Sato lo sakaki, guru. Kalau ndak tacapai nan nomor 5 tu. Tantu nan nomor 6 jo 7 indak tacapai pulo. Kini apo standar ka dipakai untuk manantukan baso pemegang saham tu alah mandapek nilai tambah.
Wass ymz C>-----Original Message----- C>From: Zulfikri [mailto:[EMAIL PROTECTED] C>Sent: 14 September 2004 7:42 C> C>Yth. Pak guru Wady Afriadi, C> C>Bisa saja misi 1 sd. 4 adalah hanya didalam situs internet saja, padahal hakekatnya mengejar C>misi nomor 5, karena banyaknya pada saat sekarang ini sekolah swasta berbisnis yang C>bertopeng pendidikan. C> C>Dimana saja sekolah swasta yang saya ketahui baik didalam negeri maupun luar negeri C>yang betul-betul ingin menghasilkan siswa sesuai dari visi dan misi lembaganya, tentu C>pihak lembaga atau yayasan selektif menerima staf apalagi sebagai seorang pendidik atau C>guru, karena guru adalah suatu sistim untuk mencapai visi dan misi sekolah yang tidak bisa C>dipisahkan. C> C>Dengan melihat kenyataan ini, saya sebagai orang yang juga berprofessi sebagai guru dan C>pengelola pendidikan jadi ragu apakah benar atau betul anda sebagai pendidik di SBI C>Madania ini. Atau SBI Madania ini telah kecolongan !?. C> C>Pepatah mengatakan; "Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari". Dengan kata lain C>"guru atheis bagaimana mungkin siswa menjadi masyarakat madani bisa tercipta ?!", C>mustahil, ini sangaaat mustahil !. C> C>Kalau ini benaran !, saya ingin bertanya dan belajar kepada pihak SBI Madania tentang C>pendekatan dan managemen apa yang dipakainya ?!. Kerena managemen pendidikan tidak C>sama dengan manajemen industri atau pabrik, karena di pabrik sudah ada cetakan dan C>standar baku atau spesifikasi yang output-nya dapat diukur segera. Pendidikan ?!, otput C>apalagi outcome-nya baru bisa dilihat menimal 10 th setelah output sekolah itu keluar atau C>dihasilkan. Disekolah atau lembaga pendidikan "pendidik atau guru" itulah yang dijadikan C>cetakkan, acuan atau sfesifikasi teknisnya dari hasil yang ingin dicapai, apalagi kalau yang C>ingin dicapai itu adalah aspek moral dan akhlak (masyarakat Madani ?!) C> C>Mohon penjelasan yang serius, karena sebelumnya saya menilai positif dan bangga sekali C>terhadap keberadaan SBI Madania, di era keterpurukan mutu pendidikan di negeri kita C>Indonesia ini dan bahkan ingin meinforamasi serta mempromosikannya kepada masyarakat C>Sumatera Barat. C> C>Terima kasih C>Z.RM C> ----- Original Message ----- C> From: Wady Afriadi C> To: Recipient list suppressed C> Sent: Sunday, September 12, 2004 8:10 AM C> Subject: [Urangawak] Re: Visi dan Misi C> C> C> Yth. Rangkayo Mulie; C> C> Jikok Yml. Rangkayo batanyo opini pribadi ambo, tantu buliah lah ambo jawek saketek. C> Rangkayo batanyo, apokah kasadonyo cuma untuak mangaja nan nomor limo? C> C> Cubo baco baliak, Rangkayo! C> C> Sabalun nomor 5, tantu nomor 4 (ampek) talabiah dahulu! C> C> Alah salasai nan nomor ampek, baru buliah kito mangaja nan nomor limo. C> C> Ha ha.... C> C> Wassalam, C> Wady Afriadi C> C> C> C> MISI: C> C> 1. Menyediakan pendidikan dari tingkat pra sekolah sampai dengan SMU bagi C>masyarakat Indonesia C> 2. Memberikan pendidikan yang mengembangkan 4 (empat) aspek kebutuhan C>perkembangan (Emotional, Fisik, Sosial dan Intelektual) C> 3. Memenuhi kebutuhan orang tua murid dalam mewujudkan masyaraat C>MADANI C> 4. Menyediakan lingkungan kerja yang mensejahterakan dan mengembangkan C>Profesionalisme bagi para Guru C> 5. Memberikan nilai tambah bagi pemegang saham C> 6. Meningkatkan kompetensi guru dan mengembangkan sistem Pendidikan dan C>metode pengajaran C> 7. Tingkat pertumbuhan jumlah murid mencapai ....% setiap tahun. C> C> ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

