BAHANA PEMILU 2004

----------------------------------------------------------------------------
----
Taufiq Minta Lembaga Adat Minangkabau Siapkan Tiga Calon Menteri

*** Tokoh PDIP yang juga suami Presiden Taufiq Kiemas, di Padang, Senin,
meminta bantuan kepada Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM)
Sumbar seraya mengisyaratkan agar lembaga tersebut menyiapkan minimal tiga
kadernya untuk menjadi menteri.

"Saya sebagai anggota LKAAM dan kerabat dari LKAAM, tidak bisa menyebutkan
secara terbuka, kalau keinginan saya ke sini adalah ingin meminta bantuan,"
katanya saat mengadakan pertemuan dengan puluhan anggota LKAAM dan para
Datuk Pamangku Adat Minangkabau serta para Bundo Kanduang.

Di Sumatera Barat, khususnya di Nagari Sabu, Kecamatan Batipuh, Kabpaten
Tanah Datar, Taufiq Kiemas adalah pemangku adat suku Sikumbang dengan gelar
Datuk Basa Batuah dan suami Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi anggota
LKAAM Sumbar.

Tanpa merinci secara terbuka bantuan apa yang dimintanya, menurut Taufiq
Kiemas, menjelang pelaksanaan pilpres putaran dua, perasaan dan keinginannya
sama dengan perasaan anggota LKAAM dan Bundo Kanduang.

"Jadi saya secara pribadi minta bantuan dan juga LKAAM harus menyiapkan
kader-kadernya untuk ke Jakarta," ujarnya.

Permintaan dan penyiapan kader LKAAM itu, menurut Taufiq, harus didukung
bersama-sama. "Kalau bisa jangan kurang dari tiga orang, kalau kemarin hanya
ada satu orang menteri dari Sumbar, sekarang kalau bisa minimal tiga orang,"
katanya.
*

Sehubungan itu, Taufiq menyatakan, beruntung dapat bertemu dengan pengurus
dan anggota LKAAM serta Bundo Kanduang. "Kedatangan saya adalah sudah pada
tepatnya sekaligus ingin mengingatkan peran orang Minang di republik ini,"
katanya.

Ia menambahkan, pada saat proklamasi RI orang Minang sangat menentukan
berdirinya NKRI demikian pula untuk hari-hari mendatang khususnya saat
diadakan pemilihan presiden putaran kedua.

Ia menyebutkan, posisi penting pada pemerintahan yang akan datang adalah
berapa banyak menteri yang berasal dari orang Minang.

Dalam pemerintahan yang akan datang, jumlah menteri dari orang Ranah Minang
ini akan paling menentukan kombinasi NKRI, ujarnya.

Karena itu, tambah Taufik, dirinya menginginkan secara pribadi bersama
Mengawati, selalu mengingat jasa-jasa orang Minang pada awal Kemerdekaan RI.
"Tidak terbayangkan kalau orang Minang itu tidak ada mungkin bahasa
Indonesia ini belum seperti sekarang ini," ujarnya.
*

Meski demikian, Taufik juga mengingatkan, persamaan antara orang Jawa Barat
dengan Sumatera Barat. Dulu banyak orang dari dua daerah ini menjadi
menteri, tapi kadang-kadang terlupakan membangun daerahnya sendiri.

"Koreksi ini harus saya berikan, sebab dalam masa pemerintahan tiga tahun
ini, proyek yang ada di Sumbar ini jumlahnya lebih besar dari 30 tahun
proyek yang ada," katanya.

Karenanya, partisipasi putra daerah Minang di pemerintahan yang akan datang,
harus mati-matian memperhatikan Sumbar, apalagi mengenai SDM daerah ini
tidak berkurang.

Untuk itu, tambah Taufiq, LKAAM harus mendorong kader-kadernya untuk ke
Jakarta, apalagi nanti eselon satu bukan sekadar jabatan karir tapi kolektif
politik, yakni orang politik bisa menjadi eselon satu.

Hal itu, menurut dia, agar bisa seimbang antara yang di luar dengan di dalam
birokrasi untuk memimpin bangsa ini ke depan. "Keputusan ada di tangan
bapak-bapak (anggota LKAAM), tapi yang pasti jika pemerintahan saat ini bisa
berkelanjutan, maka pada 2009 Insya Allah, utang Indonesia bisa selesai dan
tahun 2014 kita menjadi negara donor," demikian Taufiq Kiemas.

***

Taufik Kiemas mengungkapkan, kedatangannya ke Mesjid Raya Jati Pariaman,
Sumbar, Minggu (12/9) untuk berzikir bersama ratusan kaum muslim dan minta
nasihat, doa serta diberi bekal bathin agar bisa terus mendampingi Megawati
Soekarnoputri menjadi Presiden RI lagi.

"Saya datang ke sini, bukan untuk memberi nasihat, tapi sebaliknya minta
nasihat, minta doa dan diberi bekal supaya secara bathin bisa terus
mendampingi Ibu Mega menjadi presiden lagi," ujarnya.

Taufiq melakukan kunjungan dua hari (Minggu dan Senin) ke sejumlah daerah di
Sumbar didampingi Menag H Said Agil Husein Al Munawar, Menbudpar, I Gede
Ardika dan pejabat lainnya.

Menurut Taufiq, dia datang bukan untuk memberi nasehat, sebab merasa bukan
pada kualitasnya memberi nasehat kepada kaum muslim dan muslimat peserta
Zikir. "Yang pasti kualitas bapak-bapak dan ibu-ibu di sini lebih baik dari
pada saya sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan, kedatangan dirinya sebenarnya ingin berbagi dan kalau ada
hal-hal yang penting, kaum muslim dan muslimat dapat memberikan nasehat dan
wejangan.

"Saya bersyukur bisa berzikir dan berdoa bersama untuk keberkahan negara dan
bangsa Indonesia yang kita cintai ini," katanya.

Taufiq mengajak, agar zikir dan berdoa bagi republik ini dan keutuhan NKRI
bisa berumur panjang dan bisa memakmurkan seluruh rakyat.

Acara zikir dan do'a bersama itu dipandu ustaz H Boy Lestari diikuti ratusan
kaum muslim dari sejumlah daerah di Sumbar di tengah guyuran hujan lebat
yang membasahi Kota Pariaman.

Usai zikir dilanjutkan pembacaan Al Qur'an oleh Menag, H Said Agil Husein Al
Munawar, sedangkan hujan terus membasahi lokasi sehingga bagian halaman
mesjid yang diberi tenda dan tikar sholat ikut basah dana sejumlah jemaah
terpaksa "angkat kaki".

Menurut Said Agil, hujan lebat yang turun saat dan usai zikir adalah
bertanda berkah dari Allah. Pada kesempatan itu, Menag memberikan bantuan
satu set pengeras suara bagi Mesjid Raya Jati Pariaman. (Ant/O-1)



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke