Assalamu'alaikum wr.wb.,

 Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula wala quwwata illa billah.

Betapa indah dan nikmatnya iman. Coba bayangkan kalau kita berada pada
posisi yang dibiarkan saja tersesat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Dibiarkan saja terjerumus kedalam kefasikan olehNya. Bukankah banyak kita
lihat orang yang kok ya  tidak beriman. Yang kok ya kafir. Yang kok ya
durhaka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan Allah biarkan. Apakah itu
seorang putera Nuh a.s. yang meskipun ayahnya seorang nabi Allah. Apakah itu
istri Luth a.s. yang meskipun suaminya nabi Allah. Kurang apa dakwah kepada
mereka? Lihatlah Samiriy yang baru saja selamat dari kejaran tentara Firaun.
Yang baru saja melihat mu'jizat nabi Musa membelah laut Merah untuk
menyeberanginya dengan selamat. Lalu serta merta kembali mendurhaka.
Menciptakan patung sapi untuk disembah. Kalau memang sudah bakat dari
sananya untuk ingkar, Allah biarkan orang-orang seperti itu ingkar. Allah
biarkan orang-orang seperti itu mabuk dengan kekafiran dalam kefasikannya.

Ini jadi i'tibar kepada kita bahwa iman itu harus 'dimodali' oleh setiap
mereka yang ingin terkategori beriman. Dan lalu  iman itu harus senantiasa
dipupuk dan dipelihara. Harus dimintakan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
bantuan kekuatan agar kita mampu mempertahankan keimanan itu. Diantara
propaganda bodoh orang Nashara mengatakan bahwa orang Islam itu bahkan tidak
yakin dengan agamanya karena setiap saat minta petunjuk ke arah jalan yang
lurus. Kata mereka berarti orang-orang Islam itu tidak kunjung dapat juga
arah yang lurus itu dan selalu saja nyinyir meminta. Mereka tidak tahu
betapa hebatnya usaha dan tipu daya syetan untuk senantiasa membelokkan arah
keimanan setiap manusia-manusia yang beriman. Maka sabda nabi ada orang yang
pagi beriman sorenya kafir. Sore beriman paginya berubah menjadi kafir. Jadi
jangan terlalu cepat pede, terlalu cepat takabur, terlalu cepat mengklaim
bahwa 'saya adalah orang beriman dan iman saya sudah teruji'. Belum tentu.
Oleh karena itu, ingatlah! 'Hai orang-orang yang beriman! Mantapkanlah iman
kepada Allah, kepada RasulNya, kitab (al Quran) dan kitab yang diturunkan
sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya,
kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhirat, maka sesungguhnya telah
jauh sekali sesatnya.' (Al Quran 4:136).

Dan tidak bisa kita menjamin bahwa merek suatu kaum adalah jaminan
keimanannya. Tidak bisa kita mengatakan bahwa setiap Arab pasti orang yang
beriman. Setiap orang Minang pasti orang yang beriman. Setiap anggota famili
kita pasti orang yang beriman. Belum tentu. Kita wajib berusaha keras untuk
menjaga keteguhan iman kita sendiri-sendiri, menjaga keteguhan iman anggota
keluarga kita, kemudian anak kemenakan kita, kemudian orang sekampung kita.
Dengan saling mengingatkan. Dengan saling mendoakan. Setelah itu terpulang
kepada Allah. Kalau ada anak kemenakan kita yang 'mantiko langek', yang
mencari-cari pembenaran untuk keingkarannya, yang berani berkafir-kafir ria,
yang berani memperolok-olokkan ayat-ayat Allah, agama Allah, mari kita coba
mengingatkan. Tapi hasil dari usaha kita itu tergantung kepada Allah jua.
Kalau Allah sudah tetapkan 'dia' atau 'mereka' sebagai golongan yang akan
dimasukkan Allah kedalam nerakaNya, maka kita tidak akan dapat menolong
mereka.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa menunjuki kita ke jalan
yang lurus. Ke jalan  orang-orang yang (telah) diberiNya nikmat. Bukan ke
jalan orang-orang yang dimurkaiNya. Dan bukan ke jalan orang-orang yang
sesat.
Amiin.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Lembang Alam


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke