Allah maha kuasa untuk membukakan hidayah
 
Sore itu saya dan kedua anakku membantu di dapur
seorang sahabat, karena malamnya akan ada kedatangan
tamu nihonjin sekalian silaturahmi dengan warga muslim
Indonesia di Sapporo. Waktu saya datang kebetulan
semua masakan sudah beres, Alhamdulillah, he..he...
kami pun akhirnya hanya berbincang bincang tentang
nihonjin yang akan datang. Sahabatku itu memang sering
bercerita ttg tamu yang akan datang, seorang nihonjin
yang dia kenal sewaktu naik haji tahun lalu, tapi sama
sekali tak terlintas di benakku suatu keistimewaan
tersendiri selain rasa syukur ada seorang jepang yang
masuk islam tentunya, dan itu memang sebuah hal yang
istimewa.
 
Tapi ketika tamu tersebut datang, saya agak terkesima,
bukan sosok charming-nya yang menarik perhatianku tapi
tanda hitam di dahinya, tanda bahwa ia telah banyak
bersujud, Masya Allah. Belum lagi pancaran wajahnya
yang menunjukkan ketenangan batin sedikitnya membetot
rasa simpatiku pada pandangan pertama. Salam yang
diucapkannya pun begitu lancar, disusul dengan sapaan
dalam bahasa Indonesia menunjukkan keramahannnya.
 
Kekagumanku bertambah ketika ia bercerita tentang
bagaimana ia menggapai hidayah, 
benar-benar seorang pilihan Allah. Tapi karena
disampaikan dalam nihongo, maka saya hanya menebak
nebak ajah. Alhamdulillah besok malamnya saya
berkesempatan sekali lagi mendengar ceritanya ketika
pertemuan di mesjid, kali ini ada penerjemahnya ke
bahasa inggris.
 
Berikut penuturannya, umurnya 30 th, ia baru memeluk
islam 4 th yang lalu. Awalnya  ia bekerja di sebuah
perusahaan di Tokyo dengan gaji yang cukup besar. Ia
dulu menyangka bahawa uang bisa memberi kebahagiaan,
tapi ternyata sebaliknya, ia tidak 
punya waktu untuk diri sendiri, ia tidak merasa
bahagia. Akhirnya pada tahun 1998, ia 
mengambil cuti selama satu bulan dan pulang ke rumah
orang tua nya di Sendai. Ibunya adalah orang Indonesia
dan ayahnya seorang Jepang, keluarganya adalah pemeluk
kristen yang taat. 
 
Suatu hari, pukul 5 pagi ia dibangunkan oleh suara
nyanyian asing (yang belakangan 
diketahuinya adalah adzan). Saat itu ia tidak terlalu
peduli, tapi pada keesokkan harinya 
berulang lagi dan ia melihat seorang tua berjubah
putih sedang melakukan gerakan-gerakan aneh di
kamarnya (yang belakangan diketahuinya adalah shalat).
Kejadian tsb berlangsung setiap hari selama satu
minggu. Ia penasaran, kenapa "yure" (hantu/jin) ini
tidak menganggu dan menakuti nakutinya, malah seakan
tidak peduli denganku nih, maka ia bertanya pada
ibunya. Ibunya pun menerangkan mungkin itu "yure" nya
orang islam. Islam.. islam.. sebuah kosakata baru
baginya.
 
Ia pun kembali ke tempat kerja, dan suatu hari
berkesempatan ada pekerjaan di Indonesia. Ia pun
kemudian mencari tahu ttg islam dengan membeli banyak
buku.Hingga suatu hari di tahun 2000, saat itu pun ia
sedang di Sendai, ia bermimpi didatangi oleh orang tua
berjubah putih (yang 2 tahun lalu dilihatnya shalat)
kemudian ia diajak naik tangga menuju langit, di atas
langit ia melihat sebuah bangunan. Disana ia dengan
lancar seolah olah mengucap syahadat sebanyak 2 kali.
Ketika bangun, ia tersentak dan berkata ini saatnya
aku masuk islam, keyakinannya sudah mantap. Ketika
dibicarakan dengan ibunya, Alhamdulillah ibunya pun
setuju dan menyuruh dia bersungguh sungguh karena
menjadi muslim itu berat, banyak kewajiban yang harus
ditunaikan.
 
Hari itu juga ia naik shinkansen pertama menuju Tokyo,
seluruh Tokyo ia telusuri untuk 
menncari Masjid, tapi tidak ditemuinya Masjid karena
ia tidak tahu harus bertanya kemana. Akhirnya ia pun
terbang ke Indonesia dan mengucap syahadat disana,
selama 3 hari ia belajar islam secara kilat, banyak
buku buku islam dibawanya.
 
Ia berfikir kalau seorang muslim shalat sejak umur 5
tahun, berarti ia ketinggalan tidak 
shalat selama 11 tahun, kalo 11 kali 5 kali 350 berapa
banyaknya shalat yang ia tinggalkan, belum lagi bacaan
al fatihah setiap rakaatnya. wah ia merasa sangat
harus bersungguh sungguh membayar shalat yang belum
tertunaikan, semoga diberi kepanjangan umur.
Subanallah, apakah kita yang telah berislam sejak
lahir pernah terfikir seperti itu? terkadang kita
begitu menyepelekan shalat, shalat dijama tidak jadi
beban, apalagi mengulur ngulur waktu shalat, sudah
menjadi pemandangan biasa.
 
Ia pun bercerita beberapa pengalamannya ketika sudah
menjadi muslim. Suatu hari mengantar orang-orang
indonesia JICA ke bandara Narita.Dari rumah ia membawa
uang sekitar 15 ribu yen, untuk tiket pp Ueno-Narita
diperlukan 4000 yen, maka uangnya tinggal 11 ribu yen.
Ketika mengantar orang-orang ia bertanya, apakah sudah
pada makan? mereka menjawab belum, maka ia pun
mengajak makan ke sebuah restoran, walhasil ternyata
ongkos makan semua orang adalah 10300 yen. Maka ia pun
pulang ke ueno dengan mengantongi uang 700 yen saja.
Ketika akan keluar dari ueno eki, ia melihat seorang
muslimah egypt kerepotan dengan bawaannya, maka ia pun
menawarkan bantuan untuk mengangkatkan barang-barang.
Kemudian muslimah 
tersebut bertanya ongkos ke saitama berapa yah? ia
ingin ke saitama tapi cuman punya 1000 yen, dengan pe
de nya ia menjawab, ah cukup..cukup..ternyata
sesampainya di pembelian karcis, ongkos ke saitama
adalah 1700... glek, ia pun merogoh sakunya dan
memberikan 700 yen , pas banget deh 1700 yen jadinya.
Tapi ia pun khawatir muslimah tsb ada keperluan lain,
ia pun melangkah ke atm, ternyata di atm uangnya
tinggal 280 yen. Jadilah ia hanya memberikan semua
uang sisa miliknya yang 700 yen. Muslimah tsb terharu,
dan meminta alamatnya supaya dapat menggantikan
uangnya, tapi ia menolak, karena jika ia mendapat
ganti dari muslimah tsb maka ia tidak mendapat bagian
dari Allah. Ia pun berkata halal..halal.., tapi
kemudian muslimah tsb memberikan banyak barang-barang
Egypt yang bila dikalkulasikan akan lebih dari 700
yen.
Subhanallah, sudahkah kita berani mengorbankan
kepentingan sendiri untuk membantu saudara kita? di
saat lapang pun kita berat untuk beramal, apalagi di
saat sempit.
 
Tinggallah ia sendiri yang bingung, akhirnya diambil
keputusan akan berjalan kaki ke 
rumahnya sekitar 2 jam perjalanan. Ketika sampai ke
luar eki, handphone nya berbunyi, 
ternyata seorang temannya bertanya, dimana ia
sekarang, karena temannya tsb bermaksud mengajak ke
cafe di sekitar Ueno eki untuk membicarakan ttg
pekerjaan. Ah, kebetulan ia memang berada di sana. Ia
pun menjelaskan bahwa ia tidak punya uang, walaupun
untuk membeli segelas teh di cafe tsb (seperti
kebiasaan orang jepang jika bertemu tentu harus
mengeluarkan uang untuk makan dan minum). Temannya
menjawab, tak apa apa, semua ditanggung oleh temannya
itu.Bertemulah ia dengan temannya, setelah 2 jam
berlalu, tiba-tiba temannya itu mengeluarkan semua isi
dompetnya dan meletakkan di meja. Tentu saja ia kaget,
tapi temannya menjelaskan, 
ambil semua uang ini, tidak tahu berapa, selama ini
kamu telah membantuku dalam banyak hal, sekarang aku
ingin memberikan sesuatu untukmu. Temannya pun
berlalu, ketika dihitung semua uang itu ada 70 ribu
yen, sebuah jumlah yang besar. Ingin rasanya ia
menangis saat itu, sungguh besar kuasa Allah. Ia
merasa tidak pernah salah saya memilih islam. Rasa
cintanya pada Allah dan Islam pun semakin membuncah.
 
Pengalamannya yang lain, waktu itu ia sedang di berada
di luar, hujan turun dengan 
derasnya, padahal waktu shalat telah tiba. Ia tidak
menemukan tempat yang cocok untuk shalat. Maka ia pun
mengetuk sebuah pintu rumah, dan meminta ijin pada
tuan rumahnya (dalam nihongo tentunya):
"Maaf, bolehkah saya meminjam satu tatami saja, selama
10 menit?"
Kontan saja tuan rumah heran dan bertanya " untuk
apa?"
Dijawabnya, "Saya muslim, saat ini saya harus shalat,
10 menit saja, waktu saya terbatas, maaf saya tidak
menjelaskan panjang"
Akhirnya tuan rumah pun mengijinkannya. Sepanjang
shalat, tuan rumah memperhatikan dengan seksama dan
terheran heran. Setelah selesai shalat, ia pun pamit
tapi dicegah oleh tuan rumah.
"Sebentar minum teh dulu, saya ingin tahu apa yang
anda lakukan tadi?"
"OO, itu shalat..." ia pun menjelaskan tentang shlat
dan islam
Tuan rumah makin tertarik, ia pun mengeluarkan kue-kue
sambil terus berbincang.
Hari itu, ia merasa beruntung, karena mendapat
kesempatan shalat plus teh dan kue, serta kesempatan
memperkenalkan islam.
 
Di hari yang lain, ia shalat di sebuah taman, lewatlah
seorang Shinto, shinto tsb adalah 
pemukul genta di kuilnya. Si Shinto sangat tertarik
dengan gerakan-gerakan shalat dan 
bertanya, apa yang sedang dilakukannya. Sebenarnya
banyak jawaban dan penjelasan tentang shalat yang bisa
diberikan, tapi waktu itu ia hanya menjawab satu hal
saja:
" Manusia itu lemah, sekuat kuatnya ia suatu waktu
pasti butuh tempat bergantung dan 
mengadu, dan Allah adalah tempat mengadu paling baik,
tadi saya shalat sebagai sarana mengadu kepada Allah"
Shinto itu pun kagum, dan meminta alamatnya, kemudian
mereka pun bersurat suratan. Akhirnya si shinto tsb 6
bulan lalu telah menjadi muslim, alhmadulillah. Maha
besar Allah yang telah mebukakan pintu-pintu hidayah.
 
Setelah berislam, ia merasa tidak boleh meninggalkan
shalat walaupun di tempat kerja. 
Rupanya atasannya merasa keberatan karena ia meminta
waktu untuk shalat padahal hanya 10 menit saja. Karena
alasan itu, maka ia keluar dari tempat kerjanya yang
sudah mapan. Ia berfikir bahwa Allah Maha Kaya, rejeki
Allah tersebar di muka bumi ini, daripada harus
meninggalkan shalat lebih baik ia keluar dari
pekerjaan. Ternyata memang, jalan hidupnya terasa
lebih indah, Allah bukakan keberkahan rejeki. Ia pun
berkesempatan naik haji tahun lalu bersama rombongan
dari Arabic Islamic Institute dan disana bertemu
dengan sahabat saya beserta suaminya yang juga
nihonjin. Ukhuwah pun terjalin, dan akhirnya ia bisa
sampai ke Sapporo bertemu kami, masyarakat muslim
Sapporo. Hari ini Ia sudah kembali, tapi banyak
kenangan yang tersisa, sebuah semangat dalam berislam,
keyakinan bahwa islam adalah agama yang benar,
semangat untuk menyebarkan islam ini ke semua orang.
Ada satu perkataannya lagi yang membekas di hatiku,
Andai orang bilang islam ini buruk, sesungguhnya Islam
itu 
tidaklah buruk, saya lah sebagai orang islamnya yang
buruk, yang tidak dapat memperlihatkan kebaikan islam,
jadi mari kita sebarkan bahwa islam ini adalah agama
yang baik tidak dengan banyak bicara tapi dengan
perbuatan. Ketika orang-orang islam sudah baik dan
berbuat baik, maka Islam akan terlihat baik.
 
Santos Ltd A.B.N. 80 007 550 923 Disclaimer: The
information contained in this email is intended only
for the use of the person(s) to whom it is addressed
and may be confidential or contain privileged
information. If you are not the intended recipient you
are hereby notified that any perusal, use,
distribution, copying or disclosure is strictly
prohibited. If you have received this email in error
please immediately advise us by return email and
delete the email without making a copy. 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke