Menelusuri Lebih Jauh Arsitektur Minangkabau
* Dikenal Luas, Tapi Tak Dipahami
Oleh redaksi
http://padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=128
Jumat, 03-September-2004, 08:07:46

Rumah Gadang Minangkabau yang terkenal dengan gonjong dan rangkiangnya itu
sudah dikenal sampai ke mana-mana. Namun yakinlah, tidak banyak orang yang
benar-benar tahu dan mengerti dengan rumah gadang tersebut, khususnya dari
segi arsitekturnya yang banyak mengandung makna dan filosofi adat dan budaya
Minangkabau.

Bahkan para arsitek pun merasa perlu untuk mengenal rumah gadang ini sebagai
sebuah arsitektur peninggalan budaya.

Laporan Nanang-Padang

Kunjungan para arsitek DKI Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Arsitektur
Indonesia (IAI) DKI Jakarta, yang sengaja menyebut perjalanannya ke Sumatera
Barat sebagai Ziarah Arsitektur Minangkabau membuktikan itu. Bahkan seperti
dikatakan Ahmad Juhara, arsitek yang memenangkan loma disain restorasi
Museum Wayang Indonesia di Jakarta, arsitektur Minangkabau itu sudah lama
dikenal luas. Namun sebenarnya, tidak diketahui sama sekali apa dan
bagaimana arsitektur Minangkabau tersebut.

"Selain Bali, Minangkabau memiliki kultur budaya yang kuat yang mempengaruhi
ciri arsitektur tradisionilnya. Selama ini kita sudah mengetahui tentang
arsitektur Minang itu, tapi sebenarnya kita tidak kenal sama sekali,
ujarnya, saat ditemui di sela acara silaturahmi IAI DKI Jakarta dengan IAI
Sumbar dan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)
Universitas Bung Hatta, di aula Gedung B Kampus I Universitas Bung Hatta
Ulakkarang Padang, Kamis (2/9). Selain itu, Juhara juga mengatakan,
Minangkabau memiliki banyak keragaman yang bisa dikunjungi dalam waktu
singkat, sehingga Sumatera Barat menjadi daerah tujuan pertama IAI DKI dalam
melakukan kunjungan ke daerah, yang dilaksanakan dalam rangka pendidikan
keprofesional berkelanjutan para arsitek.

Arsitektur Minangkabau sendiri, memiliki banyak makna dalam setiap sudut
bangunan bagonjongnya itu. Bukan hanya melekat pada bangunan saja, bahkan
sampai kepada tanaman yang ditanam di halaman rumah gadang pun memiliki
makna yang melekat dalam adat dan budaya Minangkabau. Aturan dan penataan
arsitektur seperti inilah, yang banyak tidak dikenal, bukan hanya oleh
arsitek luar Sumbar, namun juga oleh arsitek Sumbar sendiri.

"Sumbar itu memiliki budaya yang kuat, yang juga mempengaruhi dengan kuat
kaidah arsitekturnya. Secara umum sangat sulit memahami arsitektur
Minangkabau, karena kalau ditanya banyak dijawab dengan pantun adat, kata
Juhara.

Dia mengaku pernah mencoba menanyakan tentang kekayaan arsitektur
Minangkabau tersebut saat berkunjung ke Padang beberapa tahun lalu, namun
dalam setiap jawaban yang diterimanya selalu terselip pantun-pantun adat
yang membuatnya justru bertambah bingung.

Walaupun demikian, baik Ahmad Juhara maupun Ketua IAI DKI Jakarta Bambang
Heryudhawan, mengatakan tidak ada salahnya bagi para arsitektur muda Sumbar
untuk menampilkan rancangan arsitektur yang mencerminkan gaya zaman
sekarang, dan tidak perlu ikut-ikutan dengan gaya arsitektur yang saat ini
sedang berkembang. Selain itu, dua arsitek ini juga mengatakan, dengan tidak
berkembangnya rancangan bergaya zaman sekarang, tidakperlu khawatir akan
melunturkan arsitektur yang menjadi ciri khas daerah.

"Dalam hal ini kita bisa mencontoh Jepang. Arsitektur tradisinal Jepang itu
sangat luar biasa. Namun di sana arsitektur bergaya zaman sekarang juga
tetap berkembang dengan pesat. Sehingga saat ini bisa dilihat,
bangunan-bangunan yang ada di Jepang itu terlihat sangat maju dan modern
sesuai ciri khas zaman sekarang. Sementara arsitektur tradisionalnya yang
indah itu juga tetap terjaga," kata Juhara. (***)

Juhara menyebutkan, perjalanan ke daerah-daerah untuk berziarah kepada
situs-situs arsitektur tradisional memiliki banyak kegunaan bagi kalangan
arsitek. Namun dia juga mengharapkan, perjalanan seperti ini tidak hanya
menjadi perjalanan rutin yang hanya akan menjadi pengisi agenda rutin IAI
saja. Jangan sampai kunjungan seperti ini nantinya berubah menjadi seperti
kewajiban mengisi absen saja, katanya lagi.(***)




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke