Minggu, 05 September 2004  12:52:00
Komala Minta Hentikan Propaganda Hitam Cara-cara Komunis

Padang-Rol -- Koordinator Umum Koalisi Kaum Muda Lintas Agama (KOMALA
Nadjamuddin Ramly meminta segera dihentikannya propaganda hitam yang
menggunakan cara-cara seperti yang dilakukan oleh PKI atau komunis.

"Segera hentikan propaganda hitam, itu cara-cara yang dilakukan oleh komunis
atau PKI. Janganlah pemenangan itu dengan menggunakan cara-cara komunis,"
kata Koordinator Umum KOMALA Nadjamuddin Ramly di Padang, Minggu, ketika
dimintai komentarnya mengenai beberapa selebaran dan buku-buku yang
menjelek-jelekan pasangan capres SBY-JK.

Menurut Nadjamuddin, tindakan menyebarluaskan berita tidak benar atau fitnah
itu memperlihatkan suatu kepanikan, sehingga tidak lagi menggunakan akal
sehat. "Hal ini merupakan pendidikan politik yang sangat buruk, menjijikkan
dan cenderung menghalalkan segala cara," katanya dengan gemas.

Dalam pandangan Nadjamuddin, cara-cara yang dilakukan dengan menyebarluaskan
fitnah dan sebagainya tersebut justru menjadi tidak produktif. Saat ini,
tambahnya, tinggal dua pasangan capres yang maju dalam pilpres putaran
kedua. "Kalau bukan pasangan capres yang satu, pasti itu dilakukan pasangan
yang lain," kata Nadjamuddin yang berada di Padang bersama rombongan
cawapres Jusuf Kalla.

Menurut Nadjamuddin, pasangan capres SBY-JK tidak mungkin melakukan
cara-cara seperti itu. Selama ini, tambahnya, capres SBY selalu bersikap
santun bahkan ketika mendapatkan isu dan fitnah mengenai dirinya, SBY tidak
pernah membalasnya.

Olehkarenanya, KOMALA meminta kepada KPU dan Panwaslu untuk segera mengusut
dan menghentikan hal-hal semacam itu. "KPU dan Panwaslu jangan hanya
berwacana saja, berbuatlah, segera selidiki dan tuntaskan hal ini," kata
Nadjamuddin Ramly dengan nada tinggi.

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-JK,
Sahar L Hasan yang mengatakan agar KPU, Panwaslu dan polisi bisa segera
bertindak atas segala hal-hal yang dilakukan dengan cara-cara yang
bertentangan dengan aturan kampanye.

"Dengan cara-cara seperti ini jika tidak segera diselesaikan, tidak menutup
kemungkinan akan munculnya reaksi dari para pendukung SBY-JK," kata Sahar
yang juga wakil ketua Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengingatkan. Menurut
Sahar, selama ini pihaknya yakni pasangan capres SBY-JK tidak pernah
melakukan dan menggunakan cara-cara yang negatif.

Pihaknya, tambah Sahar, selalu menekankan untuk menggunakan cara-cara yang
santun, bersih dan positif. Capres SBY sendiri dalam setiap kampanye dan
pidatonya selalu mengingatkan kader-kadernya untuk selalu menggunakan cara
yang baik dan bisa menang dengan terhormat.

"KPU dan Panwaslu harus memberikan teguran dan peringatan kalau memang
terbukti, bahkan bisa saja mendiskualifikasi," kata Sahar yang ikut dalam
rombongan cawapres Jusuf Kalla di Padang tersebut dengan tegas.

Dalam pandangan Sahar L Hasan, dalam suasana rakyat yang telah memiliki
kecerdasaan saat ini, maka cara-cara seperti itu justru tidak akan mendapat
simpati. rakyat telah bisa memilih dan melihat mana yang benar sehingga
tidak akan banyak terpengaruh.

Beberapa hari belakangan ini banyak ditemukan buku-buku dan selebaran yang
mendiskreditkan pasangan capres SBY-Kalla. Setidaknya di wilayah Papua telah
ditemukan buku berjudul "10 Alasan tidak memilih SBY", kemudian di tempat
lainnya di Jakarta ditemukan selebaran "SBY jelmaan Soeharto muda" dan
sebagainya.ant/mim



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke