mengatakan anjing, supaya dijelaskan anjingnya anjing apa, kurapan atau hitam, jantan atau betina dan turunan anjiang apa !? Tiba-tiba dia berdiri; "Baik !", katanya dengan geram. Tubuhnya bergoyang menahan kemarahannya. "Anjiang kamu ! Anjing kumbang ! Anjing milik Datuk Perpatih Nan Sabatang ! Yang menggigit dubalang Datuk Ketumanggungan !. Tapi anjiang tidak dihukum ! Yang namanya anjing ! Tentu tidak dimakan hukum ! Hanya anjing yang memakan hukum !, Sekali lagi "Hanya Anjiang yang memakan hukum !, titik ! Akhirnya Dt. Bana Tan Tapo mamakku tertawa terpingkel-pingkel sendiri. (tammat) ------------------------------------------------------------------------ Sakitu dulu "Catan Kumal si Malin Kundang" yang baru ditemukan. Mudah-mudah ada iktibarnya.. Banyak maaf kalau ada dunsanak di palantako yang merasa tidak berkenan. "Catatan Kumal si Malin Kundang" sedang di bakar tapi sampai sekarang tidak mau habis, ingin lihat klik URL berikut ini : http://www.geocities.com/pakguruonline/ctt_kumal_mlnkundang.html ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________ ** Anakbangsa : EmErDe Palar ** __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

