Tambahan yang dari Repoblika OL.

Selasa, 07 September 2004
Ditemukan 36 Kesalahan dalam 'Alquran Beryesus'
Laporan : rul

PADANG -- Kesalahan itu potensial menyesatkan umat. Alquran Beryesus yang
ditemukan di Tilatang Kamang, Agam Sumatera Barat (Sumbar) 17 Juli 2004
lalu, ternyata benar-benar tidak layak diedarkan. Hasil penelitian terakhir
menunjukkan, terdapat 36 kesalahan dalam kita suci itu. "Bayangkan dalam
sebuah kita suci ditemukan 36 butir kesalahan, ini luar biasa, belum pernah
hal itu terjadi selama ini," kata Ketua Majlis Syura, Forum Aksi Bersama
Anti Pemurtadan Sumatera Barat (Fakta) H Ma'at Acin RB kepada wartawan di
Padang, Senin (6/9).

Fakta melakukan kerja sama dengan tiga perguruan tinggi Islam di daerah itu
masing-masingnya STAIPIQ Padang, STAIN M Djamil Djambek Bukittinggi, dan
STAIN Muhamad Yunus Batusangkar. Hasil penelitian ketiga lembaga berkompeten
ini menunjukkan, secara umum kesalahan dan kejanggalan dalam Alquran
beryesus itu ditemukan pada koreografis atau tata bahasa dan penulisannya.
Juga ditemukan pertukaran huruf, kata bahkan ada nama surat yang bertukar.
Tidak hanya itu, terdapat pula kerancuan kalimat, percampuran khat yang
dipakai. "Tim Tashih memandang bahwa Quran tersebut tidak ditulis sesuai
dengan standarisasi penulisan yang benar," kata Ma'at Acin.

Kesalahan-kesalahan itu, dinilai potensial menyesatkan dan meragukan umat
Islam. Alquran beryesus ditemukan di SMPN 1 Tilatang Kamang, Agam Juli lalu.
Kitab suci itu dicetak oleh PT Madu Jaya Makbul Surabaya berukuran 14 x 20
cm. Izin mencetak Alquran ini dikeluarkan Depag pada 1 Agustus 1994, dengan
nomor registrasi P.III/Tl.02.1/190/7. Tapi Alquran yang ditemukan tersebut
dicetak tahun 2004. Sebenarnya Fakta sudah bergerak sejak Alquran itu
ditemukan. Pada awalnya Tim Tashih Quran STAIPIQ yang dimintai jasanya oleh
Fakta, hanya menemukan empat kesalahan dan tiga kejanggalan. Pada tahap
kedua STAIN Djamil Djambek Bukittinggi menemukan lagi tujuh kesalahan dan
lima kejanggalan.

Belum puas juga, Fakta terus menghimpun masukan. Lantas STAIN Batusangkar
menemukan 25 kejanggalan. Total kesalahan dan kejanggalan adalah 26 butir.
Menilik banyaknya kesalahan itu, kata Maat Acin, Fakta yakin bahwa Alquran
beryesus tersebut sama-sekali tidak konsisten dalam pemilihan khat dan
karenanya tidak memenuhi standar ilmu khat dan imal. Karena itu pula,
Alquran terbitan Surabaya ini, tidak layak untuk disebarkan dan
diperjualbelikan. Fakta meminta agar percetakan PT Madu Jaya Makbul Surabaya
menghentikan mencetak Quran dan selekasnya menarik semua Alquran bermasalah.
Fakta juga meminta agar pemerintah berhati-hati dalam mensahih Alquran yang
akan dicetak dan diedarkan kepada masyarakat.

Selain itu diminta aparat terkait untuk menyelesaikan dan mengusut tuntas
perkara Alquran beryesus tersebut. Hasil pengusutan itu harus diberitahukan
kepada masyarakat. Ini penting agar orang banyak bisa berhati-hati. Menurut
catatan Republika Departemen Agama berjanji akan menarik semua Alquran
bermasalah itu pada September ini. Sebagaimana diberitakan Republika Alquran
beryesus ditemukan di SMPN 1 Pakan Kamis Tilatang Kamang, ketika anak-anak
sedang mengaji untuk memulai proses belajar-mengajar. Di sana ditemukan 141
buah Alquran yang di kulit dalamnya tertera kata-kata Yesus, serta panduan
misa.

Sebanyak 60 buah dari 141 itu, ada di SMP 1, sisanya, sebanyak 20 buah di
SMP 2, 10 SMP 3, 10 di SMP 4, dan 20 Alquran di SMP 5 serta sisanya untuk
SMA I, semua sekolah ini berada di Kecamatan Tilatang Kamang. Kata-kata
Yesus Kristus dengan huruf latin ini, dibuat pada sampul dalam Alquran.
Persisnya di tulang tempat helai demi helai Alquran dilem dan dijahitkan.
Kalau kulit Alquran tidak dicopot, maka tulisan Yesus Kristus dan sejumlah
bait lagu-lagu gereja yang ditulis di situ tidak akan pernah diketahui.
Setelah di Tilatang Kamang, Alquran serupa kembali ditemukan di SMK
Teknologi Utama, Kampung Taji, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman pada 27
Juli 2004.

Sejumlah Kesalahan

* Surat Al Baqarah (2) ayat 71 harkat huruf ya diubah dari fathah menjadi
berharkat dhammah.
* Surat Al Baqarah (2) ayat 125 harkat huruf kaf diubah dari fathah menjadi
berharkat ganda fathah dan kasrah sekaligus.
* Surat Az Zumar (39) ayat 45 huruf mim diganti dengan huruf ha besar dan
tidak bersambung langsung dengan alif sesudahnya.
* Surat Al Falaq (96) ayat 9 titik huruf ya tidak sejajar dengan huruf
tersebut.
* Surat At Taubah ayat 111
* Surat Hud ayat 78
* Surat Hud ayat 116
* Surat Maryam ayat 26
* Surat Al Fuqon ayat 2
* Surat Al Furqon ayat 70
* Pada tujuh tempat berikut terjadi kesalahan dan kejanggalan penulisan
huruf dan perubahan huruf dan perubahan huruf serta penggantian harkat,
yaitu surat Al An'am ayat 146.
* Pada hal 434 tertulis Al Mukmin, yang benar Hamim As Sajadah
* Pada hal 278 tertulis Maryam yang benar Tha Ha
* Hal 333 baris pertama, harkat dhammah diganti dengan harkat fathah lazim
*. Hal 340 baris ke 12 harkat fathah lazim diganti dengan harkat kasrah dan
harkat kasrah diganti harkat fatha lazim pada dua huruf yang berbeda.
* Hal 357 baris ke 13, titik huruf jim dan ba digabung sehingga menjadi ha
dan ya sementara huruf jim tidak ada lagi.
* Hal 13 baris ke 7 huruf mim diubah menjadi huruf ha besar
* Hal 295 baris 13 hamzah dihilangkan dan harkat dhammah diletakkan di atas
huruf wau, seharusnya huruf hamzah berhakrat dhammah dan wau berharkat
sukun.
* Pada halaman 115 baris ke 11 Li awwalina diubah menjadi illaw walima.
Artinya ada perubahan letak harkat yang berubah bunyi dan makna.



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke